Wanita Tuli Dan Bisu Untuk CEO Yang Sempurna

Wanita Tuli Dan Bisu Untuk CEO Yang Sempurna
Jangan bercanda


Yogha menghampiri mobil Bu Fatma dan seperti dugaannya Bu Fatma masi berada di dalam mobil


"Syukurlah" ucap Yogha dalam hati karena jika Bu Fatma sudah tidak ada di dalam mobil itu akan sangat merepotkan


"Assalamu'alaikum, mah?"


Bu fatma menjawab salam Yogha Setelah keluar dari dalam Mobil


"Mah ada apa ? kenapa mamah kemari?" tanya Yogha pura-pura tidak tahu tujuan sang mamah datang menemuinya


"Karena kamu membuat mamah cemas"


"mah aku ini sudah dewasa aku bukan anak kecil aku sudah bisa menjaga diriku sendiri".


"Iya mamah tahu, tapi kemarin sikapmu membuat mamah kawatir di tambah semalam kamu tidak pulang kerumah".


"Maaf itu karena Yogha perlu waktu sendiri" Ucapnya lesu


"Ga, apa karena Sheryl lagi?" tebak Bu Fatma dan yogha mengangguk


"Jadi siapa wanita yang kamu sukai sekarang" tebak Bu Fatma lagi yang tahu jika Yogha bersikap seperti itu pertanda jika sang anak tengah menyukai seseorang tapi terhalang janjinya di masalalu


Yogha tidak menjawab karena rasanya itu tidak pelu dia jawab namun karena ada hal yang ingin dia tanyakan yang bersifat pribadi Yogha pun mengajak mamahya masuk kedalam mobil


Bu Fatma yang mengerti jika Yogha ingin berbicara serius langsung masuk kedalam dan langsung menanyakan tujuan Yogha mengajaknya masuk kedalam mobil


"Mah aku ingin tanya apa mamah akan merestui aku dengan seorang gadis tuli dan bisu?" tanya Yogha langsung


Kaget tentu saja karena tidak ada angin tidak ada hujan sang anak menanyakan hal tersebut


"Jangan bercanda" itu yang keluar dari mulut Bu Fatma setelah menenangkan dirinya


"Aku tidak bercanda mah, aku serius aku menyukai gadis itu" ucap Yogha serius karena memang itu kenyataannya.


"Mah"


"Dengar jika kamu bersikeras ingin berhubungan dengan orang yang cacat jangan pernah kamu menganggap mamah mu ini mamah mu"


"Kamu itu Orang terpandang kamu Itu CEO sebuah perusahaan apa kata teman teman mamah nanti, dengar!!!! sekalipun gadis itu anak seorang pemimpin pondok mamah tidak akan merestui hubungan kalian" Bu Fatma berkata seperti itu karena berpikir jika wanita yang di maksud Yogha berasal dari pesantren karena kemarin Yogha baru saja dari sana


Helaan nafas terdengar berat dari mulut Yogha karena tebakannya benar jika sang mamah tidak akan merestui pernikahannya dan pilihannya untuk menjauhi Ainur sudah tepat dan sekarang semakin yakin saja tekadnya untuk membuat Ainur pergi.


***


Hari semakin larut namun Yogha belum pulang dan itu membuat Ainur khawatir di tambah tadidia sempat melihat jika Bagus sudah pulang pas sore hari


"Ksmana dia" pertanyaan itu terus dinucapkan Ainur saat melihat jam di dinding dan baru pukul sepuluh nalam suara pintu apartemen terdengar dibuka dari luar.


Cepat-cepat Ainur menghampiri pintu tersebut karena ingin menyambut kedatangan suaminya


Dengan memasang senyum yang sangat lebar dia berdiri disana dan saat dia melihat keadaan suaminya yang baru masuk senyum itu langsung redup


"Ada apa dengan penampilannya "Dan baru saja beucap seperti itu dia kini dikagetkan oleh seorang wanita di belakang suaminya yang berpakayan minim.


Pikiran buruk berputar di otaknya apalagi saat melihat jika dua orang terrbut masuk kedalam kamar milik Yogha


Ribuan belati terasa tertancab di dadanya merobek dan mencabik cabik isinya.


Dengan air mata yang begitu banyak Ainur berlali kearah kamarnya lalu dia banting pintu kamarnya itu dengan sangat keras.


Sementara di kamar Yogha wanita yang tadi bersama yogha berkata "Gha aku tidak tega telah membuatnya menangis".


"Diamlah kau tidak tahu apapun" ucap Yogha yang tidak suka jika temannya itu banyak bicara padahal dia sudah membayar sang teman untuk berpura-pura menjadi teman kencannya malam ini.