
Ghea tersenyum tipis, ia mendongakkan kepalanya untuk menatap wajah tampan Radit. “Mungkin karna rasa cinta ku yang besar kepada mu” Ucap Ghea, gombalan maut. Radit tertawa kecil, ia kagum dengan cara Ghea menghargai hasil jerih payah nya.
“Bersiaplah, kita akan ke Kantor Ezra. Aku tidak bisa meninggalkan mu sendiri disini, mari ikut dengan ku” Ajak nya, Ghea tahu akan sangat membosankan menunggu Radit selama bekerja. Pria itu juga akan mengabaikan nya nanti, fokus dengan dokumen serta laptop nya. Bahkan tidak akan menanggapi setiap ucapan Ghea, “tidak deh, antar saja aku kerumah Ibu Clara.” ...