Anak Jenius Mom Sita

Anak Jenius Mom Sita
BONCHAP 20. Menguak Tabir Kehidupan


Rama pulang dengan tergesa-gesa ingin segera menemui istrinya. Dia berharap istrinya belum melihat berita yang tengah viral itu.


" Assalamualaikum… Sayang kamu di mana?"


Sita dan Kai yang mendengar Rama mengucapkan salam pun membalas salamnya.


"Waalaikumsalam…..!!!"


" Tumben Mas jam segini baru pulang?"


" Iya banyak pekerjaan di kantor. Kamu sudah makan sama anak-anak? di mana si kembar?"


" Sudah pada tidur Mas. Capek katanya tadi di sekolah mereka ada pelajaran olahraga."


Rama kemudian berjalan menuju kamar untuk segera mandi ia akan bertanya kepada Sita setelah selesai membersihkan tubuhnya. Hanya 15 menit Rama pun kembali turun dan duduk bersama Sita dan Kai.


Ternyata sebelum Rama bertanya apa-apa Kai terlebih dahulu meminta izin berbicara kepada ayah dan mommy nya itu.


" Sebelumnya Kai minta maaf ya mommy, kalau Kai merahasiakan ini beberapa waktu. Kai harap Mommy mau memaafkan Kai."


Sita menatap bingung terhadap putranya itu, pandangannya beralih kepada suaminya seakan-akan bertanya ke kenapa ya mas?


Kai mengeluarkan sebuah kotak cincin berwarna merah marun dan membukanya, Kai pun mengeluarkan isinya yang ternyata sebuah cincin bermata safir. Sita dan Rama dibuat bingung dengan ulah sang putra.


" Mom, apakah mommy masih ingat panti asuhan sinar terang?"


" Tentu masih ingat bang, mommy tidak akan pernah lupa dimana mommy dibesarkan. Meskipun mommy belum sempat datang ke sana untuk berkunjung, tapi mommy masih rutin memberikan sedikit rezeki untuk saudara yang berada di sana."


Kai tersenyum mendengar jawaban sang mommy. Ia pun mengeluarkan tab nya dan memutar sebuah video.


" Mom, cincin ini adalah milik mommy. Mommy dengarkan baik baik apa yang dikatakan ibu panti dalam video ini."


Sita dan Rama mendengarkan dan memperhatikan isi dari video tersebut. Sita tergugu mendengar penjelasan ibu panti mengenai asal usul dirinya. Air matanya pun luruh begitu saja. Rahma yang melihat sang istri menangis pun merangkul pundak istrinya untuk menenangkan.


Satu persatu tabir kehidupannya pun terkuak. Setelah puluhan tahun dia tidak mengetahui asal usul dirinya. Awalnya yang ia tahu dirinya hanyalah seorang anak panti asuhan kini semuanya terlihat begitu jelas. Lagi-lagi Sita menangis. Pantas saja ia merasa ada rasa yang berbeda saat bertemu Pria tua yang menculiknya waktu kemarin.


" Abang,  sayang bagaimana Kai bisa tahu semua ini? Dan kapan Kai mengetahuinya."


Sita menanyakan hal tersebut kepada anaknya saat video itu selesai diputar. Kai sejenak terdiam ia sungguh merasa bersalah karena tidak segera memberitahu ibunya bahwa Sir Alexander adalah ayah kandung ibunya.


" Maaf Mom Kai merahasiakan ini cukup lama. Sebenarnya Kai sudah tahu saat sehari Kai tersadar pasca operasi bahwa Sir Alexander adalah ayah kandung Mommy. Dia sengaja datang ke tanah air untuk mencari Camelia Ibu dari mommy. Lalu Kai meminta teman Kai untuk mendatangi Panti Asuhan tempat mommy dibesarkan, dan mendapatkan video ini."


Sita kembali terdiam ia kemudian membuka ponselnya dan melihat foto Camelia yang bersisian dengan Sir Ernest Felix Alexander. Air matanya pun kembali luruh ia mengusap foto itu. Dalam hatinya ada rasa sakit dan ada rasa bahagia. Rasa sakit karena dia sama sekali tidak bisa mengenal kedua orang tuanya dari kecil dan rasa bahagia akhirnya dia tahu bahwa dia masih memiliki orang tua.


Rama yang sedari tadi diam hanya bisa mengusap punggung Sita untuk menenangkan istrinya yang menangis.


" Apakah kau bahagia sayang saat mengetahui kau masih punya ayah?"


Sita mengangguk, air matanya belum bisa Ia bendung. Kai yang melihat mommy nya menangis ikut menundukkan wajahnya rasa bersalah memenuhi hatinya. Sepertinya keputusan untuk memberitahu sang Mommy sangatlah tepat.


" Tidak sayang. Kai tidak salah apa-apa kepada mommy. Malahan Mommy sangat berterima kasih karena Kai memberitahu kebenaran ini kepada mommy."


" Tapi mom, awalnya Kai bermaksud untuk merahasiakan ini selamanya. Kai tidak ingin Mommy berada dalam bahaya karena kematian nenek itu ada hubungannya dengan istri kedua Alexander."


Sita mendekat ke arah Kai, lalu ia pun memeluk putranya itu dan mengusap kepala putra jeniusnya.


" Terima kasih sayang Mommy tahu Kai sangat menyayangi Mommy. Kai hanya ingin melindungi mommy bukankah begitu?"


Rama yang sedari tadi diam melihat interaksi ibu dan anak itu pun ikut mendekat ke arah putra sulungnya. Ia mengusap kepala Kai dengan sayang. Ia tahu Kai telah memikirkan ini matang-matang. Rama paham betul bagaimana Kai memikirkan semuanya ini agar tidak menyakiti satu sama lain terlebih niatnya untuk melindungi ibunya sangat besar.


" Boy, Ayah tahu kamu pasti memikirkan yang terbaik untuk keluarga kita. Ayah tahu itu, kau sangat hebat nak kami bangga kepadamu."


Kai memeluk Rama dengan erat. Hatinya merasa begitu lega telah menyampaikan rahasia yang ia simpan beberapa hari ini.


" Apakah kalian tidak ingin bertemu dengan ayah dan kakek kalian?"


Tiba-tiba Rama memberikan sebuah ide untuk menemui Sir Ernest Felix Alexander di negara Ratu Elizabeth tersebut.


" Maksud mas Rama?"


" Apakah ayah akan mengajak kami untuk ke Inggris begitu yah?"


" Yes why not, kita belum pernah bepergian jauh sekalian kita liburan gimana?"


Sita dan Kai saling pandang dalam hati keduanya mereka sama-sama bahagia. Dan ini mungkin akan jadi perjalanan pertama mereka sekeluarga.


" Baiklah kalau begitu aku akan minta Q eh… maksud Kai, Silvia untuk menyiapkan pesawat pribadi untuk kita pergi ke Inggris."


Lagi-lagi Rama terkejut mendengar ucapan sang putra. Ia lupa bahwa putranya itu berteman dengan seorang CEO Linford Transportation dan putranya itu juga yang beberapa tahun silam memberikan sebuah pesawat pribadi untuk terbang ke  ke kota es.


" Pasti adik-adikmu senang banget kita mau liburan."


" Hahaha iya yah. Pasti. Mereka akan sangat ribet. Oh iya enaknya kapan kita akan berangkat?"


" Bagaimana kalau 2 hari lagi. Kalian semua sudah memiliki visa jadi kita bisa berangkat kapan aja sebenarnya. Tapi alangkah baiknya dua hari lagi saja untuk persiapan juga. Biar tidak terburu-buru."


Sita dan Kai mengangguk setuju dengan apa yang Rama ucapkan.


" Mom Apakah kau tidak merasa marah dengan Sir Alexander?"


" No baby. Apa yang sudah terjadi biarlah terjadi. Kalau mommy melihat di portal berita online, penjahat itu sudah menerima hukumannya. Meskipun belum diputuskan apa hukuman untuknya. Tapi paling tidak ketika mereka berada di penjara maka hukum tengah berlangsung menghampiri mereka. Alhamdulillah, mommy bersyukur karena masih bisa bertemu dengan orang tua kandung mommy meskipun harus menunggu selama 36 tahun."


Rama tersenyum mendengar jawaban sang istri. Ia merasa bangga, istrinya begitu lapang menerima apa yang terjadi di hidupnya. Rama semakin mencintai istrinya itu. Dia pun bertekad bahwa ia akan selalu memberikan kebahagiaan kepada Sita.


Kai juga tersenyum mendengar jawaban sang mommy, "Alhamdulillah  kalau begitu aku juga merasa lega ternyata kekhawatiran ku selama ini hanyalah sekedar ketakutan. Baiklah kakek tunggu kami mengunjungi rumahmu di sana."


TBC