After World Breaker

After World Breaker
Chapter 15: Menuju benteng dan pertempuran di benteng perbatasan


Perjalanan dilakukan oleh rombongan yang kirim raja Hearterra, mereka melakukan perjalanan nonstop, yang mana ini akan memakan waktu seharian, dimana mungkin sekitar siang hari mereka sampai jika tidak istirahat.


Dengan tenaga yang ada, mereka memutuskan untuk terus melanjutkan perjalanan, dan sudah mulai banyak yang nampak kelelahan. Dengan terpaksa, mereka istirahat sebentar, didekat sumber air yang mereka temui di hutan.


Finn kemudian duduk pada sebuah batu besar didekat sebuah sungai kecil, dia kemudian membasuh wajahnya dengan air sungai untuk menyegarkan dirinya. Setelah membasuh muka, dilanjut dengan melepaskan sepatu boot miliknya, dia hendak mencuci kaki dan sepatunya itu.


Selepas usai, dia beristirahat disana, ditengah melamun, Allenz memberikan dirinya kantung kulit yang berisi air untuk dirinya minum.


"Ini untuk anda, saya belum melihat anda minum sejak kita berangkat." Ucap Allenz.


"Kau tidak perlu formal begitu." Finn menerima kantung itu, lalu meminumnya. "Ahhh, segarnya."


Allenz memperhatikan sekitarnya, dia melihat para prajurit yang tengah beristirahat. "Berapa lama kita akan beristirahat?"


Finn menatap Allenz, lalu menjawab. "Satu setengah jam lagi. Setelah itu, kita lanjutkan perjalanan, sangat tidak bagus jika terlalu lama disini."


"Baiklah, aku akan memberitahukan pada yang lain." Allenz pergi meninggalkan Finn, dan memberitahu akan hal itu pada yang lain.


Di tempat lain, seorang prajurit tengah selesai membuang air kecil didekat pinggir sungai. Saat hendak kembali menuju tempat istirahat. Dia melihat air sungai yang menjadi merah selayaknya darah, yang terus mengalir mengikuti arus sungai.


Penasaran, dia mengikuti arah sumber itu, dan melihat secara diam-diam, pikirannya mulai diisi dengan hal yang membuat dirinya termenung dipikirannya. Apa jangan-jangan ada monster disini? Atau ada tempat bandit? Atau... Spadeforia diam-diam menyerang mereka.


Dengan perlahan, dia mencoba mengintip sedikit, betapa mengejutkannya bahwa adanya para iblis yang habis membunuh beberapa monster, membuat darah monster itu mengalir ke sungai.


Melihat itu, dia hendak memberitahu hal pada yang lain, nampaknya para iblis telah melakukan pergerakan lebih dulu dari mereka.


Hingga, mulutnya dibungkam oleh seseorang.


"!!!"


"Ssttt... Diam, atau mereka akan menemukan kita." Ucap Finn.


Sang prajurit terkejut dengan Finn yang datang, nampaknya yang lain telah menyadari hal ini.


"Kami menyadari saat air sungai tiba-tiba berubah menjadi merah, kami pun memutuskan untuk memeriksanya. Allenz, kau maju." Jelas Finn sambil memerintah pada Allenz diseberang sungai.


Dari seberang mereka, ada Allenz dan beberapa pasukan juga yang bersama dirinya, mereka nampaknya hendak menyerang para iblis itu.


Semuanya tengah bersiap, pada posisi masing-masing, namun yang mengejutkan bagi mereka adalah adanya beberapa iblis wanita, anak-anak dan juga lansia.


Hal ini cukup mengejutkan mereka, ini hal tidak terduga bagi mereka, apa baik-baik saja membunuh para wanita dan anak-anak? Meski mereka adalah iblis?


"Ibu, apa kita akan baik-baik saja?" Ucap seorang anak iblis pada ibunya.


"Kita akan baik-baik saja, karena kita tidak akan perlu lagi bertempur dengan yang lain, terutama kelompok seberang." Ucap sang ibu.


Tak lama seorang iblis tua juga menambah. "Selepas kita melakukan pemberontakan, aku tidak menyangka bahwa para saudara raja masih ingin melakukan penyerangan ke kerajaan lain. Pilihan kita adalah yang tepat, untuk berpisah dengan kelompok para saudara raja, meski kita dianggap pemberontak. Tapi, aku tidak mau adalagi yang harus mati."


Namun, tak lama, terdengar suara ledakan besar, membuat beberapa burung berterbangan. Membuat pihak iblis, dan pasukan Hearterra melihat ke langit.


Hingga suara gemuruh lain terdengar kembali, membuat para iblis ketakutan, mereka menyangka bahwa pihak keluarga raja iblis hendak memaksa mereka untuk mengikuti mereka kembali.


Disatu sisi, pasukan Hearterra juga kebingungan, Allenz kemudian memutuskan untuk melihat situasi, dia terbang ke langit dan melihat beberapa pasukan Spadeforia tengah berperang dengan pasukan iblis.


Melihat ini, Allenz melapor pada Finn, dengan begitu Finn lebih memprioritaskan membantu pasukan Spadeforia dari pada menyerang pihak iblis yang tengah mengurus mayat monster. Karena dengan begitu, mereka bisa lebih cepat pergi menuju benteng Rockfolt.


Dengan cepat, pasukan itu kembali ke tenda, membuat dua regu, satu untuk pergi menuju medan tempur, regu satunya akan membereskan tenda dan membawa wagon yang mereka bawa.


Allenz diminta untuk pergi lebih dulu, dengan beberapa orang. Sementara Finn dan yang lain akan membereskan tenda dan membawa wagon mereka.


"Arah mereka berada di barat daya dari sini, tak jauh dari kita, disana akan ada padang luas, dimana perang itu terjadi." Ucap Allenz, lalu pergi meninggalkan regu Finn dan pergi bersama yang lain.


Dengan cepat, Allenz melesat dengan papannya, terbang diudara, diatas hutan. Dibawahnya ada beberapa regunya yang berlari sambil mengangkat pedang dan panah mereka.


"HHAAAAA!!!!" Teriak regu Allenz dengan nyaring.


Salah satu pasukan meniupkan sangkakala tanda perang, suara itu juga terdengar ditelinga para iblis yang sebelumnya dilihat pasukan Hearterra, tak lama juga dari atas mereka terlihat Allenz yang lewat.


Membuat beberapa anak-anak iblis bersembunyi dan memeluk keluarga mereka.


Dari pertempuran, pihak Spadeforia bersusah payah menahan perbatasan mereka, tidak akan mereka biarkan wilayah kerajaan mereka diambil alih oleh para iblis.


"Hahaha!! Takutlah kalian, para manusia!" Ucap pemimpin iblis itu.


"Sial, kita kekurangan personil, sudah banyak yang terluka dan harus mundur, sial ini butuh tiga jam untuk pesan yang kirim bisa sampai ke pihak kerajaan." Ucap salah satu pasukan Spadeforia.


"Kalian akan tunduk pada Veld, sang putra mahkota dari iblis!!" Ucap pemimpin iblis bernama Veld, yang merupakan kakak dari Gregory. "Serang mereka!!"


Beberapa iblis dengan tubuh besar mulai maju dan menyerang pasukan Spadeforia, membuat beberapa pasukan harus dengan penuh tenaga mereka mempertahankan garis pertahanan kerajaan.


Hingga terdengar suara sangkakala ditiup, dari sana, muncul seseorang dengan pakaian hitam yang terbang dengan menaiki papan, tak lama dari dalam hutan keluar pasukan Hearterra yang datang.


"A-apa?! Mereka memiliki pasukan bantuan?!" Veld tidak menyangka akan ada bantuan untuk Spadeforia. "Cih?! Jangan main-main denganku?! Serang mereka juga?!" Titahnya.


Beberapa iblis juga langsung menyerang kedatangan regu Allenz. Allenz juga dengan cepat menggunakan Whistling Spell untuk membunuh beberapa iblis di paling depan yang datang.


Pertempuran kian memanas saat kedatangan Allenz bersama pasukan Hearterra.


Para pasukan Hearterra langsung membantu pihak Spadeforia, ada yang langsung membantu menyerang pasukan iblis, dan ada yang membantu mengevakuasi beberapa orang Spadeforia yang terluka untuk menjauhi medan tempur.


Semuanya saling membantu, dan mencoba memukul mundur pihak iblis yang cukup kuat bagi mereka.


Sementara Allenz sibuk membantai para iblis yang mendekatinya, dan sesekali dia menyerang dari udara membuat beberapa iblis susah meraihnya.


Beberapa iblis kemudian mengunakan sayap mereka, yang nampak seperti sayap kelelawar, dan terbang untuk mengejar Allenz di udara.


"Oh... Tak 'ku sangka kalian akan nekad." Ucap Allenz sambil menyeringai dibalik topengnya.


Allenz kemudian melesat ke arah para iblis yang terbang mendatangi dirinya.


"Maju, kalian semua!?" Teriak Allenz menarik pedangnya dan maju menyerang pasukan iblis yang mendekatinya.


Perang diudara terjadi, Allenz menghadapi beberapa iblis yang jumlahnya mencapai belasan.


Disaat perang itu berlangsung, kini regu Finn telah sampai ke medan pertempuran. Finn dengan kudanya dan beberapa pasukan berkuda dibelakangnya melaju memasuki pertempuran, sambil mengendarai kuda, para penunggang kuda menembaki para iblis dengan panah dan sihir.


Vlad semakin kesal, padahal rencananya untuk mengambil wilayah perbatasan Spadeforia ini untuk dia jadikan tempat markas barunya, setelah dirinya dan kelompoknya di usir dari kerajaan iblis, harus gagal total karena kedatangan pihak Hearterra yang ikut campur.


Muak dengan semua itu, amarah Vlad memuncak, membuat dirinya mengeluarkan aura mengerikan dan gelombang kejut yang hebat. Dia mengalami mode Demon Awaken dimana para iblis bisa mengeluarkan beberapa potensi asli mereka dengan mode ini.


Setelah auranya mereda, wujudnya telah berubah dia menunjukkan wujud baru dengan tampilan mengerikan, tubuhnya besar dan tidak karuan, dengan taring tajam dan tatapan benci yang mendalam.


Hingga beberapa mayat terjatuh dari langit, ada sekitar lima tubuh yang terbelah-belah jatuh. Dan ada yang beberapa hampir menimpa prajurit di bawah.


Vlad langsung menerjang maju dan menyerang secara brutal pada pasukan yang ada.


Dengan amarahnya dia membuat prajurit Spadeforia cukup kerepotan menghadapi Vlad yang mengamuk. Dia mampu melempar mereka ke udara dan membuat para prajurit banyak yang terluka.


Vlad yang sudah memiliki insting yang lebih tajam, langsung dengan reflek menahan serangan Finn.


Finn mencoba membuat Vlad mundur, namun nampaknya Vlad sudah jauh lebih kuat, dia dengan mudah langsung membuat gelombang kejut, membuat Finn terpental mundur.


"Cih, nampaknya memang harus serius." Kemudian Finn membuang perisanya, membuat kuda-kuda, dan memegang pedang besarnya, lalu merapal mantra. "Dengan cahaya matahari, bersinar terang, dengan singa yang mengaung layaknya raja, dengan pujian dan keagungan. Silver Lion Berserk!!" Mulai muncul cahaya abu-abu mengelilingi tubuh Finn, dan membuat sebuah tubuh transparan yang menutupi tubuhnya, yang nampak singa bertubuh manusia, dan perkasa.


Vlad terkejut dengan perubahan Finn, dia tidak pernah melihat ada seorang manusia mampu memiliki kemampuan hebat seperti ini. Namun, karena masih marah karena sebelumnya. Dia dengan cepat langsung menyerang Finn.


Finn yang nampak masih mengumpulkan kekuatannya, dan saat Vlad mendekat, Finn langsung mengayunkan pedang besarnya dari samping dan menghantam Vlad yang datang.


Serangan keduanya bertemu, membuat gelombang hebat di sekitarnya. Beberapa orang disekitar memutuskan untuk menjauh dari medan pertempuran Finn dan Vlad.


"I-inikah, kekuatan dari Finn sang Singa?!" Ucap seorang prajurit Spadeforia melihat kemampuan Finn.


Dari atas langit Allenz menyaksikan hal tersebut, dia juga hanya bisa melihat sekilas lantaran masih sibuk mengurus para iblis yang terbang mengejarnya.


Hantaman demi hantaman, Finn dan Vlad saling berganti serangan. Serang, tangkis, serang, tangkis. Membuktikan kehebatan mereka dalam bertarung satu lawan satu, tidak ada yang mau mengalah, keduanya sama-sama mengeluarkan kehebatan mereka. Membuat dampak pertarungan mereka makin besar.


Ini membuat beberapa orang nampak khawatir, karena konflik mereka sangat hebat. Meski Finn mengeluarkan potensi terbesarnya, namun itu memiliki batasan. Sangat tidak mungkin dia menggunakan kemampuan ini secara terus menerus, karena akan membebaninya karena banyak sihir yang dia pakai.


Tanpa aba-aba Allenz masuk dalam pertempuran Finn dengan Vlad.


"Allenz?!"


"Pak tua, kau terlalu lama. Aku sampai sudah membunuh banyak iblis." Ucap Allenz.


Hanya tersenyum simpul, Finn lalu mengajak Allenz untuk membantu dirinya untuk menghadapi Vlad. "Allenz, bisa kau bantu aku? Yang ini cukup sulit."


"Pada akhirnya kau memintaku untuk membantumu." Allenz kembali bersiap juga dengan posisinya.


Vlad yang tau melihat bahwa ada penganggu kian marah. Jika tidak ada sang penganggu mungkin dia sudah membunuh lawannya itu, yang adalah Finn.


"Dasar sialan!! Kalian datanglah dan bunuh si penganggu itu!!" perintahnya pada iblis lain.


Dengan begini Vlad tidak akan diganggu oleh Allenz dan dia bisa fokus pada Finn.


Para iblis mulai menyerang Allenz dan Finn yang saling membelakangi untuk menjaga sisi buta masing-masing. Saat Vlad ikut menyerang ke arah Finn yang menjadi targetnya. Namun, Finn telah mempersiapkan hal ini, dengan cara saat Vlad menyerangnya, Allenz sekali lagi menghalangi Vlad dan membuatnya sibuk.


"Mati!!"


"Allenz!!" Perintah Finn pada waktunya.


Serangan Vlad ditahan Allenz dengan papan seluncurnya. Namun kekuatan Vlad tidak boleh dianggap remeh, bahkan Allenz terkejut dengan kekuatan iblis Vlad saat dalam potensi asli dari iblis itu sendiri.


"SIALAN!!!!" Amukan Vlad membuat ledakan besar sihir yang menyerupai api, yang membuat Allenz terkena dampaknya,akibat dia yang paling dekat dengan Vlad. Bahkan Finn yang agak menjauh juga terkena pada bagian punggungnya, menyebabkan dirinya terdorong bersama iblis yang dia hadapi.


"Uhuk! Uhuk!" Finn yang tersadar kemudian mencoba bangkit dan dampak dari Vlad tadi membuat sekitaran mereka terbakar dari api misterius Vlad.


Para prajurit Spadeforia dan Hearterra kemudian datang dan membantu Finn akibat serangan tadi. "DImana Allenz?"


"Hahaha!! Akhirnya aku bisa menangkapmu, dasar lalat sialan!" Ucap Vlad.


"Ukh!?"


"Allenz!!" Teriak Finn dan hendak berjalan ke arah Vlad dan Allenz. Namun, akibat menggunakan Silver Lion Berserk, kakinya sudah tidak mampu mengangkat tubuhnya.


Kini Allenz tengah diangkat dan dicekik oleh Vlad dengan tangan kirinya. "Akibat dirimu, aku tidak dapat mengambil wilayah ini. Maka, daripada aku mengambil wilayah imi dulu. Lebih baik aku mengambil nyawamu." ucap Vlad sambil mengencangkan cengkraman tangannya pada leher Allenz.


"Hmm? Bagaimana kalau aku meyiksamu dengan perlahan, SEPERTI INI!!" Vlad membuat api sama yang dia gunakan saat mengamuk tadi pada tangan kanannya. Lalu mengenggam pundak kiri Allenz dan membakarnya.


"AAAAHHHH!!!" Teriak Allenz saat pundak kirinya seperti dibakar.


Beberapa prajurit lain juga hendak membantu, mereka menyerang Vlad dan hendak menghentikan aksinya. Namun beberapa iblis juga menghalagi mereka dan hanya beberapa yang bisa mendekati Vlad.


Serangan jarak jauh dilakukan membuat fokus Vlad terganggu. Membuat dirinya memutuskan untuk membawa Allenz ke langit untuk tidak ada yang menganggu dan terbang dengan sayapnya yang muncul di punggungnya.


"Sialan!!"


"Gawat!"


Saat sudah cukup tinggi, Vlad memutuskan membuka topeng Allenz dan melihat wajah orang dibalik topeng itu selama ini.


"Hmmm? Aku tidak menyangka bahwa kau ini hanya seorang bocah."


Menatap wajah Vlad, Allenz dengan jijik meludahi wajah Vlad.


"Cukup!" Vlad melanjutkan aksinya yang terganggu sebelumnya. Dia dengan tanpa ampun langsung membakar tangan kiri Allenz.


Dimana Allenz hanya merintih kesakitan dan hanya mengandalkan tangan kanannya. Dia mencoba dengan meninju wajah Vlad atau hanya memperpanjang waktu.


"Kau ini merepotkan!!" Dengan cengkraman kuat Vlad dengan mudahnya mencabut tangan kiri Allenz.


Mata Allanz berbuka saat dirinya sudah tidak bisa merasakan tangan kirinya. Darah muncrat keluar dari pangkal pundak tangannya.


Matanya mulai terasa berat akibat mulai kehabisan darah.


"Hahaha Ya! Seperti itu!! Tunjukan wajah putus asa itu!!" Ucap Vlad.


Namun, disisi lain Alans mencoba menyadari allenz yang mulai lemas. Hingga tidak punya pilihan lain selain mengambil tubuh Allenz.


Hingga mata Allenz terbuka kembali dengan kedua matanya berwarna merah darah. Membuat Vlad terkejut.


Alans kemudian bersiul dan sihir angin itu menyerang kedua sayap Vlad, membuat sayapnya terpotong.


"Ap–" Dengan begitu keduanya terjatuh dari ketinggian.


Di atas langit Alans mencoba membuat angin untuk memperlambat laju jatuhnya. Saat mendekati tanah dia mencoba memanipulasi angin yang didekat papan seluncurnya untuk dijadikan pendaratan. Papan itu kemudian terbang dan mendekati Alans, namun Vlad yang sama-sama jatuh di atasnya menembaki Alans dengan sihir yang jatuh dibawahnya dan berharap tembakannya mengenai Alans yang ada dibawahnya.


Hingga dirinya berhasil dibawa oleh papannya bersamaan dengan satu tembakan sihir Vlad yang mengenai dirinya.


Menyebabkan dirinya terjatuh dengan keras dan pingsan, dan disusul Vlad juga yang jatuh dengan keras tanpa pendaratan yang matang.


Namun, Vlad yang sudah jatuh dan mengalami luka serius masih mencoba bangkit lagi. Dengan kesempatan ini, Finn menyerang Vlad yang sekarat dan menusuknya dengan pedangnya hingga tembus ke belakang.


"Dasar... Manusia... Sialan..." Vlad mengenggam pedang yang menancap pada perutnya lalu mengenggam kedua tangan Finn.


Finn terkejut dengan Vlad menahan kedua tanganya agar tidak lepas dari genggaman pedangnya sendiri. Meski keadaan Vlad sudah buruk. Namun, dia masih bisa menahan tangan Finn.


Finn yang merasa firasat buruk dia mencoba melepaskan tangannya dengan menarik tangannya dari gagang pedang atau membenturkan kepala botaknya pada kepala Vlad.


"Mati...lah... bersama... ku... Hell Flare..." Finn melebarkan matanya, dia baru sadar bahwa Vlad hendak membakar dirinya sendiri. Dengan panik Finn mencoba lepas dari genggaman Vlad.


Namun, pada akhirnya....


Keduanya terbakar bersama.