Triplet Dan CEO

Triplet Dan CEO
73. Dimana Lala?


Selama beberapa bulan ini kehidupan Lala di rumah keluarga Davies berjalan lancar seperti kehidupan Lala sebelumnya. Jennie sering membantu Lala mengurus triplet padahal perempuan itu sangat sibuk dengan tugas yang diberikan oleh Fernando.


Jennie mengatakan jika ia suka mengurus triplet, tidak ada kata lain kali jika Jennie ingin memenuhi kebutuhan triplet. Terkadang Lala khawatir sikap Jason dan Jennie yang memanjakan triplet akan membuat mereka lupa diri. Triplet akan menjadi manja dan melupakan kehidupan mereka dulu. Untuk mengantisipasi hal itu Lala membiasakan triplet untuk selalu rendah hati terhadap sesama.


Saat ini Lala seperti biasa sedang menyiapkan adonan untuk membuat kue. Beberapa kue sudah berhasil Lala luncurkan di etalase depan. Kini ia akan membuat satu macam kue spesial pesanan pelanggan.


Ting,, dering singkat dari ponsel Lala berbunyi. Layar ponsel itu menampilkan sebuah pesan singkat dari Jason. Lala pun membuka isi pesan itu.


^^^Jason^^^


^^^Jangan terlalu bekerja keras!! Aku sudah kaya seharusnya kamu tidak perlu bekerja. Aku akan lebih suka jika kamu mau menghabiskan uang ku.^^^


Lala


Bekerja adalah hobi ku😌. Semangat bekerja πŸ’ͺ


^^^Jason^^^


^^^Baiklah, aku tahu itu. Aku mencintai mu 😘😘😘😘^^^


Lala hanya melihat pesan terakhir dari Jason. Ia tidak berniat membalasnya. Namun sebelum Lala menutup telepon ada sebuah pesan lagi dari Jason yang membuat Lala membelalakkan matanya.


^^^Jason^^^


^^^Tidak balas ungkapan cinta suami \= DOSA!!^^^


Lala


Kamu bukan suami aku πŸ˜‘πŸ˜‘


^^^Jason^^^


^^^Aku akan menemui mu sekarang..πŸƒπŸƒ^^^


Lala


Tidak perlu ☠️☠️


Aku mencintaimu ❀️


Jason tersenyum melihat balasan pesan dari Lala. Padahal hari ini begitu banyak pekerjaan melelahkan yang harus ia tangani namun berbalas pesan dengan Lala membuatnya lebih bersemangat untuk menuntaskan pekerjaan hari ini juga.


...****************...


Hari ini Lala pulang kerja seperti biasa. Dan seperti biasa juga, Jason akan menjemputnya untuk pulang ke rumah bersama. Lala sudah terbiasa dengan sikap Jason yang sekarang, laki-laki itu sangat suka jika Lala menurut kepadanya. Demi menjaga kerukunan hubungan yang sudah membaik akhirnya Lala memilih mengalah dan menuruti setiap keinginan Jason. Asal bukan keinginan yang berbau negatif, Lala akan berusaha menurutinya.


Lala masuk ke dalam mobil Jason. Di kemudi depan ada supir Jason yang baru selesai cuti. Lala pikir Jason tidak suka memakai supir tetapi ternyata tidak. Jason bilang jika mulai sekarang ia hanya ingin menikmati waktu santai berdua bersama Lala di kursi mobil belakang jika mereka sedang satu mobil.


'' Bagaimana pekerjaan mu hari ini? Apakah melelahkan?'' tanya Jason mengambil alih tas yang Lala bawa. Jason meletakkan tas Lala di sampingnya kemudian kedua tangannya ia gunakan untuk memijat tangan Lala yang terlihat kecil dan tidak begitu berisi.


'' Aku kan sudah sering bilang, berhenti lah bekerja. Biarkan aku yang menggantikan tugas mu untuk memenuhi kebutuhan kalian,'' ucap Jason.


'' Lihat lah tangan mu ini. Sangat kecil, bahkan tidak berdaging,'' ucap Jason lagi.


'' Bekerja adalah hobi ku,'' balas Lala.


'' Ok berhubung kita belum sah, aku akan membiarkan kamu bekerja sepuas mu. Tapi nanti jika kita sudah menikah aku akan tetap membiarkan mu bekerja. Bekerja siang malam untuk memberi adik buat triplet. Ingat itu baik-baik!! Pekerjaan wajib yang harus kamu lakukan setelah kita menikah adalah melayani ku sebagai suami mu. Twenty four seven you must thinking about me,'' ucap Jason.


'' Menyebalkan,'' gerutu Lala mendengar perkataan Jason.


'' Yes, I am'' sahut Jason mendengar Lala menggerutu.


Mobil terus melaju hingga Jason dan Lala sudah sampai di kediaman rumah Davies. Jason menggandeng tangan Lala untuk turun dari mobil kemudian mereka berdua masuk ke dalam rumah.


Di dalam rumah, Jason dan Lala mendapati Jennie dan Fernando yang membahas pekerjaan. Sedangkan triplet, mereka asyik belajar dengan buku-buku tebal yang tersedia di perpustakaan rumah itu. Sekarang Lala tahu jika triplet adalah anak-anak yang pintar. Makanya kemarin Jason menugaskan seorang guru les privat untuk mengarahkan kepintaran triplet.


Triplet akan dibimbing untuk menentukan bakat dan keahlian mereka masing-masing. Jason juga sudah mengajukan jika tahun ini triplet akan loncat kelas sesuai dengan kriteria kemampuan mereka.


'' Kakak, kalian sudah pulang?'' ucap Jennie melihat Lala dan Jason baru datang. Fernando juga ikut menyapa Lala dan Jason.


'' Iya Jen. Kalian sepertinya lagi sibuk, kamu lanjutkan saja pekerjaan mu,'' balas Lala dan Jennie mengangguk.


'' Anak-anak lagi belajar, aku akan ke atas untuk mandi sebentar,'' ucap Lala kepada Jason.


'' Ikut,'' ucap Jason mengikuti Lala naik tangga. Jason juga akan mandi di kamar yang bersebelahan dengan kamar Lala.


...****************...


Jason mengistirahatkan tubuhnya setelah bekerja dari pagi hingga terik sinar matahari yang begitu menyengat. Walaupun di dalam ruangan, Jason ikut merasakan hawa panas yang sedang terjadi di luar.


Seperti biasa Jason akan makan siang di dalam ruangannya agar bisa menghemat waktu untuk dirinya berisitirahat lebih. Jason lebih suka makan siang di ruangannya dari pada di luar. Jika bukan karena makan siang dengan relasi bisnisnya, Jason sangat jarang menghabiskan jam makan siang di luar kantor.


Hari ini Jason makan masakan buatan Lala yang ia bawa tadi pagi. Karena kemarin Jason memaksa Lala untuk membuatkannya makan siang alhasil makanan itu bisa Jason makan setelah tadi pagi Jason mengunjungi rumah di pagi hari.


Drtdrtdrt tanda ponsel Jason bergetar. Jason memang membuat ponsel miliknya dalam mode silent agar ia tidak terganggu notifikasi. Jason kemudian mengangkat panggilan itu yang bertuliskan sebuah nomor telepon kabel.


'' Halo, apa ini benar dengan Tuan Jason?'' tanya orang yang berada di seberang sana.


'' Benar. Owner bakery tempat Lala bekerja? Mengapa anda menelepon saya?'' tanya Jason yang memiliki nomor telepon kabel bakery tempat Lala bekerja. Jason sengaja menyimpan nomor itu agar ia tidak kesulitan untuk menghubungi Lala jika wanita itu sedang sibuk hingga tidak bisa mengangkat panggilan dari Jason.


'' Tuan saya ingin melaporkan jika Lala eh maksud saya Nyonya Lala belum pulang sejak pukul sembilan pagi tadi. Nyonya Lala bilang jika ia sedang ada urusan dengan temannya yang terlibat masalah. Nyonya Lala tidak menjelaskan secara detail apa masalahnya tetapi dia bilang jika dia akan kembali seceepatnya ke bakery. Namun anehnya sampai sekarang belum ada kabar dari Nyonya Lala, tuan. Saya sudah mencoba menghubungi tetapi ponsel Nyonya Lala tidak aktif,'' jelas owner bakery tempat Lala bekerja.


Jason menutup panggilan itu sepihak. Ia langsung menelepon nomor Lala. Setelah mencoba berkali-kali menelepon, benar yang dikatakan owner itu jika ponsel Lala tidak bisa Jason hubungi.


'' ****, kamu dimana La?'' gumam Jason setelah itu menyambar jas yang tergantung di gantungan baju.


Jason keluar ruangan untuk menemui Fernando. Jason harus segera mencari Lala, ia takut terjadi sesuatu dengan wanita itu. Sebelum Jason benar-benar menemui Fernando, Jason bertanya kepada Niki terlebih dahulu. Siapa tahu Niki mengetahui dimana Lala sekarang berada.