
...----------------...
asap putih mulai berkumpul di satu titik kamar milik Zu, gadis cantik yang sedang terlambat tanpa menggunakan cadar ataupun topeng itu tampak tidak terganggu dengan kemunculan asap tersebut,
perlahan asap putih boleh berubah membentuk sesosok pria tampan menggunakan jubah berwarna putih emas, sosok pria yang sangat tampan tanpa jambang ataupun kumis yang menutupi wajahnya dia adalah Alaska,
sosok pria yang beberapa jam yang lalu dipanggil Paman oleh seorang gadis cantik ini sudah berubah menjadi sosok pria tampan yang sulit dijelaskan dengan kata-kata,
tiba-tiba pria tersebut berjalan semakin dekat pada sosok Zu yang saat ini sedang tertidur pulas di kasurnya, Alaska memandang wajah Zu lama entah mengapa ia merasakan ketertarikan dan keterikatan dengan gadis yang sudah membebaskannya tersebut,
*sampai mati pun aku tidak akan mencintai wanita lain selain istriku, tapi ada apa dengan gadis ini kenapa aku merasakan aura yang familiar dari tubuhnya, gadis ini memiliki takdir yang sangat rumit apa maksud semua ini mengapa dia memiliki tubuh khusus yang tidak semua orang pernah dengar, ini adalah kasus pertama lahirnya seorang gadis yang memiliki tubuh khusus di daratan rendah ini, bahkan di daratan tertinggi pun tidak seorangpun yang memiliki tubuh khusus,
seorang wanita dengan takdir ini akan memiliki banyak pendamping hidup bagaimana mungkin istriku, aku tidak bisa membayangkan bagaimana jika aku harus berbagi istri dengan pria yang menjadi suaminya,
tapi aura ini memang memiliki istriku darah ini adalah darah istriku, Aku tidak ingin kehilangan kamu untuk kedua kalinya sayang maka aku akan mengikatmu dengan pernikahan daerah karena hanya aku pria pertama untukmu,,
Al lalu menggores tangannya dan meneteskan darah tersebut ke dalam mulut Zu,
di belahan dunia lain terdapat empat pria yang tiba-tiba saja memegang area dadanya jantung mereka berdebar kan perasaan tidak enak menjalar di seluruh tubuh dan pikiran mereka, salah satu dari pria tersebut berada di sebuah tempat yang makan orang mati pun takut untuk mendekatinya,, tidak ada matahari di sana namun bara api ada di mana-mana, sejauh mata memandang itu hanyalah pemandangan kesengsaraan di mana banyak sosok tidak berbentuk yang berteriak meminta tolong dan pengampunan,
Zu merasakan rasa manis di bibirnya namun sedetik kemudian dia membuka matanya dan duduk di atas kasur King size miliknya,
*apa yang baru saja aku rasakan manis ini bukan berasal dari wine Yang aku minum namun ini lebih seperti 😳, tunggu apakah aku menggigit bibirku atau lidahku
*apakah aku baru saja menelan darah siapa yang begitu manis maka itu adalah darahku atau hanya halusinasiku saja
setelah lama terjebak dalam pikirannya Zu kembali melanjutkan tidurnya yang beberapa saat yang lalu sempat tertunda, kali ini dia tidak terbangun karena rasa darah di dalam mulutnya lagi,
namun ia bermimpi sesosok pria tampan sedang berdiri dan membelakanginya di sebuah padang rumput yang luas
permisi maaf bolehkah aku bertanya di mana kita pada saat ini,
namun pria tersebut tidak berbalik dan melihat Zu.
hei apakah kamu tidak mendengarkanku, akuu
tiba-tiba saja Zu melihat pria tersebut berjalan menuju sebuah ayunan yang tak jauh dari tempatnya berdiri saat ini, mengikuti arah tujuan proyek tersebut ia melihat sesosok gadis sedang duduk di ayunan tersebut sambil tersenyum manis
...****************...
...End ...
...****************...
sayang