
Ghea memegang pundak Radit, ia mengecup kening Radit dengan lembut. Hal itu sukses membuat Radit membeku, ia tidak percaya dengan apa yang dilakukan Ghea barusan tadi.
"Maafkan aku, kita akan menghabiskan malam lagi" Ucap Radit, ia menggendong Ghea dan meletakkan nya secara perlahan diatas kasur. Radit tersenyum kala melihat wajah panik Ghea, apa lagi saat Radit menarik tali untuk menutupi bagian dada nya. "Kak, jangan berlebihan!" Bisik Ghea, ia menatap tajam Radit.
"Ibu masih mengintip, dan terpaksa aku harus melakukan ini. Pura-pura mendesah lah"
...