
Gusti, Hari dan Esa yang tengah tertidur di atas velbed atau tempat tidur lipat yang biasa digunakan tentara, terbangun saat mendengar suara pintu. Azzam menekan saklar yang ada di dekat pintu, seketika ruangan menjadi terang. Ketiga seniornya menyipitkan mata saat lampu menyala. Mereka terkejut melihat kehadiran Azzam di dalam ruangan.
“Mau apa kamu ke sini?” tanya Gusti dengan tatapan dan nada suara terdengar angkuh.
“Mau menagih utang.”
“Utang? Utang ap…”
BUGH
Belum sempat Hari menyelesaikan kalimatnya, sebuah tendangan mengenai perutnya. Tubuh pria itu terdorong dan jatuh ke lantai. Melihat itu, Esa dan Gusti bersiap memasang kuda-kuda. Keduanya maju bersamaan untuk menyerang Azzam. Dengan cepat pemuda itu berkelit. Dia melayangkan tinjunya ke wajah Esa dan menyarangkan tendangan ke wajah Gusti.
“Bangun!!” teriak Azzam.
Sebelum masuk ke akademi, Azzam sudah lebih dulu belajar ilmu bela diri bersama dengan kakak dan kakak sepupunya. Membuat Gusti, Hari dan Esa babak belur adalah hal kecil untuknya. Tangannya mengepal erat ketika mengingat kembali keadaan Eko dan Seno setelah mendapat siksaan tiga pria di dekatnya. Sambil berteriak kencang, dia merangsek pada Hari dan Esa.
Dua pukulan dan tendangan beruntun diberikan pemuda itu. Azzam menarik tangan Hari, memelintirnya, lalu menendang pria itu sampai punggungnya menabrak tembok. Pria itu tak bisa mengangkat tubuhnya lagi. Terdengar erangan dari mulutnya, rasa sakit mendera di sekujur tubuhnya.
Azzam meloncat, kedua kakinya menapak pada tembok dan menjadi tumpuannya untuk memutar tubuhnya, kemudian memberikan tendangan kencang ke dada Esa. Tubuh Esa terdorong ke belakang dan menimpa velbed dengan keras, hingga kasur lipat itu patah dan ambruk.
“Aaarrgghhh!!”
Esa menjerit kesakitan saat merasakan tulang punggungnya terasa patah. Nafasnya mendadak sesak, akibat tendangan keras Azzam di dadanya. Gusti terkejut melihat kedua temannya dibuat terkapar tak berdaya oleh Azzam. Pria itu maju menyerang dengan tangan terkepal.
Gusti melayangkan pukulannya. Azzam menghindar sambil menahan lengan pria itu. Kemudian dengan kekuatan bahunya, dia membanting Gusti ke lantai. Ditendangnya sisi kanan tubuh Gusti hingga tubuh pria itu terpental dan berhenti saat menyentuh sisi tembok. Azzam mendekat lalu menginjakkan kakinya ke dada Gusti, menekannya hingga pria itu berteriak dan mengerang kesakitan.
“Aaarrgghhh!!”
Tanpa mempedulikan teriakan kesakitan Gusti, Azzam menghajar wajah pria itu beberapa kali. Hidung dan mulut pria itu sampai mengeluarkan darah.
Terdengar suara Mayor Indra menghentikan apa yang dilakukan Azzam. Pemuda itu mengangkat kakinya dari dada Gusti. Mayor Indra masuk, lalu memperhatikan keadaan tiga taruna yang dihajar Azzam habis-habisan. Dalam hatinya memuji kemampuan Azzam dalam bertarung. Pemuda itu pasti bisa menjadi anggota pasukan elit di kesatuan nantinya.
“Kembali ke flatmu.”
“Siap, komandan!”
Azzam memberikan hormatnya, lalu keluar dari ruangan. Walau belum puas menghajar Gusti dan kedua temannya, namun Azzam bersyukur bisa membalas apa yang dirasakan Seno dan Eko. Dia juga berencana mengungkap kejahatan yang dilakukan ketiga orang tersebut, apapun resikonya.
Sepeninggal Azzam, Mayor Indra berjalan ke tengah-tengah ruangan. Matanya melihat pada Gusti dan kedua tangannya, dengan kedua tangan berada di pinggang.
“BANGUN!!”
Susah payah Gusti, Hari dan Esa bangun dari posisinya. Bahkan Gusti sampai merangkak agar bisa sampai ke dekat Mayor Indra. Hari dan Esa membantu temannya itu untuk bangun. Mayor Indra melihat wajah ketiga taruna yang sudah tidak berbentuk lagi.
“Kopral Bimo!”
“Siap, komandan!”
“Bawa tiga orang ini ke klinik. Obati lukanya, lalu bawa kembali ke sini.”
“Siap, komandan!”
Kopral Bimo membantu Gusti berjalan. Dia segera membawa ketiga taruna yang sedang dalam masa penahanan ke klinik yang ada di akademi. Seorang rekannya yang melihatnya, segera membantu. Mayor Indra keluar dari ruangan tersebut, lalu kembali ke posnya. Kabar pemukulan Gusti dan dua temannya pasti akan diketahui oleh atasannya besok pagi. Dia harus mempersiapkan diri untuk kemungkinan terburuk.
🌻🌻🌻
Pasti emak² pada sorak nih pas adegan hajar menghajar😂