
Azzam duduk termenung di depan api unggun. Tangannya terus memegang lollipop di tangannya. Menatapnya tanpa berkedip. Melihat permen bertangkai di tangannya ini, dia teringat akan seseorang yang pernah memberikan permen seperti itu untuknya saat di Bali beberapa tahun silam.
“Apa kamu gadis yang sama?” gumam Azzam pelan.
Pikirannya berusaha mengingat kejadian saat di Bali. Tingkah Alei saat itu memang menyebalkan di matanya, jadi dia masih mengingat dengan jelas apa yang dilakukan gadis itu. Tanpa sadar senyumnya mengembang mengingat tingkah konyol Alei saat berpura-pura menjadi orang bisu, b...