AZZAM

AZZAM
Sayap Pelindung


Tepat pukul sebelas malam, Alei meninggalkan rumah sakit. Jarak tempatnya tinggal dengan rumah sakit tidaklah jauh, hanya sekitar sepuluh menit berjalan kaki. Gadis itu juga tidak takut berjalan sendirian saat malam, karena banyak tentara yang berpatroli di sepanjang jalan.


Kepala wanita itu terdongak ketika mendengar suara pesawat di atasnya. Cukup lama dia memandangi pesawat tersebut. mengira-ngira apakah itu adalah pesawat yang dikemudikan Azzam. Terdengar helaan nafas gadis itu. hatinya resah karena belum bertemu lagi dengan pujaan hatinya. Berbagai pikiran berkecamuk di kepalanya. Dia han...