
Ku raih tangan Albert yang berada di hadapan ku, aku berdiri dengan kaki kanan ku, ku angkat sedikit. Tangan Albert bergerak memegangi pundak ku dengan kaki kami mulai melangkah.
"Arah mana yang akan kita tuju kak?" Ucap ku, seraya ku arah kan pandangan mata ku ke sekitar.
"Kita akan ke arah timur..." Ucap nya, kembali kami melangkah kan kaki ke arah timur dengan perlahan.
Setelah berjalan beberapa menit, aku mendengar suara nafas Albert yang terdengar sangat kuat. Aku menoleh ke arah nya, aku bisa melihat keringat bercucuran di seluruh tubuh nya.
"Kak, berhenti..." Ucap ku, seraya ku pegang tangan Albert yang masih berada di pundak ku.
"Kita istirahat ya..." Ucap ku lagi, ia menatap ku dengan heran. Aku memaksa nya untuk duduk bersandar di bawah sebuah pohon besar tepat di samping tubuh nya.
"Apa yang kau lakukan Zenith?" Ucap nya yang masih berusaha ingin tahu.
"Kau terlihat sangat pucat kak, beristirahat lah... Aku akan mencari sesuatu untuk mengobati mu..." Ucap ku, seraya berbalik pergi dengan berjalan dengan perlahan.
"Kau mau kemana?" Teriak nya, aku kembali menoleh ke arah nya.
"Percayalah pada ku kak, tetap di situ ok..." Ucap ku, ia hanya terdiam namun detik kemudian ia mengangguk dan tersenyum.
"Aku percaya pada mu Zenith..." Ucap nya. .
"Tidur lah kak, aku akan membangun mu jika aku sudah kembali kak..." Balas ku.
Kembali ku langkah kan kaki ku pergi mencari beberapa obat untuk mengobati luka kami
Setelah berjalan cukup lama aku melihat tumbuhan yang sangat ku kenal di kehidupan ku sebelumnya, jika tak salah ingat itu adalah tumbuhan binahong.
Kandungan daun binahong seperti anti inflamasi dapat di gunakan untuk mengkompres dan meredakan luka memar dan luka yang kami alami sekarang. Selain itu daun binahong juga memiliki fungsi yang lain seperti mengandung antiseptik yang efektif mempercepat penyembuhan luka dan mencegah infeksi.
Aku meraih beberapa potongan rambat yang terdiri dari sepuluh daun setiap tangkainya.
"Selanjutnya aku harus mencari air untuk membersihkan luka kami..." Ucap ku, seraya ku langkah kan kaki ku untuk mencari sungai atau apapun itu.
"Bergerak dengan kaki terluka memang sangat menyusah kan... Aku harus berhenti setiap saat." Aku lagi-lagi berhenti ketika rasa nyeri menyerang ku tanpa henti.
Di saat itu pula aku mendengar suara aliran air yang tak jauh dari tempat ku berdiri. Aku kembali berjalan mendekati sungai itu, setelah cukup lama berjalan di atas rintangan, akhir nya aku sampai di sungai jernih yang mengalir dengan cukup deras.
Ku arah kan pandangan mata ku mencari sesuatu untuk wadah air tersebut, setelah melihat-lihat aku mendapat kan sebuah daun talas yang dapat membawa air di atas nya.
Aku meminum air itu untuk diri ku sendiri, kemudian ku buka ikatan yang membalut luka ku dengan perlahan. Ku bersihkan luka ku dengan air itu.
"Perih banget... Huhhh..."
Setelah selesai membersihkan luka ku, aku menumbuk beberapa daun binahong dan ku letakkan di luka kaki ku, setelah nya kembali ku balut luka ku dengan kain robek dari baju ku.
Aku juga menumbuk daun binahong untuk Albert, seraya ku ambil beberapa air dengan daun talas sebagai wadah nya.
_
_
_
❤️❤️❤️