
Kicauan burung di pagi hari, terdengar merdu seperti lagu yang mengalun indah.
Sinar mentari pagi yang menghangatkan badan, masuk ke dalam kamar sederhana namun tertata rapi. Vita terbangun oleh sinar mentari yang menyilaukan mata nya. Meregangkan sebentar otot otot nya yang terasa kaku.
" Huuff,!masih sakit semua badan gue. Begini rasanya ya kalau habis jatoh dari motor, seperti berasa di gebukin orang sekampung. Ampunn banget ahhh, " pagi pagi udah mengeluh aja mulut Vita, Hahahaha.
Setelah selesai meregangkan otot otot nya, Vita segera menyambar handuk nya dan langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. 10 menit cukup untuk Vita berada di dalam kamar mandi. Ritual di kamar mandi selesai, lanjut dengan memakai seragam sekolah. Kalau untuk make up, gak ada itu yang namanya make up make up an, cukup bedak putih baby selesai deh untuk Vita.( orang cantik mah beda ya, cukup pakai bedak putih aja udah keliatan cantik 😊 ).
Vita ke dapur untuk sarapan. Berhubung masih terasa sakit semua badan nya, Vita memilih untuk sarapan roti dan minum teh manis. Jadi, gak perlu Ia perang dengan kompor dan kuali.
Di saat sarapan, Ia memikirkan kembali masalah nya dengan Randy.
" Huff, hari ini adalah hari penentu dalam hidup gue. Ayah bunda, doain Vita semoga keputusan Vita ini yang terbaik.
Selesai sarapan, Vita membereskan piring dan gelas kotor nya. Lalu bergegas mengeluarkan motor nya untuk berangkat ke sekolah. Tak lupa Ia mengunci pintu rumah supaya maling gak masuk.
**********
SMA TUNAS BANGSA
Vita telah sampai di parkiran sekolah nya. Butuh waktu lima belas menit untuknya bisa sampai ke sekolah. Untung aaja ada motor kesayangannya. Kalau tidak, Ia harus berjalan kaki karena harus menghemat ongkos dan tentunya akan membuat kaki kaki nya berasa mau patah, karena jarak sekolah dan rumah nya lumayan jauh.
Setelah memarkirkan motor nya, Vita berjalan ke arah kelas nya. Banyak siswa siswi lain yang menyapa Vita, maklum aja Vita ini termasuk anak yang berprestasi di sekolah. Senyum ramah tercetak jelas dibibir Vita, tatkala teman teman sekolah nya menyapa diri nya.
Terdengar suara suara heboh dan gaduh di kelas XIIipa1 di saat Ayu menyampaikan kabar, kalau kemarin siang teman mereka Vita mengalami kecelakaan. Mereka semua khawatir dan marah ke Ayu, kenapa baru sekarang di beri kabar.
" Jadi gimana kabar Vita sekarang, Yu?, " tanya Alfian sebagai ketua kelas.
" Iya Yu, gimana keadaan nya? Harusnya, dari kemarin lo kasih kabar ke kita kita. Jadi, kita semua bisa menjenguk momsky. Ahh, payah lo Yu lambat banget ngasih info, " ujar Reno kesal.
* Sekedar info, Vita di kelasnya dipanggil momsky karena posisinya yang sebagai sekertaris kelas. Pasti udah tau dong, kalau ada momsky pasti ada popsky. Maka Alfian yang sebagai ketua kelas lah yang mendapatkan gelar popsky. Julukan itu sudah didapatkan Vita dan Alfian sejak SMA kelas XIipa1.
" Semua nya tenang dulu, jangan heboh heboh dan buat gaduh. Nanti, kita malah kena tegur guru, " Ririn mencoba menenangkan teman teman sekelas nya.
" Iya, tenang kenapa woiii. Mulut lo lo semua berisik banget. Vita gak apa apa, cuma lecet lecet di kaki dan tangan nya aja. Kemarin gue dan Aldo udah mencoba ajak dia ke rumah sakit, tapi di tolak. Katanya, gak perlu cukup istirahat aja, " ayu menjelaskan dan mendapat anggukan kepala dari teman teman nya.
" Mommsskkyyy, " teriak semua teman teman sekelas disaat melihat Vita didepan pintu kelas.
Vita yang mendengar teriakan heboh teman teman sekelas nya, hanya membalas dengan senyum lebar nya. Ia tau, pasti Ayu dan Aldo sudah memberi tau perihal kejadian yang menimpanya..
Vita masuk kedalam kelas dan duduk di kursi nya. Semua teman teman mengerubungi nya, dan pasti pada heboh bertanya tentang kabar momsky mereka.
" Momsky, gimana kabar lo sekarang? Mana yang sakit? Kita ke rumah sakit yukk, biar di periksa, " ajak Vira.
" Iya momsky, cerita ke kita semua mana yang sakit. Lebih baik, momsky istirahat aja. Gak usah masuk kelas dulu, " Fabian ikut menimpali.
Vita tersenyum. Ia begitu sangat bahagia, meskipun sekarang Ia seorang yatim piatu. Tetapi, saat berada di kelas nya, Ia tak pernah merasakan sendiri dalam hidupnya. Teman teman nya begitu peduli dan sayang kepadanya.
" Guys, gue baik baik aja. gak ada yang parah cuma lecet lecet, cuma badan gue aja masih pegel banget, berasa digebukin orang sekampung, " jawab Vita dengan senyum manisnya.
" Badan lo pegel momsky? Sini, biar gue pijitin. Enak loohhh pijitan gue, beneran. Percaya deh sama gue, " rayu Fabian sambil mendekat kearah vita.
" Woiiii, modus banget lo Fabian. Sana modusin ank ips aja, jangan modusin momsky. Kena tampol popsky baru tau rasa lo.. " sindir Ririn.
Alfian yang mendengar dirinya di sebut sebut, cuma bisa geleng geleng kepala dan menahan malu. Teman teman sekelas nya, selalu menggoda dirinya dan juga Vita. Mereka semua berharap, Alfian dan Vita bisa jadian. Meskipun alfian memang ada rasa untuk Vita, tapi gak untuk Vita, dia selalu menolak dan menjawab dia gak mau pacaran dulu. Itu yang membuat alfian harus menahan rasa cinta nya untuk Vita.
" Sudah sudah, jaga suara kalian. Sebaiknya, kalian kembali ke kursi masing masing sebentar lagi pak Anwar masuk kelas. Bel sekolah udah berbunyi dari tadi, " tegur Alfian.
" Baaaiikkkk poppsskyyy, " jawab anak anak kelas serempak sambil berjalan ke arah kursi masing masing.
Dan benar saja, gak berapa lama pak Anwar pun masuk ke dalam kelas dan memulai pelajaran. Dua jam mereka lalui dengan mendengarkan penjelasan dari pak Anwar. Untuk anak anak berprestasi, udah jelas mereka dengan serius mendengarkan tapi gak untuk Fabian. Pelajaran pak Anwar membuat otak nya pusing tujuh keliling. Hehehehe...
.
.
.
.
.
.
Bersambung.