TAKDIR CINTA MAYANG

TAKDIR CINTA MAYANG
#TAKDIR CINTA MAYANG# PART 68


...BABYMOON DI VILLA, KOTA MALANG...


...****""""****...


...Di dalam mobil, perjalanan menuju Malang...


Suasana di dalam mobil sangat canggung, mereka berdua hanya duduk terdiam tanpa berkata-kata.


Sejak awal perjalanan, Radhif sengaja memutar lagu-lagu melow.


Lagu-lagu cinta yang menenangkan.


Tujuan Radhif agar hati Mayang tergerak karena terbawa suasana saat mendengarkan lantunan lagu melow tersebut.


Suasana cukup tegang hingga saat Mayang terbatuk, Radhif mulai berceloteh mencairkan suasana yang beku di antara mereka.


"Uhuhuhuhuk.....!" Mayang mulai terbatuk.


Wanita hamil memang terkadang sensitif terhadap sesuatu.


Sepertinya Mayang juga mengalaminya.


"Kau baik-baik saja, Dek?"


"Apa kita berhenti saja dulu di depot untuk istirahat makan dan minum?" tanya Radhif penuh kekhawatiran melihat Mayang.


'Hhhhmmmm....sepertinya Kak Radhif sudah melupakan permasalahan kemarin, atau apa perhatian ini hanya karena kasian melihat keadaanku yang tengah hamil muda?' gumam Mayang dalam hati.


"Aku tidak apa-apa, Kak. Hanya merasa mual dan sedikit pusing. Setelah menggunakan minyak angin keadaanku pasti baik kembali," sanggah Mayang berusaha menepis kekhawatiran dalam hati Radhif.


"Apa kau tidak lapar? Aku tak mau anak kita nanti kelaparan," balasnya sembari memegang perut Mayang.


'Masyaallah, sungguh aneh pria ini. Saat cemburu dia bisa berubah bagaikan singa yang siap menerkamku, sedangkan saat dia merasakan cinta yang dalam sikapnya sangat lembut dan penuh perhatian.


Ya, Allah aku bingun dengan sikap Kak Radhif.


Hamba-Mu ini tak tahu harus bersikap seperti apa saat menghadapi kemarahannya,' ucap Mayang dalam hati.


"Apa kau membatin tetangku, Mayang?" tiba-tiba Radhif berkata seperti itu, membuat Mayang sangat terkejut.


"E...eh...an...anu... Aku tidak membatin tentangmu. Hanya memikirkan sikapmu yang selalu berubah-ubah," balas Mayang keceplosan.


"Ternyata kau sangat jujur, Mayang-mama sayang," celetuk Radhif sambil menarik hidung Mayang.


"Aaauuuggghhh...sakit, Kak Radhif fokuslah mengemudi!" perintah Mayang sembari menatap ke depan.


"Berani sekali kau memerintah suamimu. Kau akan mendapat hukuman atas kesalahanmu," protes Radhif sambil menarik Mayang ke arahnya.


"Kak Radhif, ayolah fokus ke depan. Jangan berbuat aneh," ucap Mayang serius.


"Ok...baiklah, aku akan menyetir dengan baik Nyonya Radhif. Apa setelah kita sampai kau akan memberiku hadiah kecil?" goda Radhif sambil mengerlingkan matanya ke arah Mayang.


Mayang hanya tersenyum tipis, matanya menatap keluar jendela mobil.


Berusaha menutupi rasa grogi dan rasa malunya.


Detak jantungya berdetak tak seperti biasanya.


Kali ini terdengar lebih cepat, keringat dingin pun membasahi tengkuknya.


Telapak tangannya dingin, perutnya terasa mules. Keadaan ini biasa terjadi saat Mayang mulau merasa gugup.


Hal ini pernah terjadi ketika mendiang Kak Radhit pertaman kali mengungkapkan perasaan cintanya saat berada di puncak Gunung Semeru.


Mayang tersadar dari lamunannya, ketika tangan Radhif menyentuh jari jemarinya.


Begitu hangat di rasakannya, meski tak selembut kapas namun sentuhannya sangat menenangkan dan hangatnya sampai ke hati Mayang yang mulai membeku.


Perlakuan lembut Radhif terkadang membuat Mayang terbuai, hingga terbang ke langit ketujuh.


Akan tetapi saat Radhif cemburu dan marah sikapnya sangat kasar, Radhif tak bisa mengontrol emosinya.


Apalagi bila berhubungan dengan mantan pacar Mayang yang bernama Setyo.


Setelah menempuh perjalanan lumayan lama menuju Malang akhirnya mereka sapi di sebuah tempat. Radhif menghentikan mobilnya di halaman yang cukup luas, itu adalah pelataran sebuah cafe.


Nama cafe itu adalah cafe unik, tempat nongkrong bertema taman.


Ada halaman di samping dan di dalam cafe yang di desain unik namun menawan.


"Apa kau mau turun bersamaku?" tanya Radhif.


"Aku di mobil saja, Kak. Perasaanku kurang baik, rasa mual dan pusing membuatku sensitif terhadap sesuatu yang ada di sekitarku," ucapnya memohon.


"Apa kau yakin Mayang-mama sayang?" tanya Radhif memastikan Mayang baik-baik saja saat dia meninggalkannya sendirian.


"Pergilah kak!"


"Aku bisa tetap di sini. Jangam khawtir, aku bukan anak kecil lagi," tambahnya. Meyakinkan Radhif agar pergi.


"Baiklah, aku hanya sebentar saja bertemu Heru. Aku cuma mengambil kunci villa miliknya," balas Radhif sambil membelai lembut rambut dan pipi Mayang.


Refleks Radhif menarik kepala itu hendak menciumnya, namun secepat itu pula Mayang menghalangi bibirnya dengan telapak tangannya.


"Gagal Lagi!" omel Radhif sambil tersenyum kecut.


Mayang yang melihatnya tersenyum lebar tanda kemenangan miliknya.


"Kali ini kau lolos, tapi jangan berharap malam ini kau akan lolos Mayang-mama sayang!" celetuk Radhif spontan.


Ucapan itu menggelitik hati Mayang, membuatnya merinding disko membayangkan apa yang akan Radhif lakukan nanti sesampainya di villa milik adik letengnya itu.


'****** aku, malam ini tak bisa mengelak lagi. Apa yang harus aku lakukan untuk mencegahnya melakukan itu?


Alasan apa yang aku berikan agar semua itu tidak terjadi,' batin Mayang sambil terus berusaha memikirkan alasan untuk mencegah Radhif menjalankan rencananya.


Sebelum keluar dari mobil miliknya, Radhif menelpon seseorang.


Menanyakan posisi pria yang di teleponnya itu.


Ternyata mereka sudah berada di dalam cafe unik, menunggu kedatangan Radhif.


Radhif melangkahkan kakinya menuju cafe.


Saat memasuki cafe tersebut Radhif terlihat celingukan mencari keberadaan adik letengnya yang bernama Heru.


Dari kejauhan Heru sang danton cakep itu melambaikan tangan ketika melihat abang letengnya yang bernama Radhif muncul dari balik pintu masuk cafe.


Sengaja dia mencari tempat duduk yang megarah ke arah pintu, agar memudahkannya melihat para pelanggan yang masuk ke dalam cafe tesebut.


"Kau sendiri?"


"Atau bersama seseorang? Kenapa ada 3 gelas minuman di meja?" tanya Radhif penuh selidik.


"Aku bersama anggotaku, tapi dia sedang menghubungi seseorang di taman belakang cafe ini," jawab Danton Heru.


"Siap, Bang!"


"Ini kuncinya, apa Bang Radhif tidak menikmati kudapan yang sudah aku pesankan?" danton tampan itu berusaha memastikan tamunya di layani dengan baik.


"Oiya, Heru, mana pesanan ponsel yang aku titip kepadamu untuk di belikan?" ujar Radhif.


"Siap, Bang Radhif, ini sudah aku titip ke anggotaku tadi untuk membelikannya. Semoga istri Bang Radhif menyukainya," balas Danton Heru sambil menyodorkan sebuah tas mini yang di desain seperti kado dan buket bunga.


"Thanks, Her. Aku berhutang budi kepadamu. Kirimkan nomor rekeningmu, aku akan mentransfernya," ucap Radhif sembari meneguk jus dan berjalan keluar cafe.


Tak lupa membawa kado dan buket bunga untuk Mayang istrinya tercinta.


Mayang yang tertidur di mobil tak melihat Radhif kembali dengan hadiah di tanganya.


Hal ini membuat Radhif sedikit lega karena surprisenya bakalan berhasil.


Setelah menaruh buket bunga dan kado untuk Mayang di bagasi, Radhif langsung masuk ke dalam mobil.


Sebelum melaju meninggalkan cafe, Radhif sempat membelai rambut Mayang dan mencium keningnya.


"Sepertinya kau lelah, sehingga tertidur saat aku pergi. Bahkan kau tak merasakan kedatangku. Gadis ini benar-benar sudah tertidur pulas.


Apa sebentar malam rencanaku bakalan berhasil? Aku tak tega memaksakannya dengan kondisi seperti ini,' batin Radhif.


Matanya memandang dalam-dalan wajah Mayang.


Wajahnya begitu teduh saat tertidur.


Wangi tubuhnya menggoda Radhif.


Namun Radhif mencoba menahan gejolak itu, saat memandangi wajah polos milik Mayang.


'Aku kan berkeliling kota ini, hingga Mayang terbangun. Setelah itu aku akan mengajaknya makan malam dan kembali ke villa,' fikir Radhif.


Setengah jam sudah Radhif memutari jalan yang sama, membiarkan Mayang tertidur lelap dalam tidurnya.


Karena belum juga bangun, Radhif memutuskan membeli dua bungkus martabak dan beberapa botol air mineral.


Kata Heru, penjaga rumahnya telah memasakkan menu sederhana untuk makan malam mereka di villa.


Setidaknya sebungkus martabak yang telah di belinya akan di berikannya kepada keluarga Pak Deden yang menjaga villa tersebut.


...***"""""***...


...cafe unik, Kota Malang...


"Maaf, danton saya tadi menelpon sahabat saya di Surabaya. Ada sedikit urusan yang harus saya selesaikan," jelas danru cakep yang tak lain adalah Setyo.


"Gak apa-apa kok, Yo. Abangku juga udah pergi dari tadi, karena istrinya sedang tak enak badan, mereka buru-buru ke villa. sepertinya mereka akan bulan madu di villa punyaku yang tak jauh dari batalion tempat kita berdinas," balas sang danton muda itu.


"Siap, Danton!" ucap Setyo.


"Yasudah, nikmati saja hidangan yang sudah aku pesan kemudian kita kembali ke asrama. sepertinya bertanding permainan bola di PS bukanlah hal yang buruk," ucap Danton Heru sambil mengambil sepotong pizza dan 'softdrink' miliknya.


"Baik, Danton!" jawab Setyo bersemangat.


Karena dengan bermain PS sesaat akan membuat beban fikirannya berkurang di saat malam minggu seperti saat ini.


...****""""****...


...Villa di bawah kaki bukit, Kota Malang...


Karena sedari tadi Mayang belum bangun-bangun juga, maka Radhif membiarkannya tertidur di mobil.


Radhif telah sampai 15 menit yang lalu,


dengan di bantu oleh Pak Deden penjaga villa, Radhif telah membereskan semua barang bawaannya ke kamar tamu di villa tersebut.


Setelah berterimakasih kepada Pak Deden dan memberikan Sebungkus Martabak yang telah di belinya tadi Radhif masuk ke dalam mobil untuk membangunkan Mayang.


"Mayang, bagunlah!"


"Lihatlah kita sudah sampai," ucap Radhit sambil membelai pipi Mayang.


Mayang menggeliat dan mengusap-ngusap mata serta wajahnya.


menatap Radhif kemudian melihat sekelilingnya.


Dari dalam mobil dia masih bisa melihat keindahan villa itu, meski sudah malam.


"Indah sekali villa ini, Kak. Aku suka dengan taman bunganya," ucapnya dengan wajah berbinar.


Mendengar itu Radhif sangat bahagia, ternyata keputusannya membawa Mayang ke villa milik Heru tidak sia-sia.


"Syukurlah kau suka, Mayangku sayang!"


"Apa feelmu sudah kembali baik? Bisakah malam ini aku menagih hakku?"goda Radhif membuat Mayang semakin salah tingkah.


Mayang tersipu malu, tak berani menjawab pertanyaan Rahif suaminya itu.


"Diammu menyiratkan pertanda kau tidak menolaknya, benar kan, sayangku?" ucapan Radhif terdengar sangat menggoda.


Membuat wajah Mayang bersemu merah merona bak bunga mawar yang sedang mekar, terlihat sangat cantik dan menawan.


"Sudahlah, Kak. Apa kita akan tidur di dalam mobil ini? Aku lelah ingin beristirahat," protes Mayang.


"Baiklah, Mayang-mama sayang, aku akan menggendongmu hingga ke dalam kamar," ucapnya sembari mengulurkan tanggannya ke arah Mayang.


"Tidak!"


"Aku akan jalan sendiri menuju kamar," pekik Mayang seraya membuka pintu mobil dan bergegas keluar dari mobil itu.


Mayang telah turun dari mobil, dia membanting pintu mobil dengan keras dan berlari ke arah villa.


Ia takut bila Kak Radhif benar-benar menggendongnya ke kamar, maka apa yang di rencana akan terjadi.


'Sepertinya aku harus memikirkan sesuatu untuk menundanya,' gumam Mayang dalam hati.


🍁🍁🍁🍁🍁


*Apakah rencana Radhif berhasil?


*Apakah Radhif tahu bahwa yang datang ke cafe unik bersama Heru adalah Setyo?


Nantikan kisah selanjutnya hanya di "TAKDIR CINTA MAYANG" PART 69. Terimakasih 🙏😍


Jangan lupa tinggalkan jejak ya para readers yang tercinta, berikan komen, like, vote serta tips.


Maaf apabila masih banyak kekurangan,


Author akan berusaha memperbaikinya lagi 🙏


Terimakasih atas kunjungannya dan waktu yang di luangkan untuk membaca cerber ini, 🙏😍