Suamiku Milik Wanita Lain

Suamiku Milik Wanita Lain
EPISODE 76


Vita sedang asyik membuat cupcake untuk suami dan kedua mertua nya. Ia fokus dengan adonan nya dan tidak memperdulikan mulut Randy yang sedari tadi gak berhenti nyerocos. Ini tepung apa, gula nya jangan banyak banyak nanti terlalu manis seperti aku, buat cupcake nya yang isi coklat di dalam nya lumer ya saat di gigit, dan bla bla bla.


Merasa di cuekin terus oleh istri nya, Randy punya ide untuk isengin istri nya supaya di perhatikan. Diam diam, Randy mengambil segenggam tepung saat Vita berbalik untuk melihat cupcake nya yang sedang di panggang di dalam oven.


Saat Vita kembali lagi ke meja untuk mengisi sisa adonan ke dalam cup, tiba tiba Randy langsung menyiram kepala Vita dengan tepung yang di genggam nya tadi.


" Aarrghhhh, babang, " pekik Vita terkejut.


Randy tertawa terbahak bahak saat wajah Vita berubah cemberut sambil membersihkan kepala nya dari tepung.


" Itu balasan karena kamu cuekin aku dari tadi, " ucap Randy sambil tertawa.


" Babang, kamu ini jahat banget, " balas Vita cemberut.


Ilham dan Rita yang sedang menonton berita di televisi, langsung bangkit dari sofa untuk melihat keadaan menantu nya yang sedang dijahili anak laki laki mereka.


Saat melihat mertua nya mendekat, Vita langsung menghambur ke pelukan Rita.


" Mami lihat ini, mas Randy siram aku pakai tepung. Sekarang, aku jadi mandi tepung, " rengek Vita.


Rita menatap tajam ke arah Randy, sementara Randy hanya cengengesan mendapat tatapan dari mami nya.


Vita melepaskan pelukan nya bersama Rita saat Ilham membersihkan kepala nya dari taburan tepung. Dengan wajah cemberut, Vita mengelap wajah nya dengan kain bersih yang baru saja di ambilkan Rita.


" Rand, kamu ini jahil banget sama istri kamu, " tegur Ilham.


" Randy kesal pi di cuekin terus sama Vita, " balas Randy santai tanpa merasa bersalah.


" Harus nya aku tuh yang kesal dari tadi di gangguin terus sama mas. Mulut mas gak berhenti ngoceh ini itu, aku malas jawab nya, " ucap Vita kesal lalu kembali ke meja dapur setelah selesai mengelap wajah nya.


" Kamu itu mirip banget sama papi, suka banget isengin istri sendiri, " ucap Rita yang kini sedang membantu Vita mengisi cup dengan adonan.


Ilham yang merasa di sindir langsung protes kepada istri nya.


" Ihh, mami ini tuduh papi sembarangan, " protes Ilham.


" Lah, memang benarkan papi itu suka isengin mami. Mami ingat banget kejahilan papi yang satu itu dan gak akan pernah mami lupakan seumur hidup, " ucap Rita kesal.


" Memang nya mami di jahilin apa sama papi?, " tanya Vita dan Randy penasaran.


" Dulu sewaktu baru baru menikah, papi pernah jahilin mami saat bangun tidur lihat buah pepaya di atas tempat tidur dan seluruh ruangan kamar. Mami yang sangat takut dengan buah pepaya langsung menjerit histeris dan nangis se kencang kencang nya, " terang Rita sambil melirik tajam ke arah suami nya.


Ilham yang mendapat lirikan tajam dari istri nya hanya bisa senyum senyum gak jelas, merasa malu ketahuan anak dan menantu nya suka isengin istri.


" Kalian tau reaksi papi kalian melihat mami histeris begitu?, " tanya Rita dan cepat mendapat anggukan kepala dari anak dan menantu nya.


" Papi kalian malah tertawa terbahak bahak, seperti merasa gak ngelakuin kesalahan. Tapi, papi kalian langsung panik saat mami pingsan karena gak tahan lagi melihat buah pepaya sebanyak itu di dekat mami, " terang Rita.


" Sejak hari itu, papi gak berani lagi isengin mami kamu karena papi di marahi habis habisan sama alm kakek dan almh nenek kalian, " ucap Ilham.


" Papi sih iseng nya kelewatan, kasian kan mami sampai pingsan begitu. Kalau Vita jadi mami, Vita kasih hukuman yang berat deh buat papi. Tidur diluar selama seminggu, " ucap Vita sambil melirik ke arah Randy sebagai peringatan.


" Iya iya aku gak akan isengin kamu seperti itu, " ucap Randy yang mengerti lirikan istri nya sebagai peringatan.


Rita dan Ilham tertawa melihat anak laki laki nya yang takut dihukum tidur di luar.


" Mami, papi dan mas Randy balik saja ke ruang keluarga. Ini sudah ada yang matang, nanti Vita bawain ke sana sekalian Vita buatin teh juga, " ucap Vita.


" Aku mau di sini saja temani kamu. Mami papi saja yang balik ke ruang keluarga, " ucap Randy lalu memeluk vita dari belakang saat Vita memasukkan Cupcake ke dalam oven.


Vita memukul tangan Randy agar melepaskan pelukan nya.


" Malu ah mas, kamu peluk peluk aku di depan mami papi, " protes Vita.


" Biarin. Dulu papi suka banget peluk mami di depan aku dan Ziya. Bahkan, memonopoli mami dari aku dan Ziya, " ucap Randy masih terus memeluk Vita.


" Sudah biar saja Vit, mami papi gak masalah lihat kalian mesra begitu. Malahan, mami papi senang kalian mesra. Yaudah, mami papi tunggu di ruang keluarga ya cupcake nya, " ucap Rita lalu menarik tangan suami nya kembali lagi ke ruang keluarga.


Setelah Rita dan Ilham pergi, Vita membuatkan teh hijau untuk mereka berempat. Vita merasa risih karena Randy terus saja memeluk nya. Bahkan saat protes, bukan nya melepaskan pelukan nya, Randy malah semakin mempererat pelukan nya. Akhir nya, Vita pasrah di pelukin terus oleh Randy.


Setelah selesai membuat teh, Vita berpesan kepada bi Ana untuk menjaga cupcake nya agar tidak gosong. Setelah nanti sisa cupcake yang ada di oven matang, Vita meminta tolong untuk di bagikan kepada supir, tukang kebun dan juga satpam. Bi Ana pun mengiyakan perintah nona muda nya.


" Nona Vita baik banget hati nya. Gak sombong dan benar benar menghargai orang lain. Meskipun menikah dengan laki laki kaya, tetapi itu tidak membuat nona Vita tinggi hati. Bibi doain, semoga pernikahan kalian selalu bahagia, di karuniai anak yang soleh dan solehah serta di jauhkan dari orang orang yang ingin merusak rumah tangga kalian, Aamiinn, " gumam bi Ana dalam hati.


Setelah berpesan kepada bi Ana, Vita membawa nampan berisi cupcake dan teh menuju ke ruang keluarga. Sementara Randy berjalan mengikuti di samping Vita.


****


Setelah cupcake buatan Vita sedikit hangat, barulah Ilham, Rita dan Randy mencicipi nya. Seperti ocehan Randy tadi yang meminta coklat di dalam cupcake nya lumer saat di gigit, seperti itu lah cupcake yang sedang di cicipi nya saat ini.


" Enak banget, " ucap Ilham dan Rita berbarengan saat gigitan pertama.


Vita tersenyum puas saat melihat kedua mertua nya menyukai cupcake buatan nya.


" Gimana babang, enak kan cupcake buatan aku? " tanya Vita sambil melihat Randy yang lahap memakan cupcake buatan nya.


" Biasa saja, " jawab Randy cuek.


Vita merasa sedih mendengar jawaban suami nya. Padahal, Vita berharap banget suami nya memuji cupcake buatan nya. Vita menyenderkan punggung nya di sofa dengan wajah yang kecewa.


" Kamu bilang nya biasa saja tapi makan nya lahap banget, " sindir Rita.


" Lihat itu, wajah istri kamu sedih karena kamu bilang biasa saja cupcake buatan nya, " tegur Ilham.


Randy menoleh ke arah Vita dan melihat wajah istrinya yang memang terlihat sangat sedih. Randy segera menghabiskan cupcake nya lalu mengelap mulut dan tangan nya yang belepotan coklat dengan tisu.


" Cupcake buatan kamu enak kok. Malahan, aku mau nambah lagi. Jangan gitu dong muka nya, senyum dong biar kelihatan cantik, " rayu Randy.


Vita menatap wajah Randy yang sedang tersenyum melihat nya.


" Beneran enak?, " tanya Vita memastikan.


Randy mengangguk mengiyakan pertanyaan istri nya. Vita langsung tersenyum dan mengambil cupcake di atas meja lalu memakan nya.


" Memang enak, " gumam Vita dengan mulut penuh cupcake.


Randy gemas melihat pipi Vita yang gembung karena penuh cupcake. Ia menciumi kedua pipi Vita bergantian. Vita mendorong Randy karena merasa malu di cium di depan kedua mertua nya.


Ilham dan Rita tersenyum bahagia melihat anak menantu nya sangat mesra. Ini berarti, Randy benar benar mencintai Vita dan sudah melupakan Clara. Dan Itu lah yang saat ini ada di dalam fikiran mereka.


Saat sedang asyik makan cupcake, ponsel Vita berdering. Ia langsung mengangkat nya saat melihat nama Ayu tertera di layar.


" Ada apa?, " tanya Vita to the point.


" Lo mau gue jemput atau pergi sendiri dan kita jumpa di mall?, " tanya Ayu balik.


" Emm, jemput saja deh. Bisa kan?, " tanya Vita lagi.


" Lo jemput mereka juga? Kalau gitu gak perlu deh jemput gue, nanti lo kerepotan, " ucap Vita.


" Mereka ke rumah gue dulu. Taruh mobil mereka di rumah gue, terus pergi ke mall nya satu mobil, pake mobil gue, " terang Ayu.


" Ooo gitu. Yaudah deh lo jemput gue kalau begitu, " ucap Vita.


" Yaudah lo siap siap sekarang. Mereka sudah otw ke rumah gue dan nanti langsung menuju ke rumah lo kalau mereka sudah sampai, " balas Ayu.


" Ok, gue siap siap sekarang. Bye, " ucap Vita.


" Bye, " balas Ayu.


Vita mengakhiri panggilan nya bersama Ayu lalu kembali memakan cupcake nya sampai habis. Setelah menghabiskan cupcake nya, Vita pamit kepada kedua mertua nya untuk bersiap siap dan kedua mertua nya mengangguk mengizinkan nya.


Setelah pamit kepada kedua mertua nya, vita bangkit dan berjalan menuju ke lantai dua di mana kamar nya berada.


Randy mengikuti istri nya dan berjalan di belakang istri nya. Ia ingin tau Istri nya akan memakai baju yang seperti apa. Kalau terlalu sexy, Randy akan menyuruh Vita untuk mengganti nya.


Selama menunggu Vita mandi, Randy merebahkan tubuh nya di atas tempat tidur. Selang berapa lama, Vita keluar dari dalam kamar mandi menuju lemari untuk memilih pakaian apa yang akan di kenakan nya.


Randy terus memperhatikan Vita yang sedang memilih pakaian. Bibir Randy menyunggingkan senyuman saat melihat istri nya memilih celana jeans berwarna hitam dan kaos berwarna putih.


Setelah selesai memilih pakaian yang akan di kenakan nya, Vita kembali masuk ke dalam kamar mandi. Vita keluar dari dalam kamar mandi setelah selesai memakai pakaian nya.


Randy kembali tersenyum karena kaos yang di kenakan Vita tidak lah ketat. Meskipun hanya mengenakan kaos putih dengan tulisan huruf V yang cukup besar di dada nya dan celana jeans, Istri nya tetap terlihat cantik dan modis dengan memasukkan kaos bagian depan nya ke dalam celana.


Vita duduk di depan meja rias dan mulai memoles wajah nya dengan make up yang tipis.


Randy mengernyitkan kening nya saat melihat istri nya berdandan.


" Kamu ngapain pakai make up begitu?, " tanya Randy yang gak suka melihat istri nya memakai make up.


" Kenapa memang nya mas? Kan, aku mau jalan jalan bukan ke sekolah, " tanya Vita bingung.


" Aku gak suka lihat kamu pakai make up saat pergi tanpa aku. Nanti di mall, kamu pasti di liatin cowok cowok. Dan mereka pasti mencari kesempatan untuk berkenalan dengan mu, " terang Randy dengan wajah kesal.


Vita tersenyum melihat wajah kesal suami nya. Lah, cemburu ternyata suami nya.


" Aku juga gak suka pakai make up mas. Tapi, nanti kan aku mau ke butik langganan mami untuk beli gaun. Aku gak mau buat kamu dan keluarga Djaya malu punya menantu yang jelek, " terang Vita.


" Kamu tetap cantik kok meskipun gak pakai make up, " ucap Randy pelan tapi masih bisa di dengar Vita.


Vita menghampiri Randy yang sedang rebahan di tempat tidur. Vita duduk di tepi tempat tidur sambil menatap wajah Randy.


" Terima kasih suami ku karena sudah memuji aku cantik, " ucap Vita tersenyum tulus.


" Ehmmm, " jawab Randy berdehem dengan wajah memerah malu karena kedengeran memuji Vita.


Vita gemas melihat wajah merah suami nya. Vita langsung mencium kilas bibir Randy, lalu bangkit dan berjalan ke arah lemari mengambil tas yang biasa di pakai nya saat jalan jalan.


Vita menutup pintu lemari dan menyelempangkan tali tas ke bahu nya. Saat berbalik, Randy sudah berada di belakang nya dan langsung merengkuh pinggang Vita.


" Ehhh, kenapa mas?, " tanya Vita gugup.


Randy tidak menjawab pertanyaan Vita. Ia langsung menyatukan bibir nya dengan bibir Vita. Awal nya Vita terkejut, namun setelah itu Vita membalas ciuman Randy.


Randy melepaskan ciuman nya saat Vita menepuk pelan dada Randy karena Vita merasa sudah kekurangan pasokan oksigen.


" Kamu ini selalu saja mencium ku tiba tiba, " protes Vita dengan nafas yang masih tersengal.


" Kan kamu yang selalu memancing gairah ku " ucap Randy yang juga masih tersengal.


" Kapan aku begitu?, " tanya Vita gak terima.


" Selalu. Aku gak tau kenapa, aku selalu bergairah saat bersama mu, " terang Randy yang langsung kembali mencium bibir Vita.


Tidak di pungkiri, Vita juga menikmati ciuman Randy. Bahkan, gairah nya juga bangkit saat ciuman Randy semakin menuntut dan dia hampir saja melupakan semua rencana nya bersama Ziya.


Kali ini ciuman mereka terhenti karena suara dering ponsel Vita. Randy berdecak kesal saat Vita memukul pelan dada nya meminta melepaskan ciuman mereka. Dengan terpaksa Randy melepaskan ciuman mereka.


Vita berjalan ke arah meja Rias dan mengambil ponsel nya. tertera nama Ayu di sana, Vita langsung mengangkat nya.


Setelah panggilan tersambung, Ayu langsung mengatakan kalau mereka sudah sampai di halaman kediaman keluarga Djaya. Vita menyuruh mereka untuk masuk dan berpamitan dulu dengan kedua mertua nya. Ayu mengiyakan setelah itu mengakhiri panggilan nya.


Setelah panggilan mereka berakhir, Vita memasukkan ponsel dan dompet nya ke dalam tas. Lalu, Vita memperbaiki sedikit dandanan nya yang rusak setelah mendapat ciuman dari suami nya.


Randy mengambil dompet nya yang ada di laci meja samping tempat tidur, lalu mengambil satu lembar kartu atm nya dan memberikan nya kepada Vita.


Vita menerima nya dengan senang hati, lalu mengambil dompet nya dari dalam tas dan memasukkan kartu atm ke dalam dompet. Setelah itu, Vita kembali memasukkan dompet nya ke dalam tas.


Vita mengambil selembar tisu dan mengelap bibir Randy yang belepotan lip glos milik nya. Setelah itu, Vita mengajak suami nya turun untuk menemui teman teman nya.


Vita dan teman teman nya berpamitan kepada kedua mertua nya dan juga suami nya.


Vita sedikit pusing mendengar ocehan suami nya yang banyak. Gak boleh ini, gak boleh itu. Jangan dekat dekat dengan laki laki dan jauhi mereka yang ingin berkenalan serta bla bla bla.


Untung saja mami nya menghentikan ocehan suami nya itu. Jika tidak, diri nya dan teman teman nya akan batal pergi jalan jalan.


Setelah berpamitan, Vita dan teman teman nya di antar Randy sampai ke depan mobil Ayu.


Sebelum masuk ke dalam mobil, Randy memeluk erat Vita dan mencium kilas bibir Vita. Setelah itu, Randy menyuruh Vita masuk ke dalam mobil dan berpesan kepada Ayu agar tidak mengebut dan menitipkan istri nya.


Setelah mengiyakan perintah Randy, Ayu melajukan mobil nya keluar dari area kediaman Djaya menuju mall. Randy kembali masuk ke dalam rumah saat mobil Ayu sudah keluar dari gerbang.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.


***Jangan lupa like and vote yang banyak ya.


Kalau ranking novel ini naik tajam, besok akan saya kasih bonus crazy up. Bagaimana***?.