
Apa kau tau, aku masih belum percaya aku berada di sini sekarang. Apa yang terjadi dengan ku di tahun 2020 apa aku hidup? Mustahil jika aku masih hidup, tapi aku masih berharap jika suatu saat nanti aku bisa kembali ke sana.
"Apa yang kau lamun kan?"
Lagi-lagi ia mengganggu lamunan ku.
"Apa yang terpikirkan olehku lah, kakak tidak perlu tau..." Ungkapku sinis. Aku masih dendam terhadap nya. Bukan dendam, tapi ia masih sangat menjengkelkan bagi ku.
"Cepat makan makanan mu..."
Aku tidak menjawab namun aku menuruti perkataan nya. Aku ingin bertanya namun ku urungkan niatku.
"Apa yang akan kau lakukan Zenith..?!"
Ia melirik ke arahku.
"Entahlah..."
Ia beranjak berdiri meninggalkan ku sarapan sendirian di sini.
"Dia memang super-super menjengkelkan...
Huhhh...."
Aku beranjak berdiri meninggalkan ruang makan, aku kembali ke kamarku untuk membaca sebuah buku. Ku harap itu bisa membuatku tidak mengalami kebosanan berada di sini.
Lima belas menit sudah aku membaca. Aku menutup buku itu dan ku letakkan di atas meja.
Jika di sana, aku pasti sudah sibuk kuliah dan kerja part time, bahkan jika aku mengalami kebosanan aku bisa bermain gadget dan shopping. Hidup di sini memang melelahkan. Aku ingin kembali... Sangat membosankan.
Aku beranjak pergi turun mencari Albert, ia sedang berlatih pedang di halaman depan. Aku duduk di kursi lalu menatapnya dengan serius, apa ia tidak merasa kelelahan? Setiap hari ia selalu berlatih...
Ia berhenti berlatih. Ia berbalik berjalan ke arahku, ia menghampiri ku dan duduk di kursi samping ku.
"Kau terlihat sedang bosan Zenith..." Ungkapnya dengan suara yang masih kelelahan. Nafasnya terdengar tak beraturan dan keringat bercucuran di tubuh nya.
"Tidak ada hal yang bisa aku lakukan di sini..." Ungkapku menatap pepohonan lebat di hadapan ku.
"Kau bisa memasak, berlatih panah dan jalan-jalan... Bukankah itu hal yang menyenangkan..?!" Ungkapnya menoleh seraya mengambil gelas yang berisi air minum.
"Lalu apa yang kau inginkan?"
"Kak, apa kau tahu jika kita masih memiliki kakak laki-laki?" Ucapku serius menoleh ke arah nya.
Ia terlihat sedikit terkejut.
"Aku tau itu... Tapi kenapa kau bertanya sekarang?" Ungkapnya berusaha rileks.
"Aku hanya penasaran,,, aku tidak pernah melihatnya, kemana ia pergi?"
Ku tatap ia yang sedang mencoba menenangkan dirinya yang terlihat sedikit gelisah.
"Kakak hanya bertemu dengan nya beberapa kali,,,"
"Maksud kakak..?!"
"Dia baik-baik saja, aku yakin itu...." Ungkapnya dengan tergesa-gesa pergi meninggalkan ku sendirian.
Ada apa dengan nya? Sepertinya memang ada yang di sembunyikan dariku. Aku sangat penasaran sebenarnya apa yang terjadi sampai Albert gelisah seperti itu?
__________
Aku selalu bermimpi tentang mimpi yang sama, di dalam mimpi itu aku berada di tempat yang jauh tak ku mengerti dengan dua orang laki-laki... Siapa mereka? Apakah itu Albert? Terus siapa yang satu lagi? Apakah itu kakak tertua ku? Entahlah... Aku tidak melihat dengan jelas.
Itu membuat ku sangat stress memikirkan hal-hal yang sulit terpikirkan oleh otak manusia.
Jangan-jangan kelinci yang aku lihat itu adalah nyata? Tapi mungkin saja aku hanya berhalusinasi. Tapi kenapa aku selalu berhalusinasi tentang kelinci besar memakai pakaian perang sih? Ah.. sudahlah...
Aku kembali memejamkan mataku, aku ingin tertidur lelap. Aku mohon jangan mimpi lagi dan jangan berhalusinasi lagi. Jangan membuatku gila...
-
-
-
"Mimpi adalah ilustrasi dari buku yang di tulis jiwa mu tentang mu."