Triplet Dan CEO

Triplet Dan CEO
52. Poor Karen


Karen mengikuti Jason pulang ke apartemennya. Jason membiarkan Karen mengikutinya dengan berkendara mobil sendiri. Jason ingin membersihkan tubuhnya. Setidaknya dengan mandi air dapat membuat kepala Jason lebih jernih.


Jason membiarkan Lala marah kepadanya. Jason yakin dengan sedikit rayuan wanita itu pasti bisa luluh kembali.


'' Jason. Aku ingin pernikahan kita terus berlanjut,'' ucap Karen duduk di sofa apartemen Jason.


'' Karen sudah berapa kali aku bilang ha? Aku ingin mengakhiri hubungan kita,'' jawab Jason.


'' Dengan menikahi wanita catering itu?'' tanya Karen tersenyum miring.


'' Entahlah,'' jawab Jason masih gamang. Jika Jason mengatakan nyaman dengan Lala maka itu benar. Tetapi untuk merasakan hati, Jason masih belum bisa menyimpulkan secara pasti. Perasaan Jason tidak seperti neraca keuangan perusahaannya. Yang semudah dianalisa, dirincikan, dan dikira-kira oleh Jason sendiri.


'' Apa hebatnya wanita itu Jas?; Apa kamu sangat mencintainya? Dia wanita murahan yang memiliki anak tanpa suami. Wanita seperti itu yang kamu suka?'' ucap Karen.


'' Diam lah Karen! Wanita yang kamu sebut murahan dan anak yang kamu sebut sebagai anak haram, aku lah penyebabnya. Aku lah papa kandung mereka. Enam tahun yang lalu, aku lah yang merusak Lala hingga mengandung anak-anak kami,'' ungkap Jason dan berhasil membuat Karen terkejut.


'' Tidakkah kamu merasa wajah ku dengan tiga anak kembar tadi mirip? Kamu sudah menghina mereka Karen. Aku akan menjadi papa pengecut jika tidak memberikan kamu pelajaran yang pantas,'' ucap Jason tersenyum miring. Suaranya berubah seolah-olah ingin menghabisi Karen.


'' Apa? Jason bagaimana bisa? Mereka anak-anak kamu? Ini tidak mungkin,'' balas Karen menyangkal semua itu.


'' Ini adalah fakta. Aku adalah papa kandung dari anak-anak yang kamu sebut sebagai anak haram. Sekarang terima balasan dari perbuatan kamu tadi,'' ucap Jason membuat nyali Karen menjadi ciut.


'' Apa yang akan kami lakukan Jas?'' tanya Karen berusaha menutupi kegugupannya.


Di tengah perasaan takutnya, ponsel Karen bergetar. Ia mengambil ponsel yang berada di dalam saku hoodie yang ia kenakan. Karen mengangkat telepon yang menyambungkan dirinya dengan suara si penelepon.


'' Halo om,'' ucap Karen membuka suara.


'' Karen, tolong om. Bilang sama tunangan kamu untuk berhenti memojokkan om,'' ucap penelpon yang merupakan pria paruh baya yang selalu bersama Karen.


'' Maksud om, apa?'' tanya Karen tidak mengerti.


'' Om dijebak. Waktu om ikut judi om ditawari taruhan sejumlah uang banyak jika om menang, tapi jika om kalah om harus siap memenggal kepala om sendiri. Karen tolong om. Tadi om hanya terlalu percaya diri dan sangat berantusias karena iming-iming uang banyak. Tapi disini om kalah. Karen tolong om, om tidak ingin mati, om masih ingin hidup,'' jelas pria paruh baya yang mengadukan kesialannya kepada Karen.


'' Bagaimana itu bisa terjadi? Lalu Karen harus bagaimana om?'' tanya Karen ingin tahu lebih jelas.


'' Bertanyalah kepada tunangan kamu. Dia yang sudah merencanakan semua ini,'' jelas pria paruh baya itu lagi.


Karen menatap Jason tajam. Karen membanting ponselnya kala telepon itu berakhir.


'' Brengsek kamu Jason. Apa yang sudah kamu lakukan pada pria paruh baya itu? Asal kamu tahu dia adalah paman ku. Paman yang selama ini selalu ada untuk ku,'' ucap Karen marah kepada Jason.


'' Aku tidak perduli dia paman mu, kekasih mu, atau siapapun itu. Yang pasti itu salah satu akibat karena kamu sudah berani bertindak jauh terhadap kehidupan ku,'' balas Jason.


'' Berhenti menganggu ku dan mereka,'' jawab Jason. Mereka yang dimaksud Jason adalah Lala serta anak-anaknya.


'' Jason, apakah sedikit saja kamu tahu ? Selama ini perasaan ku sangat tulus padamu Jas. Aku mencintaimu dengan hatiku. Aku memang wanita ular, suka kekayaan, materialistis persis seperti yang kamu bilang, tapi satu hal yang kamu tahu kamu cinta pertama ku Jas,'' ucap Karen rendah.


'' Selama ini aku selalu berusaha keras untuk bisa memasuki kehidupan mu, menutup mata atas sikap acuh mu, bertingkah gila dengan memaki wanita lain yang mencoba mendekati mu serta masih banyak kegilaan ku yang lain karena aku sangat mencintaimu Jas. Tidak kah sekali pun kamu melihat itu,'' ucap Karen menatap mata Jason dalam.


'' Ini semua salah mu. Dari awal aku tidak pernah menghendaki hubungan ini. Kamu sendiri yang membuat gosip seolah-olah aku dan dirimu memiliki hubungan. Dan bodohnya aku mengikuti segala jenis permainan mu,'' ucap Jason menatap tajam Karen.


Posisi mereka sekarang yaitu Karen yang sedang duduk di sofa dengan wajah mendongak menatap wajah Jason yang berdiri di depannya. Jason sedikit mencondongkan tubuhnya ke arah Karen. Mereka bertatapan tajam saling mengeluarkan amarah masing-masing.


'' Asal kamu tahu, satu-satunya alasan ku mengapa mengikuti alur mu karena kamu adalah wanita bodoh. Dari ribuan banyak wanita yang mendekati ku, kamu lah yang terbodoh. Kamu melibatkan hati dalam hubungan kita. Cihh padahal sedari awal aku jelas pernah mengatakan jika aku memanfaatkan kamu untuk membuat citra baik diriku di hadapan publik. Dengan menjalin hubungan dengan mu aku bisa mendapat banyak keuntungan dari kepopuleran mu, terhindar dari desakan menikah dan juga terbebas dari wanita ular lain yang sama juga seperti mu,'' ucap Jason menunjuk dahi Karen. Jason tersenyum remeh melihat mata Karen yang mulai memerah.


'' Kamu benar-benar manusia munafik, brengsek'' ucap Karen mendorong tubuh Jason ke belakang.


Badan Jason terhuyung ke belakang namun tidak sampai jatuh. Ia masih bisa mempertahankan keseimbangannya.


Karen menyesal karena telah mengikuti Jason sampai ke apartemennya. Ia tidak menyangka bahwa banyak fakta terungkap hari ini. Karen pikir sikap acuh Jason yang membiarkan dirinya masuk ke dalam kehidupan Jason adalah karena laki-laki itu yang mulai mencintainya. Namun semua perkiraan itu salah. Karen telah salah menempatkan hatinya pada laki-laki brengsek seperti Jason.


'' Selama ini aku sudah cukup bersabar dengan segala tingkah gila mu. Aku diam bukan berarti aku tidak tegas. Aku diam karena jujur saja aku masih membutuhkan jasa mu untuk menutupi informasi tentang diriku yang sudah memiliki anak. Kamu tahu dengan adanya hubungan kita ini, orang-orang tidak akan mencari tahu tentang kehidupan ku yang sesungguhnya. Katakan saja aku berlindung dibalik topeng dari mu, karena semua itu memang benar '' jelas Jason lagi.


Betapa bodohnya selama ini Karen. Dia yang berfikir bisa memanfaatkan Jason justru itu sebaliknya. Jason menggunakan Karen untuk menutupi aibnya yang telah memiliki anak di luar nikah. Karen tidak menyangka Jason sebegitu liciknya.


Satu kata sekarang yang tertanam di pikiran Karen. Ia akan menyerah untuk usahanya selama ini. Pernah berharap akan sikap Jason yang terkadang baik kepada dirinya ternyata itu hanya semu. Karen kira Jason menganggapnya berbeda dari wanita lain ternyata Karen sama saja dengan mereka yang mengejar Jason.


Dua tahun menjalani hubungan palsu cukup membuat Karen sedikit mengerti apa arti cinta dibalik keegoisan dan kepalsuan. Karen yang senantiasa menemani Jason ke acara pesta, pertemuan penting, menjadi sorotan dari banyak media semua itu hanya fatamorgana sekilas yang membuat Karen menjadi wanita pengharap cinta.


Tak berselang lama mereka saling melontarkan kata-kata setelah itu berganti ponsel Jason yang bergetar. Jason mengambil ponsel miliknya kemudian menjawab panggilan yang ternyata dari sang sekretaris Jason.


'' Aku segera kesana. Siap kan dokumennya setelah itu kita berangkat meeting,'' ucap Jason setelah berbincang dengan Niki. Niki memberitahukan jika Jason ada rapat penting yang tidak bisa diwakilkan. Rapat ini merupakan kelanjutan proyek besarnya yang kemarin.


'' Pergilah, setelah ini aku harus ke kantor. Kita buat kesepakatan baru. Kamu berhenti menganggu ku dan mereka sebagai gantinya aku melepaskan paman bodoh mu yang suka berjudi itu,'' ucap Jason lagi kepada Karen.


'' Jangan menyebutnya bodoh! Dia paman ku,'' desis Karen tidak terima paman yang selama ini menemaninya dikatakan bodoh.


'' Terserah apapun itu. Pergi dari sini dan jangan pernah memunculkan kembali wajah mu dihadapan ku. Untuk sekarang mungkin hanya paman mu yang ku usik bisa jadi nanti karir mu juga tidak akan terlepas dari kekuasaan ku,'' ucap Jason.


Karen sudah tidak perduli dengan perasaannya kepada Jason. Sekarang yang terpenting hanya keselamatan pamannya.


'' Bebaskan paman ku. Setelah itu hubungan kita berakhir sesuai keinginan mu,'' ucap Karen memutuskan.


'' Bagus,'' balas Jason tersenyum smirk.