Suamiku Milik Wanita Lain

Suamiku Milik Wanita Lain
EPISODE 177 Queenara Anggraini Djaya


Menjadi ayah dan bunda ternyata tidak semudah seperti bayangan kita semua. Kebahagiaan memiliki seorang anak memang luar biasa kita rasakan di dalam hati kita. Tetapi, jangan lupakan tentang kita yang harus rela bangun di tengah malam hanya untuk sekedar mengganti popok yang basah atau terbangun karena bayi menangis karena kelaparan dan harus menyusui nya.


Ini juga lah yang sedang di rasakan Vita dan Randy yang baru saja menjadi ayah dan bunda muda. Meskipun begitu, mereka tetap menjalankan dengan perasaan bahagia. Bahagia karena bisa merasakan merawat dan menjaga buah hati mereka serta melihat tumbuh kembang princess mereka.


Seperti malam ini, setelah beberapa hari lalu Vita sudah di perbolehkan pulang dari rumah sakit dan Randy juga telah mendapatkan perawatan untuk luka luka di tubuh nya. Mereka pulang ke rumah dan langsung turun tangan mengasuh princess mereka.


Oek.. Oek.. Oekk (anggap saja tangisan bayi ya guys).


Vita terbangun dari tidur nya saat mendengar suara tangis bayi mungil nya. Dengan sigap Vita mengganti popok bayi nya saat tau jika popok nya basah. Setelah itu, Vita menggendong bayi nya, menimang nimang agar bayi mungil nya kembali tertidur.


Randy terbangun dan langsung menghampiri istri nya yang sedang menimang nimang bayi mungil mereka di samping ranjang mereka. Seperti ini lah Randy, Ia akan tetap terbangun menemani Vita jika bayi mungil mereka terbangun di tengah malam.


" Sayang, baby bangun lagi?, " tanya Randy yang sudah berada di samping Vita.


" Iya sayang, tadi baby buang air. Dia terbangun karena popok nya basah, " jawab Vita sambil terus menimang nimang bayi nya.


" Ya sudah, sini biar aku saja yang gendong. Kamu tidur lagi saja, kamu kelihatan lelah sekali, " ucap Randy sambil berusaha mengambil baby dari gendongan Vita.


" Mas kan besok juga harus kerja, jadi biar aku saja mas yang tidurin baby, " tolak Vita.


" Tidak apa apa sayang, besok aku bisa pergi ke kantor siang hari. Kamu tidur saja ya, jangan membantah, " perintah Randy.


Vita tidak lagi membantah dan menuruti ucapan suami nya. Dengan hati hati, Ia memberikan baby ke dalam gendongan Randy dan kembali naik ke atas ranjang.


" Tidur lah, " perintah Randy lagi.


Vita mengangguk kan kepala nya lalu mulai memejamkan mata nya dan tak butuh waktu lama Ia sudah masuk kembali ke alam mimpi karena memang tubuh nya sangat lelah.


Melihat Vita yang sudah terlelap, Randy kembali menimang bayi mereka dan sesekali melantunkan sholawat agar baby kembali tidur.


Randy tersenyum karena baby sudah kembali tertidur. Ia mengelus lembut pipi baby dan mencium kening baby " Jadi anak yang sholehah ya sayang, " ucap Randy lalu meletakkan kembali baby di tengah tengah ranjang mereka.


Meskipun mereka sudah membeli ranjang baby, tetapi mereka tetap meletakkan baby tidur di tengah tengah mereka karena baby sendiri tidak mau tidur di ranjang milik nya sendiri. Jika mereka meletakkan baby di ranjang nya sendiri maka baby akan kembali terbangun dan menangis kencang.


Si baby ini tega banget yah sama ayah bunda, gak bolehin ayah dan bunda nya berpelukan waktu tidur, hehehhe.


Randy tersenyum bahagia melihat kedua malaikat nya tertidur dengan nyenyak. Dalam hati nya berjanji, akan selalu berusaha untuk melindungi dan memberikan kebahagiaan berlipat ganda untuk mereka.


Randy kembali merebahkan tubuh nya di samping baby mungil nya setelah puas memandangi kedua malaikat di dalam hidup nya. Tak butuh waktu lama, Ia juga menyusul masuk ke alam mimpi.


****


Pagi pagi sekali, semua orang sudah terbangun dan memulai aktivitas mereka. Rita dan Samantha turun tangan langsung membantu menyiapkan sarapan. Sementara Alfian, Ilham dan James sedang berolah raga ringan di taman samping sekalian menemani Vita berjemur bersama baby.


Kalian pasti bertanya kan kemana Randy?


Enggak tuh, Thor. Pede banget sih author ini.


Ish kalian ini, iya in saja kenapa sih, kesel saya.


Yah jangan merajuk Thor, back to story lagi ya.


Ok ok, demi kalian.


Di saat semua orang sudah terbangun dan melakukan aktivitas mereka, Randy masih tidur di ranjang empuk nya karena tadi malam kembali terbangun karena baby menangis lagi. Tak ingin Vita terbangun, Randy segera mengangkat baby dan menimang nimang nya agar kembali tertidur.


Tapi naas nya, saat melihat baby sudah tertidur dan ingin meletakkan kembali di atas ranjang, baby malah kembali bangun dan menangis. Terpaksa, Randy terus menggendong dan menimang nya sambil berdiri dan menggoyang goyang tubuh nya sampai subuh.


Vita yang terbangun di subuh hari terkejut melihat Randy yang sedang menggendong baby dan lebih terkejut lagi karena Randy sudah menggendong baby selama tiga jam full. Dengan sigap Vita mengambil alih baby dan menyuruh Randy sholat subuh dulu lalu kembali tidur.


" Nak, Randy kemana kok gak kelihatan?, " tanya James.


" Mas Randy masih tidur, Dad. Tadi malam, mas Randy begadang karena terus menggendong baby. Mas Randy bilang, setiap di letakkan kembali ke atas ranjang, baby terbangun dan menangis. Jadi, sepanjang malam mas Randy terus menggendong baby, " jawab Vita.


" Apa kalian tidak mau menggunakan jasa baby sister agar tidak terlalu repot?, " tanya Ilham.


Vita menggelengkan kepala nya " Gak Pi, Vita dan mas Randy sudah sepakat tidak mau memakai jasa baby sister. Kami ingin merawat sendiri baby dan melihat secara langsung tumbuh kembang baby. Lagi pula, Vita masih sanggup mengurus baby sendiri. Vita gak mau memakai jasa baby sister yang nanti nya malah baby lebih dekat dengan nya dari pada Vita sendiri, " jawab Vita.


" Ya sudah kalau memang itu keputusan kalian. Tapi, kalau memang kalian tidak sanggup, papi akan cari kan baby sister terbaik untuk baby, " ucap Ilham.


Vita tersenyum dan mengangguk kan kepala nya lalu kembali mengalihkan pandangan nya ke arah baby nya.


" Vit, acara aqiqah baby kan tiga hari lagi nih. Setelah itu, boleh kan kalau baby aku ajak jalan jalan bersama Manda keluar rumah?, " tanya Alfian yang baru saja selesai dari jogging nya berkeliling taman samping rumah.


" Ehh, gak boleh dong. Masih belum empat puluh hari belum boleh keluar keluar rumah. Lagi pula, masih terlalu kecil kalau baby sudah di ajak jalan jalan di tempat keramaian. Nanti deh kalau usia baby sudah tiga sampai empat bulan, kamu boleh bawa dia keluar rumah, " jawab Vita.


" Yah, masih lama dong, " ucap Alfian kesal.


" Kalau mau cepat cepat, sudah sana cepat nikahin Amanda terus kasih papi cucu juga. Baru deh, kamu bisa puas ajak baby mu jalan jalan, " sindir Alfian.


" Ihhh papi, Fian kan masih berjuang mendapat kan restu calon mertua dan kakak ipar, " rajuk Fian.


Mereka semua tertawa membuat Alfian semakin kesal.


" Ayo semangat, pejuang restu, " Alfian tersenyum tipis mendengar ucapan semangat dari Vita.


Alfian berjongkok di depan stroller baby dan mengajak baby berbicara meskipun baby sedang memejamkan mata nya.


" Kamu dukung uncle juga ya agar bisa secepat nya mendapat kan restu, Queenara Anggraini Djaya, " ucap Alfian lalu mencium gemas pipi baby.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.


Jangan lupa like, comment and vote yang banyak ya kak.


Hay akak semua, mohon dukungan nya untuk novel terbaru saya yang berjudul JODOH BU DOKTER CANTIK. Novel ini mengisahkan tentang kehidupan Vira, sahabat nya Vita. Cerita nya kali ini sedikit berbeda dari kisah Vita dan Alfian ya akak dan di jamin seru serta menguras air mata.


Yuk langsung saja di baca JODOH BU DOKTER CANTIK agar tau gimana kehidupan Vira setelah menjadi dokter. Sudah ada dua episode yang di up ya akak.


Jangan lupa beri like, comment and vote untuk dukung JODOH BU DOKTER CANTIK yang sedang saya ikut kan contest. Terima kasih.