Triplet Dan CEO

Triplet Dan CEO
40. Bebas


Jason mengetuk pintu kamar Lala. Sudah ketukan ke sekian tetapi Lala tidak kunjung membuka pintunya. Jason mencoba membuka pintu dengan memutar knop pintu yang ternyata tidak dikunci. Jason perlahan masuk kemudian melihat sekeliling kamar Lala namun Jason tidak mendapati Lala di kamarnya.


'' Sial, aku keduluan'' gumam Jason setelah itu keluar kamar.


Sebelumnya Jason mendapatkan telepon dari Fernando. Fernando mengatakan jika ia kecolongan oleh salah satu karyawan yang sudah melapor ke polisi. Fernando tidak bisa mencegah karena karyawan itu marah-marah dan juga merasa tidak terima atas kejadian naas hari ini.


Kondisi karyawan itu tidak sebegitu parah namun aksi protes ia layangkan untuk menuntut Lala sebagai pelaku kejadian yang ada di perusahaan. Tidak mungkin ada karyawan sakit terlebih secara massal tetapi tidak ada penyebabnya yang dilakukan oleh seorang pelaku.


Jason mengambil jas nya yang tersampir di kursi kemudian memakainya dengan tergesa-gesa. Sebelum pergi terlebih dahulu ia pergi ke meja makan untuk menemui triplet yang masih makan.


'' Anak-anak. Ada pekerjaan yang harus papa urus, apa kalian tidak apa-apa jika papa tinggal?'' ucap Jason berpamitan.


'' Apa ada masalah serius? Lalu dimana mama, pa?'' balas Matt yang juga dengan pertanyaan.


'' Hanya masalah biasa. Papa mu bisa mengerjakannya. Oh ya mama kalian kembali ke kedai karena kedai sedang ramai,'' jawab Jason tidak sepenuhnya bohong. Kedai Lala memang ramai bukan karena pengunjung melainkan karena kedatangan pihak polisi.


Sebelum berangkat Jason mencium pucuk kepala triplet satu persatu. Ia akan menitipkan triplet seperti biasa kepada anak buahnya. Hal seperti ini yang selalu dibanggakan oleh Jason yaitu triplet yang tidak pernah rewel ketika salah satu diantaranya baik Lala maupun Jason yang sering meninggalkannya.


Jason keluar rumah setelah memastikan anak buahnya akan menjaga triplet. Tak butuh waktu lama sekarang Jason sudah mengendarai mobilnya menuju jalan raya. Selama di mobil Jason juga menghubungi Fernando untuk datang juga ke kedai Lala.


...****************...


'' Apa anda yang bernama Nyonya Lala?'' tanya polisi berseragam dengan perawakan yang tinggi.


'' Iya saya sendiri,'' balas Lala yang kini sudah menemui polisi itu.


'' Bisa ikut kami sebentar untuk menjalani pemeriksaan? Nama anda sedang terseret kasus keracunan massal yang terjadi di sebuah perusahaan dengan anda sebagai penyuplai makanan itu. Apa anda keberatan untuk ikut? Anda bisa memberikan keterangan nanti ketika di kantor polisi,'' jelas polisi itu.


Lala mengangguk membiarkan dirinya ikut dibawa oleh polisi. Beberapa karyawan Lala hanya diam karena memang mereka tidak tahu menahu tentang masalah ini.


'' Satu lagi Nyonya Lala. Kedai anda untuk sementara akan kami tutup untuk menjalani investigasi lebih lanjut,'' ucap polisi itu lagi.


Lala kembali mengangguk mengiyakan perkataan polisi itu. Dirinya hanya bisa pasrah ketika pihak berwajib telah menuduhnya sebagai terdakwa. Para karyawan terpaksa dipulangkan dan kegiatan kedai juga harus diakhiri. Lala mengatakan kepada karyawannya jika akan meliburkan mereka sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Entah itu bisa lama atau tidak karena Lala sendiri juga tidak tahu kedepannya.


Lala keluar kedai diikuti oleh beberapa polisi yang ada di belakangnya. Untuk pertama kali Lala menaiki mobil ber sirine selain ambulans. Mobil polisi itu melaju membawa Lala ke kantor pusat.


Sekarang disinilah Lala berdiri di dalam sel setelah menyatakan beberapa informasi yang ia ketahui. Polisi itu mengatakan akan menangani masalah ini lebih lanjut dan tidak akan membebaskan Lala dalam waktu dekat.


Jason datang bersama Fernando ke kantor polisi. Jason merasa tidak berguna karena telat mencegah Lala dibawa polisi yang Jason yakini Lala pasti merasa ketakutan. Fernando mengikuti Jason masuk ke dalam kantor polisi.


Jason dan Fernando bernegosiasi dengan pihak polisi untuk membebaskan Lala. Jason memang tidak mengantongi bukti tetapi dirinya sudah menjamin akan menyelesaikan masalah ini dengan jaminan uang. Semboyan ada uang semua beres benar-benar berlaku. Jason telah memberikan sejumlah uang kepada semua karyawan agar tidak memperlebar masalah ini ke jalur hukum. Sedangkan karyawan yang menuntut Lala tadi juga sudah mencabut laporannya.


Ada beberapa karyawan yang sempat menolak berdamai, namun mengingat posisi siapa itu Jason, karyawan itu kembali mengiyakan perintah bosnya. Kekuasaan Jason memang tidak bisa diragukan lagi.


Polisi setuju kasus akan ditutup dan tidak akan diperpanjang. Jason telah menjamin semua ini. Polisi menyetujui karena Jason memiliki pengaruh besar di dunia bisnis. Polisi itu tahu siapa Jason dan keluarganya. Sudah banyak kasus terbantu karena kejelian keluarga Davies.


Jason bersyukur ternyata semudah itu bernegosiasi untuk membebaskan Lala. Jason diantar polisi untuk menjemput Lala yang berada di dalam sel.


Jason melihat Lala yang terlihat lelah. Terlihat gurat kesedihan di wajahnya namun Lala tidak menangis mengeluarkan air mata seperti kebanyakan para wanita lain. Polisi mulai membuka pintu sel dan membiarkan Lala keluar.


Lala melihat Jason bersama polisi menghampirinya. Ada kelegaan tersendiri begitu melihat Jason. Lala menghambur memeluk Jason. Jason menerima pelukan Lala.


'' Ayo pulang! Kamu bebas,'' ucap Jason setelah mengurai pelukannya dengan Lala.


'' Benarkah? Bagaimana bisa?'' tanya Lala tidak percaya.


Lala pikir dirinya akan bertahan dalam sel ini untuk waktu yang lama. Ternyata tidak lebih dari dua jam dirinya ditahan, ada Jason yang membebaskannya. Lala mengucapkan terima kasih kepada polisi itu kemudian dirinya dan Jason melangkah pergi.


Jason membawa Lala masuk ke dalam mobilnya. Jason menjalankan mobilnya setelah Lala duduk manis di sampingnya. Fernando masih mengurus hal lain jadi dia tidak mengikuti Jason dan Lala.


'' Kita mau kemana? Bukankah kita harus pulang?'' tanya Lala karena Jason tidak membawanya pulang.


'' Nanti setelah kamu memberikan hukuman untuk orang yang telah menjebak kamu,'' balas Jason tidak menatap Lala karena fokus menyetir.


Lala tahu dirinya tidak bersalah lalu siapakah yang mengerjai dirinya dengan cara seperti ini. Jason sudah tahu dan sebentar lagi dirinya akan dibawa menemui orang itu.


Mobil Jason membawa Lala ke sebuah perumahan elit yang terdiri dari rumah-rumah mewah. Cluster perumahan ini terletak di tepi kota karena desainnya yang ingin jauh dari keramaian.


Kurang dari beberapa menit, mobil Jason berhenti di rumah yang paling mewah disepanjang deretan rumah yang lain. Lala turun dari mobil setelah Jason membukakan pintu mobilnya.


'' Ayo turun!'' ucap Jason menggandeng Lala masuk ke dalam rumah.


'' Rumah siapa ini?'' batin Lala bertanya-tanya.