
Enjoy
Jeffran berhenti setelah melakukan kegiatan panas nya walapun hanya sekali main tapi Daisy di buat kelimpungan kesadaran si tampan kembali ketika mendengar suara memohon , tak henti Daisy terus berucap jangan lakukan akhirnya Jeffran melakukan secara perlahan .
" sayang apa masih sakit? " Jeffran mengecupi punggung mulus Daisy
" aku harus pulang.."
" malam ini kita menginap saja aku masih merindukan mu , kamu tidak rindukan aku? "
tubuh mereka tertutupi dengan selimut karena tak ada sehelai benang pun menempel , tangan kekar Jeffran membelai perut Daisy yang sudah terasa keras .
" dia milik siapa hm? "
" aku tidak tau hiks . " tangis Daisy kembali pecah
"apa Lucas? "
" bahkan dia tidak tau apapun tolong jangan bawa Lucas dalam masalah ini , dia orang yang begitu baik dan selalu menjaga ku . "
" jadi maksud mu dia baby Seo? "
" bisa jadi tapi belum bisa di pastikan aku tidak meminta pertanggungjawaban . " ujar Daisy
Jeffran terdiam tak di pungkuri dia bahagia mendapat buah hati bahkan dari orang yang sangat di cintai , si tampan pun bangun dia hanya menggunakam celana di atas lutut menuangkan Wine .
" bisa saja itu itu milik Arthur lantas apa mau mu sekarang? " tanya Jeffran
" aku tidak ingin apapun biarkan baby dengan ku kembalilah pada istri mu . "
" aku masih membutuhkan tubuh mu sayang ayo berkerja kembali dengan ku. "
" bagaimana bisa kamu berbicara seperti ini? " air mata Daisy mengalir
" mungkin kamu di lahirkan untuk menjadi Jal*ng bukankah begitu hm? "
Daisy bangkit wajah nya tampak marah dia mengambil pakaian dan bersiap pergi , kata2 yang begitu menyayat hati tak sedikitpun dia ingin menjalani hidup serendah ini .
" mau kemana ! " Jeffran menahan lengan Daisy
" lepaskan tangan brengs*k ! jangan karena uang mu kau bisa semena2 pada ku . " ujar Daisy
" kenapa harus marah jika memang fakta . "
" tentu saja fakta bukti nya kau lebih merasa terpuaskan oleh seorang jal*ng , bukankah sama2 rendah? kenapa seolah kau jauh lebih baik ! " senyuman sinis tampak di bibir Daisy
Plakk
tamparan kembali bergema Daisy jatuh tersungkur bibir terasa perih , dia melindungi perut agar si jabang bayi tak terhantam lantai .
" berani sekali kau mengucapkan itu ! kau pikir siapa hah? , masih bisa kuliah berkat siapa wanita sialan begini balasan mu? " bentak Jeffran
" aku tidak meminta.. " suara Daisy melemah
" banguunn jangan pura2 lemah ! " Jeffran pun berjongkok sambil mencengkram pipi yang bahkan sudah terhiasi banyak lebam
" sakit.."
mata cantik itu terpejam napas Jeffran tercekat ketika melihat darah mengucur pada paha mulus Daisy dan menggenang di lantai , tangan kekar si tampan bergetar ketika menyentuh Daisy mencoba membuat tetap sadar .
" say-ang bangun maaf.. " Jeffran merengkuh Daisy yang sudah tak sadarkan diri
tanpa menunggu lama Jeffran memakai baju dan segera menggedong Daisy untuk segera pergi ke rumah sakit , bahkan baju dia kotor terkena banyak darah mobil buru2 di nyalakan dan kursi mobil mulai penuh dengan genangan noda merah .
" maaf sayang maafkan akuu . " tak sadar Jeffran menangis sambil mengemudi
dia berusaha fokus menyetir menambah laju kendaraan .
" jika benar kamu milik daddy tetaplah bertahan di sana . " tangan Jeffran bergetar ketika menyentuh perut Daisy
....
In Mansion Hwang
Lucas merasa risau kenapa Daisy belum juga pulang dia menyuruh seluruh bodyguard mencari keberadaan tapi belum mendapatkan kabar , harusnya tadi dia tidak mengizinkan Daisy keluar rumah lihat sekarang apa yang terjadi .
" Tuan kami masih belum menemukan keberadaan nyonya muda . " ujar salah satu pria
Pranggg
" orang sebanyak ini tidak ada yang berhasil menemukan istri ku ! , gunakan mata kalian untuk mencari dia baj*ngan ! " teriak Lucas
" tenang Tuan kami akan berusaha mencari nyonya . "
" pergi dan jangan ada yang pulang ketika belum menemukan istri ku ! " perintah Lucas
" baik tuan ku . "
semua membungkuk pada Lucas dan segera pergi untuk mencari keberadaan sang nyonya Hwang .
" ku mohon pulang sayang jangan meninggalkan aku sendiri . " tubuh tegap Lucas merosot dia meremat rambut rasa takut kini hadir
ketika orang tua nya meninggal Daisy menjadi alasan pria ini tetap menjalani hidup sosok wanita yang menjadi cahaya , ketika dia tidak ada dengan arti hidup Lucas juga berkahir tak ada lagi tujuan .
...
In Hospital
Jeffran berteriak memanggil perawat untuk menolong menangani Daisy semua sigap menolong dan membawa brankar , wajah merona terganti dengan warna pucat pasi seakan tidak ada kehidupan di sana .
" Tuan silahkan menunggu sebentar . " ujar salah satu perawat
wajah yang banyak di puja kaum hawa sekarang terlihat hancur dan berantakan noda merah memenuhi baju , Jeffran terduduk di lantai air mata terus menetes ratusan kata maaf selalu terucap .
seorang datang dengan wajah sama khawatir bahkan dengan napas terengah karena terus berlari , Arthur menyusul ketika Jeffran menghubungi untuk datang ke rumah sakit pasti ini menyangkut Daisy .
" apa yang terjadi? " tanya Arthur masih mencoba menetralkan napas
" aku tidak sengaja dan hilang kendali . " ujar Jeffran dengan pelan
" apa yang kau lakukan ! katakan dengan jelas baj*ngan ! " teriak Arthur
" aku menampar Daisy dan secara tiba2 dia pendarahan aku menyesal Jung . " Si Profesor kembali menangis
Bugh
Arthur menendang hingga Jeffran langsung terkapar di lantai .
" brengs*k apa yang sebenarnya dalam pikiran mu Seo kau bukan hanya menyakiti Daisy tapi bayi yang sama sekali tak berdosa , aku bersumpah akan membun*h mu jika sampai terjadi dengan mereka berdua ! "
" aku menyesal maaf . "
" segampang itu kau berucap jika bayi itu adalah darah daging ku artinya kau melenyapkan anak kandung kuuuuuu ! " Arthur mengambil kursi besi
semua orang berteriak ketika Arthur akan menghantam Jeffran tapi ada seseorang menahan .
" presedir tolong sabar jangan melakukan ini . " ujar Devan
" menyingkir akan ku habisi si brengs*k Seoooooo ! "
" tenang jangan menyelesaikan dengan emosi presedir beliau adalah keluarga anda . "
" tak sudi aku berteman lagi dengan iblis seperti dia mati sajaaaa . "
semua orang terdiam melihat amukan sang presedir tidak di sangka begitu sangat mengerikan ketika marah .
" ayo Tuan bangun . " seorang dokter membantu Jeffran bangun
kening Jeffran berdarah ketika Arthur menendang karena terhantam juru kursi tunggu tapi seolah tak peduli .
" bagaimana apa baik2 saja? "
" nona Daisy masih dalam pemeriksaan Tuan mungkin sebentar lagi . "
" selamatkan anak ku . " pinta Jeffran
" siapa yang kau sebut anak ku ! bayi itu milik ku Seoo ! " Arthur kembali akan menyerang tapi Devan terus menahan
Arthur mengusap wajah dengan kasar ekspresi frustasi begitu terlihat lagi2 dia harus melihat Daisy terluka , bahkan Arthur sadar dirinya tidak bisa menjaga Daisy dengan baik tapi demi Tuhan dia begitu mencintai wanita cantik itu .
haloo ketemu di sini
selamat beristirahat ya
bye , bye