
Yogha yang sedang dalam perjalanan untuk menemui Bagus, teringat dengan anggukan Nurr yang entah mengapa selalu mengingatkannya pada sang istri, yang entah bagai mana kabarnya karena memang Yogha tidak pernah mencari tahu kabar istrinya itu.
Bukan karena tidak perduli tapi karena dia tidak ingin memberikan harapan pada Ainur nantinya.
Yogha sampai di depan pintu apartemen milik Bagus, dan setelah menunggu lumayan lama barulah pintu terbuka, dengan menampilkan wajah Bagus yang masih datar, karena belum memaafkan perilaku dirinya yang menurut Bagus kejam.
"Kamu mas...