
“Ijin apa?”
“Untuk melamarmu.”
Soraya bagaikan tersambar petir ketika mendengar ucapan Afkar. Refleks dia menoleh pada kedua orang tuanya. Papanya hanya mengangkat bahunya saja, begitu pula dengan mamanya yang melihatnya dengan tatapan yang tak bisa diartikan. Keduanya tahu kalau Soraya dekat dengan Azzam. Dan mereka tidak mau ikut campur dalam urusan percintaan anaknya.
“Iya, pa.”
Setelah...