After World Breaker

After World Breaker
Chapter 6: Ibukota Hearterra


Pagi ini, Ben harus mendapat sebuah fakta yang mengejutkan, dimana Allenz telah pergi untuk menjadi seorang prajurit. Tentu, hal ini membuat dirinya tidak terima, bahkan dirinya sampai memarahi kedua orang tuanya, Ben yang awalnya membenci Allenz, akibat doktrin kakaknya. Namun, setelah dirinya sendiri mengenal Allenz lebih jauh, dirinya menyadari bahwa Allenz tidak seperti yang dia pikirkan.


Disisi lain, Allenz yang tengah berada di kapal udara yang menuju ibukota, karena dimana barak militer berada, untuk mencapai ibukota tidak memakan waktu, hanya dua setengah sampai tiga jam, dirinya yang menikmati pemandangan hutan, dan gunung dibawahnya, dan banyak penumpang yang berada didalam kapal.


Dirinya yang membawa juga tas berisi barang-barangnya, ada beberapa pakaian, suling bambu buatan tangannya, dan tak lupa papan selancar favoritnya. Semua itu dia bawa ke ibukota kerajaan, dia tidak tau bagaimana suasana ibukota, apakah ramai? Ramah? Atau hal yang mengejutkan lainnya?


Dia tidak tau, sampai dirinya benar-benar tiba disana, tak lama suara seseorang dengan semacam pengeras suara terdengar, dan mengatakan bahwa tujuan mereka hampir tiba. [Pengumuman, bagi seluruh penumpang, kapal udara Ibukota Kerajaan, hampir tiba, mohon persiapkan diri, dan awasi barang-barang anda, terima kasih].


Setelah pemberitahuan itu, orang-orang disana termasuk Allenz mulai bersiap, sebenarnya Allenz bisa saja pergi ke ibukota dengan papannya, namun akibat dirinya tidak tau dimana letak ibukota, lebih baik dirinya pergi dengan menggunakan kapal udara ini, dan menghapal rutenya ke kota Nevelheim.


Kapal udara itu kemudian masuk memalui atas ibukota dan menuju hangar pangkalan khusus didalam ibukota, disana kapal udara berlabuh, dan para penumpang turun dari sana, termasuk Allenz.


Dari hanggar dirinya bisa melihat gedung era abad pertengahan, aksen warna bangunan, dan gedung yang tinggi dari pada gedung di Nevelheim. Ibukota juga dekat dengan pegunungan terjal dan tinggi, dimana puncaknya hanya rumput dan bebatuan.


Keluar dari hanggar, ada beberapa penjaga akan melakukan pengecekan terhadap penumpang, dan itu hal yang wajib setiap naik atau turun dari kapal, Allenz merasa keamanan ini cukup baik.


Setelah barangnya diperiksa, dirinya keluar dari sana dan turun kelantai bawah, yang mana hanggar berada di lantai tiga. Dan hanggar ini cukup besar, luasnya bisa sampai muat lima kapal terbang berukuran sedang dan besar, tidak heran dengan ukuran besarnya hanggar itu.


Setelah melakukan penarikan tiket, dirinya keluar dan menuju daerah kios-kios pasar dekat situ, tempat itu cukup ramai, ada banyak orang disana, banyak yang berkunjung ke sejumlah toko, kios, dan hal lainnya, didekat situ juga ada air mancur dengan patung Dewi Frista ditengahnya.


Dewi Frista, Dewi yang disembah oleh ajaran penganut Fris, itu merupakan salah satu ajaran penganut yang cukup terkenal di ras manusia, dan cukup banyak yang masuk ke dalam ajaran ini, seperti keluarganya.


Jika Allenz ditanya soal itu, jujur Allenz sendiri tidak yakin, namun, bukan berarti dia tidak mengetahui entitas yang setingkat Dewa. Bahkan dulu saja ada ajaran agama, dan kepercayaan pada dewa-dewa, itu pun cukup banyak.


Namun, akibat perubahan dampak yang besar dua ratus tahun yang lalu, mengubah juga pada sistem kepercayaan di dunia ini.


Disana juga terdengar suara alat musik yang cukup terdengar, ada suara seruling, diselingi harmonika, akordeon, mandolin dan gendang kecil, namun yang suara yang terdengar jelas adalah seruling, semua alat musik itu terdengar selaras dan tengah memainkan lagu persembahan pada Dewi Frista, berjudul "Harmoni Suci", seperti itulah lagu yang dimainkan. Namun, lagu ini dibuat oleh seseorang tapi tidak tau siapa, tapi ada desas-desus bahwa yang membuat lagu ini adalah seseorang yang agung dan mendapat berkah Dewi Frista langsung.


Melewati tempat itu, Allenz menuju arah barak militer, yang mana itu cukup dekat dengan istana kerajaan, maka dia butuh ke arah Utara, mungkin dia disana bisa menanyakan beberapa orang untuk mengarahkannya ke barak militer berada.


Disetiap tempat selalu ramai orang, dari anak-anak hingga orang dewasa, semua bercanda ria, kota Nevelheim tidak pernah seramai ini, meski penduduknya sama cerianya dengan kota ini.


Dan tanaman yang menjadi ikon ibukota ini adalah labu, hampir setiap tempat selalu memajang labu hasil panen mereka, dan juga makanan sup labu juga cukup terkenal di kota ini, berbeda dengan Nevelheim yang mengandalkan kentang dan wortel, untuk dijadikan makanan pokok.


Meski roti yang mudah dibuat namun orang-orang disetiap kota memiliki makanan favorit mereka sendiri.


Allenz kemudian pergi ke penginapan didekat situ, dan masuk ke sana, masuk ke sana dan didalam, terdapat ruangan yg berisi ruang makan dan resepsionis, penginapan ini tidak sebesar di pinggir gerbang kota, mungkin karena jaraknya yg jauh?


Allenz kemudian menuju meja resepsionis, dan meminta untuk menginap hanya semalam. "Permisi, aku mau pesan satu kamar."


"Butuh berapa lama?" Tanya sang resepsionis, dia merupakan seorang pria, dengan sekitar umur 22-24 tahun, dengan pakaian kemeja rompi hitam dan dalaman kemeja putih.


"Hanya satu hari saja." Pinta Allenz sambil mencatat namanya di buku penginap, agar mencatat berapa lama setiap penginap disini.


Mengambil buku itu kembali, sang resepsionis lalu menyiapkan kunci kamar Allenz. "Baik, harganya 30 Gyll," ucap sang resepsionis sambil memberikan kunci kamar Allenz. "Ini kunci kamarnya, dan tolong jaga kuncinya agar tidak hilang."


Mengangguk menanggapi itu, Allenz kemudian pergi ke kamar miliknya, kamar penginapan ini berada diatas dilantai dua, pergi ke sana, Allenz masuk ke dalam kamarnya yg sebelumnya dikunci, dan dengan nomor 3 pada pintu kamarnya.


Masuk kedalam, diruang ini hanya ada kasur satu orang, sepasang meja dan kursi, dan lemari pakaian, ditambah balkon untuk melihat keluar.


Menaruh barang-barangnya di lantai Allenz kemudian berkeliling sebentar, lalu membuka dua pintu balkon yang juga terkunci agar barang di ruangan ini tidak dicuri dari situ.


Membuka pintu balkon, Allenz dapat melihat kota ini, sungguh luar biasa, banyak gedung yang tinggi dan jarak berjauhan, dan juga istana kerajaan yang terlihat dekat dengan dirinya.


Setelah itu, Allenz pergi ke lantai bawah, dirinya memesan makan siang, dan menyantapnya, memakan sup labu dengan daging bakar.


Untung tempat ini menyediakan semuanya, dari tempat tidur, kamar mandi, toilet umum, dan fasilitas lainnya, untuk kecukupan para penginap agar terpenuhi.


Allenz kemudian keluar, dirinya hendak berkeliling kota sebentar, dia ingin tau bagaimana ibukota kerajaan Hearterra, maka dia memutuskan untuk pergi keluar.


Pergi keluar, banyak kios seperti sebelumnya, dan banyak orang yang beraktivitas, banyak anak-anak yang bermain, Allenz juga tidak lupa mencoba beberapa makanan khas ibukota. Mungkin ini jadi pengalamannya yang cukup membekas dalam ingatannya.


Tak lama juga dia melihat beberapa anak muda yang mengenakan pakaian akademi, hal ini membuat Allenz tertarik, maka dari itu dia mencari lokasi akademi. Hingga bertanya pada orang-orang sekitar, dan ternyata cukup jauh dari penginapannya.


Akademi itu ada di pusat kota, dan disana Allenz melihat gedung besar dengan ukiran dan desain era abad pertengahan, dan banyak anak-anak sekolah disini. Banyak anak disana dan membuat Allenz mau bersekolah disitu.


Setelah puas berkeliling, Allenz memutuskan untuk pulang, dan beristirahat untuk besok pergi ke barak militer berada.


Dimalam harinya, Allenz menulis surat untuk keluarganya, dan keluarga Bartfold, agar mereka tidak cemas akan dirinya, dan mengetahui kondisinya. dan mungkin dia juga akan mengirim surat lagi dua hari yang akan datang. Setelah menulis surat, Allenz makan malam, dan setelah selesai Allenz kemudian beranjak tidur.