Slave ( Hiatus )

Slave ( Hiatus )
Bagian 18


Enjoy


Jeffran berhenti setelah melakukan kegiatan panas nya walapun hanya sekali main tapi Daisy di buat kelimpungan kesadaran si tampan kembali ketika mendengar suara memohon , tak henti Daisy terus berucap jangan lakukan akhirnya Jeffran melakukan secara perlahan .


" sayang apa masih sakit? " Jeffran mengecupi punggung mulus Daisy


" aku harus pulang.."


" malam ini kita menginap saja aku masih merindukan mu , kamu tidak rindukan aku? "


tubuh mereka tertutupi dengan selimut karena tak ada sehelai benang pun menempel , tangan kekar Jeffran membelai perut Daisy yang sudah terasa keras .


" dia milik siapa hm? "


" aku tidak tau hiks . " tangis Daisy kembali pecah


"apa Lucas? "


" bahkan dia tidak tau apapun tolong jangan bawa Lucas dalam masalah ini , dia orang yang begitu baik dan selalu menjaga ku . "


" jadi maksud mu dia baby Seo? "


" bisa jadi tapi belum bisa di pastikan aku tidak meminta pertanggungjawaban . " ujar Daisy


Jeffran terdiam tak di pungkuri dia bahagia mendapat buah hati bahkan dari orang yang sangat di cintai , si tampan pun bangun dia hanya menggunakam celana di atas lutut menuangkan Wine .


" bisa saja itu itu milik Arthur lantas apa mau mu sekarang? " tanya Jeffran


" aku tidak ingin apapun biarkan baby dengan ku kembalilah pada istri mu . "


" aku masih membutuhkan tubuh mu sayang ayo berkerja kembali dengan ku. "


" bagaimana bisa kamu berbicara seperti ini? " air mata Daisy mengalir


" mungkin kamu di lahirkan untuk menjadi Jal*ng bukankah begitu hm? "


Daisy bangkit wajah nya tampak marah dia mengambil pakaian dan bersiap pergi , kata2 yang begitu menyayat hati tak sedikitpun dia ingin menjalani hidup serendah ini .


" mau kemana ! " Jeffran menahan lengan Daisy


" lepaskan tangan brengs*k ! jangan karena uang mu kau bisa semena2 pada ku . " ujar Daisy


" kenapa harus marah jika memang fakta . "


" tentu saja fakta bukti nya kau lebih merasa terpuaskan oleh seorang jal*ng , bukankah sama2 rendah? kenapa seolah kau jauh lebih baik ! " senyuman sinis tampak di bibir Daisy


Plakk


tamparan kembali bergema Daisy jatuh tersungkur bibir terasa perih , dia melindungi perut agar si jabang bayi tak terhantam lantai .


" berani sekali kau mengucapkan itu ! kau pikir siapa hah? , masih bisa kuliah berkat siapa wanita sialan begini balasan mu? " bentak Jeffran


" aku tidak meminta.. " suara Daisy melemah


" banguunn jangan pura2 lemah ! " Jeffran pun berjongkok sambil mencengkram pipi yang bahkan sudah terhiasi banyak lebam


" sakit.."


mata cantik itu terpejam napas Jeffran tercekat ketika melihat darah mengucur pada paha mulus Daisy dan menggenang di lantai , tangan kekar si tampan bergetar ketika menyentuh Daisy mencoba membuat tetap sadar .


" say-ang bangun maaf.. " Jeffran merengkuh Daisy yang sudah tak sadarkan diri


tanpa menunggu lama Jeffran memakai baju dan segera menggedong Daisy untuk segera pergi ke rumah sakit , bahkan baju dia kotor terkena banyak darah mobil buru2 di nyalakan dan kursi mobil mulai penuh dengan genangan noda merah .


" maaf sayang maafkan akuu . " tak sadar Jeffran menangis sambil mengemudi


dia berusaha fokus menyetir menambah laju kendaraan .


" jika benar kamu milik daddy tetaplah bertahan di sana . " tangan Jeffran bergetar ketika menyentuh perut Daisy


....


In Mansion Hwang


Lucas merasa risau kenapa Daisy belum juga pulang dia menyuruh seluruh bodyguard mencari keberadaan tapi belum mendapatkan kabar , harusnya tadi dia tidak mengizinkan Daisy keluar rumah lihat sekarang apa yang terjadi .


" Tuan kami masih belum menemukan keberadaan nyonya muda . " ujar salah satu pria


Pranggg


" orang sebanyak ini tidak ada yang berhasil menemukan istri ku ! , gunakan mata kalian untuk mencari dia baj*ngan ! " teriak Lucas


" tenang Tuan kami akan berusaha mencari nyonya . "


" pergi dan jangan ada yang pulang ketika belum menemukan istri ku ! " perintah Lucas


" baik tuan ku . "


semua membungkuk pada Lucas dan segera pergi untuk mencari keberadaan sang nyonya Hwang .


" ku mohon pulang sayang jangan meninggalkan aku sendiri . " tubuh tegap Lucas merosot dia meremat rambut rasa takut kini hadir


ketika orang tua nya meninggal Daisy menjadi alasan pria ini tetap menjalani hidup sosok wanita yang menjadi cahaya , ketika dia tidak ada dengan arti hidup Lucas juga berkahir tak ada lagi tujuan .


...


In Hospital


Jeffran berteriak memanggil perawat untuk menolong menangani Daisy semua sigap menolong dan membawa brankar , wajah merona terganti dengan warna pucat pasi seakan tidak ada kehidupan di sana .


" Tuan silahkan menunggu sebentar . " ujar salah satu perawat


wajah yang banyak di puja kaum hawa sekarang terlihat hancur dan berantakan noda merah memenuhi baju , Jeffran terduduk di lantai air mata terus menetes ratusan kata maaf selalu terucap .


seorang datang dengan wajah sama khawatir bahkan dengan napas terengah karena terus berlari , Arthur menyusul ketika Jeffran menghubungi untuk datang ke rumah sakit pasti ini menyangkut Daisy .


" apa yang terjadi? " tanya Arthur masih mencoba menetralkan napas


" aku tidak sengaja dan hilang kendali . " ujar Jeffran dengan pelan


" apa yang kau lakukan ! katakan dengan jelas baj*ngan ! " teriak Arthur


" aku menampar Daisy dan secara tiba2 dia pendarahan aku menyesal Jung . " Si Profesor kembali menangis


Bugh


Arthur menendang hingga Jeffran langsung terkapar di lantai .


" brengs*k apa yang sebenarnya dalam pikiran mu Seo kau bukan hanya menyakiti Daisy tapi bayi yang sama sekali tak berdosa , aku bersumpah akan membun*h mu jika sampai terjadi dengan mereka berdua ! "


" aku menyesal maaf . "


" segampang itu kau berucap jika bayi itu adalah darah daging ku artinya kau melenyapkan anak kandung kuuuuuu ! " Arthur mengambil kursi besi


semua orang berteriak ketika Arthur akan menghantam Jeffran tapi ada seseorang menahan .


" presedir tolong sabar jangan melakukan ini . " ujar Devan


" menyingkir akan ku habisi si brengs*k Seoooooo ! "


" tenang jangan menyelesaikan dengan emosi presedir beliau adalah keluarga anda . "


" tak sudi aku berteman lagi dengan iblis seperti dia mati sajaaaa . "


semua orang terdiam melihat amukan sang presedir tidak di sangka begitu sangat mengerikan ketika marah .


" ayo Tuan bangun . " seorang dokter membantu Jeffran bangun


kening Jeffran berdarah ketika Arthur menendang karena terhantam juru kursi tunggu tapi seolah tak peduli .


" bagaimana apa baik2 saja? "


" nona Daisy masih dalam pemeriksaan Tuan mungkin sebentar lagi . "


" selamatkan anak ku . " pinta Jeffran


" siapa yang kau sebut anak ku ! bayi itu milik ku Seoo ! " Arthur kembali akan menyerang tapi Devan terus menahan


Arthur mengusap wajah dengan kasar ekspresi frustasi begitu terlihat lagi2 dia harus melihat Daisy terluka , bahkan Arthur sadar dirinya tidak bisa menjaga Daisy dengan baik tapi demi Tuhan dia begitu mencintai wanita cantik itu .


haloo ketemu di sini


selamat beristirahat ya


bye , bye