
Enjoy
Daisy menatap tak percaya pada pria yang sedang duduk dengan santai di depan nya ketika dia sadar sudah dalam keadaan terpasang rantai , sekarang apalagi yang harus di hadapi pasang surut gelombang ujian masih senantiasa menguji .
" sudah bangun sayang? " tanya pria itu
" sekarang apa lagi? ingin apa? apa mau mu? " tanya Daisy dengan pasrah
" tentu memiliki mu seutuh nya dan hanya milik ku . "
" manusia seperti apa yang memperlakukan orang yang di cintai seperti ini? lepaskan rantai ini kamu pikir aku apa . " Daisy melihat kaki yang di pasangkan rantai
Jeffran berjalan dengan angkuh orang yang menculik wanita cantik itu adalah si Profesor tampan , dia bertekad untuk memiliki Daisy hanya untuk nya tidak ada orang lain harus Jeffran seorang .
" itu adalah bukti cinta ku pada mu jangan nakal sayang . " Jeffran mengecup bibir Daisy
" bagaimana perasaan ibu jika tau putri nya di culik beliau baru sembuh , tolong jangan membuat ibu kembali masuk rumah sakit . "
" hm bagaimana ya . " pria tampan itu naik ke ranjang dan mengukung Daisy
kesedihan nampak di mata indah sang pujaan hati lebih tepat nya sorot yang penuh keputus-asaan .
" aku harus memberikan kabar setidak nya memberitahu jika masih hidup . "
" tinggalkan Lucas dan hiduplah dengan ku walaupun hanya menjadi simpanan , atau ingin merubah status yang mungkin sedikit lebih baik yaitu menjadi istri kedua . " Jeffran mengecupi leher jenjang Daisy
Daisy hanya diam rasa lelah sudah mulai hinggap di hati .
" aku tidak bisa menceraikan Minji karena dia sedang mengandung anak ku , walaupun kamu juga sama tapi stasus dia masih belum jelas milik siapa bahkan bisa milik si B*jingan Lucas . " di belai perut yang sudah mulai terlihat itu
Jeffran melepas semua baju Diasy dia merindukan sentuhan si cantik melupakan fakta jika baru keluar dari rumah sakit , Diasy yang masih lemah tidak dapat menolak sedikit demi sedikit suasana mulai panas suara erangan merdu terdengar .
" pelan kasian baby . " ucap Daisy sambil mencengkram selimut dengan erat
" jika dia bibit Seo di pastikan akan tangguh . " Jeffran menyeringai dan terus bergerak
keringat bercucuran deras membuat Jeffran terlihat sexy dengan otot badan yang gagah , geraman menjadi melodi tambahan membuat pria itu merasakan kesenangan malam ini .
setelah selesai Jeffran tidur di samping Daisy yang bahkan sudah terlelap ketika adegan berakhir , di kecup punggung yang penuh dengan tanda ungu sungguh indah mata tajam itu pun ikut terpejam sambil memeluk Daisy .
.....
tidak terasa matahari mulai menampakan sinar suara kicauan burung membangunkan orang-orang untuk menyambut pagi , di hari cerah ini justru wajah seorang pria tidak terlihat baik-baik saja penampilan nya berantakan .
" apa sudah ada kabar? " tanya Lucas dengan pandangan datar
" kami belum menemukan keberadaan nyonya pencarian masih di lakukan . "
Prangg
Lucas melemparkan gelas kopi ke dinding hingga membuat berantakan mata itu memerah menandakan kemarahan besar .
" cari sampai ketemu sialan ! kalau perlu porak porandakan seluruh kota , cari dimana Daisy berada ! " teriak Lucas
" tenangkan diri anda Presdir Hwang akan saya usahakan untuk mencari nyonya . "
" bagaimana aku bisa tenang ketika wanita yang ku cinta menghilang brengs*k ! , bahkan tidak tau kabar sampai sekarang bagaimana jika terluka di luar sana ! "
mata Lucas kembali berkaca dia akan melenyapkan orang yang menculik Diasy jika di temukan nanti .
...
Jeffran sudah rapih mengenakan kemeja mereka sedang sarapan bersama di vila Diasy juga mandi di bantu oleh beberapa maid , wajah pucat nya masih terlihat cantik mereka melakukan sarapan di kamar .
" ayo makan kenapa diam saja . " ujar Jeffran
" aku belum terlalu lapar . "
Diasy hanya diam pikiran dia di penuhi dengan orang-orang rumah yang pasti khawatir terutama sang ibu .
" jangan memancing ku Lee Daisy ! " bentak Jeffran
" aku minta maaf tapi makan saja duluan Profesor Seo . "
" aku tidak suka di bantah ! " Jeffran memegang dagu Diasy dengan erat
" ini sakit..."
" menurutlah pada suami mu . " Jeffran menghempaskan Diasy ke lantai
Daisy menggigit bibir ketika merasakan keram ketika terbanting ke lantai .
" gunakan ini jika butuh apa-apa tentu pelayanan yang akan membelikan nya . " Jeffran melemparkan kartu ke wajah Diasy
" bisa aku menghubungi Ibu aku mohon " pinta Diasy
Jeffran mengabaikan dan segera memakai Jas bersiap rapat di kampus tak di dengar sedikit pun permintaan si manis .
" aku mohon jangan pergi hikss..izinkan aku menghubungi Ibu walapun hanya 5 menit . " tangis pilu pun pecah
sedangkan Jeffran menatap tidak peduli dan segera pergi .
" jangan pergi ku mohon . " Daisy ingin mengejar tapi kaki nya tertahan rantai
pada akhirnya dia menangis di lantai sampai kapan dia harus merasakan semua ini tidak pantaskah untuk merasakan bahagia , jika ini adalah hukuman cukup Daisy yang merasakan jangan sampai si buah hati ikut menanggung nya kelak nanti .
...
In Hospital
Minji tersenyum senang ketika melihat layar monitor perkembangan si jabang bayi baik2 saja dia telah mengubur semua ingatan , jika yang sedang di kandung bukan darah daging Jeffran selama suami nya tidak tau di aman .
setelah selesai periksa Minji bergegas pergi hatinya selalu was-was , takut bertemu pria yang kemungkinan 100℅ adalah ayah kandung calon anak nya .
" kita bertemu lagi . " sapa seseorang
tubuh Minji sedikit bergetar mendengar suara yang tidak asing .
" apa kabar? apa baik-baik saja? "
" sudah saya bilang jangan pernah menyapa kita tidak saling mengenal . " ucap Minji dengan penuh emosi
" wah kenapa begitu berbeda dengan malam itu ya , kemana wanita yang sukarela menyerahkan tubuh nya pada saat itu . " dokter tampan itu pun tertawa kecil
" jaga ucapan mu baj*ngan ! semua hanya omong kosong . "
" terkadang kenyataan memang pahit tapi itulah fakta nya harus di Terima dengan lapang , kini saya yakin kamu sedang mengandung anak saya nona Minji . " Devan mengusap wajah cantik itu
" pergi dan jangan rusak kebahagiaan rumah tangga ku ! malam itu adalah kesalahan lupakan saja semua nyaaaa ! " Minji berteriak
" tidak ada niat untuk merusak rumah tangga orang lain tapi nanti jika kamu di buang datanglah pada saya , jangan ragu saya akan bertanggung jawab penuh atas semua nya tolong jaga dia dengan baik . " tangan Devan mengelus perut Minji
Minji dengan kuat menghempaskan tangan Devan dan pergi terburu-buru dia tidak akan di buang , sampai kapan pun akan tetap menjadi nyonya Seo akan melakukan berbagai cara untuk mempertahankan poisisnya .
sedangkan seorang pria berdiri kaku gelas kopi hampir jatuh ketika mendengarkan percakapan barusan , memastikan telinga nya tidak salah mendengar wajah yang kini menampilkan ekspresi campur aduk apa ini sebuah lelucon .
Hai ketemu lagi sama aku Love
Makasih buat kalian yang udah mampir
sehat dan bahagia selalu
sampai bertemu di next episode