Slave ( Hiatus )

Slave ( Hiatus )
Bagian 15


Enjoy 🌟


kerlipan lampu dan berbagai hiasan bunga membuat suasana semakin indah musik romantis mulai terdengar , dekorasi warna white pink sungguh sangat terlihat cantik hari ini pertunangan Daisy akan segera di laksanakan .


" ya ampun putri ibu cantik sekali bahkan melebihi peri . " puji nyonya Lee


" apa sih bu aku gugup banget . " keluh Daisy


" bagimana tidak gugup jika sebentar lagi akan di pinang oleh tuan Hwang . "


" bahkan aku merasa ini seperti mimpi . "


Daisy begitu cantik walaupun dengan polesan sederhana .


" nona acara akan di mulai sebentar lagi . " seorang wanita masuk


" ah iya . "


musik pengiring mulai terdengar tema acara di luar ruangan jajaran kursi sudah terisi penuh , bahkan Jovan juga hadir di sana tentu saja 2 orang pria istimewa juga ada .


" sayang ini acara pasien yang kamu rawat itu? " tanya Valen


" iya nyonya Lee yang tunangan putrinya . " jawab Artur


" wah beruntung sekali dia akan menjadi tunangan presedir Hwang . "


" kak kenapa hanya datang sendiri? kak Minji tidak di ajak . " tanya Jovan


" ingin saja . "


Arthur was-was melihat Jeffran yang tidak menampilkan ekspresi apapun , Lucas datang dengan senyum bahagia .


" mari kita panggil nona Daisy untuk bersanding dengan tuan Hwang . "


seorang wanita dengan gaun putih menjuntai datang dan membuat tamu kagum akan kecantikan nya , bahkan membuat Arthur berserta Jeffran tak berkedip di tambah debaran kencang begitu terasa .


" wanita itu milik ku . " gunam Jefffan


Lucas meraih tangan Daisy dan berdiri di depan tamu mata cantik itu beradu pandang dengan mata tajam milik 2 pria tampan .


" mari presedir kita mulai acara nya silahkan Pakaikan cincin untuk nona Daisy , setelah itu anda resmi mengikat seorang wanita yang begitu cantik ini . " ucap MC


cincin manis dan indah Lucas bawa lalu dia Pakaikan pada jemari Diasy , begitu sebaliknya Daisy sempat terdiam sebentar ketika bertatapan dengan Jefffan .


" sayang ada apa? ayo Pakaikan cincin itu pada ku . " ucap Lucas


" ah iya maaf . " jawab Diasy dengan gugup


suara riuh tepuk tangan terdengar tapi kenapa hati Daisy tak sepenuh nya senang , setelah selesai para tamu memberikan selamat .


" selamat ya ciee lamaran . " goda Jovan


" diam kau Seo ! "


" eh calon pengantin tidak boleh marah2 . "


nyonya Lee senang karena Arthur juga datang .


" Terima kasih sudah meluangkan waktu dokter Jung . " ucap nyonya Lee


" tentu sebuah kehormatan di undang oleh anda juga presedir Hwang nyonya . " Arthur tersenyum sinis pada Lucas


" apa dia istri mu? cantik sekali . "


" perkenalkan diri mu sayang . "


" senang bertemu dengan anda nyonya saya Valen Jung . " Valen tersenyum anggun


" iya kamu cocok sekali dengan dokter Jung nona , saya pasien yang di rawat oleh beliau . "


" selamat . " Jefffan memberikan jabat tangan pada Daisy


" Terima kasih Profesor . " Daisy tak berani memandang mata tajam milik sang dosen


Jefffan pergi setelah memberikan selamat lalu mengambil segelas Wine , Daisy izin ke toilet dan Lucas berbincang dengan para tamu .


" jangan sakit sekarang menganggu acara saja . " Daisy mengusap2 perut nya


rasa sakit itu kambuh lagi dia harus segara minum obat .


⭐⭐⭐


In Hospital


Minji sedang melakukan USG dia melihat si calon buah hati baik2 saja tentu saja senang setelah selesai dia duduk , dokter memberikan resep vitamin dan mencetak photo untuk di berikan pada Jefffan .


Clekk


pintu terbuka dan seorang dokter masuk kedalam .


" maaf saya pikir sedang tidak ada pasien dokter Kang . " ucap Devan


" oh dokter Kim tidak papa ini sebentar lagi selesai . "


hati Minji berdetak ketika bertatapan dengan Devan tentu ayah biologis si bayi .


" ini photo nya jatuh nyonya . " Devan memberikan pada Minji


" Terima kasih jadi apa saya boleh pergi sekarang dokter Kang? " tanya Minji


" tentu nyonya ini resep untuk anda . "


Minji mengambil dengan terburu2 dan keluar ruangan dia segera menebus vitamin , kenapa harus selalu bertemu dengan orang yang di hindari .


" ponsel mu tertinggal kenapa buru2 sekali . " ucap Devan


" berikan pada ku . "


" si kecil sehat? "


" tolong jangan merasa akrab dengan saya ! " ujar Minji


" bukankah kita memang dekat? saya yang pertama , apa jangan2 yang sedang kamu kandung anak saya? " Devan tersenyum kecil


" kenapa marah saya hanya bertanya . "


" jangan bicara atau temui saya lagi sungguh mengganggu !


Minji segera pergi meninggalkan Devan rasa wanita itu kini campur aduk .


⭐⭐⭐


malam pun tiba acara pertunangan sudah selesai Daisy tidur di kamar sang ibu karena dia sedang tak ingin sendirian , Daisy bangun kala rasa mual menyapa dia berlari ke luar dan menuju kamar mandi karena tak ingin nyonya Lee bangun.


" ughh..ada apa dengan ku . " gumam Daisy


langkah rusuh terdengar seorang pria datang dengan wajah khawatir .


" ada apa sayang? " tanya Lucas


" aku mulai sekali Luke . "


" kita ke rumah sakit saja . "


Lucas memijit tengkuk Daisy dia sangat khawatir ketika melihat wajah pucat si kekasih hati , si cantik terduduk lemas tanpa banyak kata Lucas menggendong Daisy untuk ke rumah sakit .


" tahan sebentar dear kita segera sampai . " ujar Lucas


di tambah nya laju kecepatan mobil Lucas sudah menyuruh orang untuk menjaga nyonya Lee , mereka pun sampai di rumah sakit beberapa perawat langsung sigap membantu .


" silahkan tunggu di luar saja Tuan . "


Arthur baru saja sampai dia melihat Lucas siapa yang sakit , dia ikut memperhatikan dari jauh .


" Tuan dokter ingin berbicara dengan anda . "


Lucas langsung bergegas masuk dokter tersenyum melihat ekspresi pria tampan itu .


" jadi ada apa? katakan langsung jangan basa basi . " ucap Lucas


" anda tidak perlu panik begitu Tuan , hormon kehamilan memang begitu . " jawab dokter


si presdir Hwang terlihat tidak konek otak nya mendadak Blank


" maksud dokter apa? katakan lebih jelas . "


" nyonya sedang mengandung selamat Tuan akan menjadi ayah . "


mata Lucas membulat bahkan lupa cara bernapas semua mendadak sunyi , Daisy langsung terdiam air mata mulai berjatuhan mendengar kabar ini .


" hah? meng-andung? " tanya Lucas dengan terbata


" iya baby baik2 saja saya akan berikan resep vitamin , setelah ini jangan lupa minum susu dan tidak boleh kecapean . "


Lucas hanya terdiam dia merasakan hujaman keras di hatinya kenapa takdir begitu kejam , dia melirik Daisy yang menangis hebat sekarang harus apa .


pemeriksaan selesai kini mereka sedang duduk di mobil , suara isakan masih terdengar Lucas meremas surat pemeriksaan .


" dia milik siapa? " suara Lucas terdengar bergetar menahan tangis


bahkan Daisy tak mampu menjawab .


" katakan dan jangan menangis ! " bentak Lucas sambil memukul stir mobil


" aku tidak tau hikss.. "


" kenapa tidak tau apa sesering apa kamu tidur dengan mereka , sampai tidak tau siapa ayah dari bayi yang sedang kau kandung ! .


" maaf Lucas . "


" aku tak butuh maaf mu ! dari 2 baj*ngan itu yang mana? "


" sungguh aku tidak tau hiks.."


Lucas meremas rambut dengan frustasi baru tadi siang berbahagia , sekarang sudah di terpa masalah yang membuat dia gila .


" apa arti kebahagiaan tadi siang . " ujar Lucas dengan lirih


" maaf Lucas sekarang aku harus bagaimana? " Daisy memegang tangan Lucas dengan erat


" kenapa rasanya sakit sekali ! "


tentu perasaan Lucas sangat terluka melihat tunangan nya , dia membawa kehidupan lain yang ntah milik siapa .


" kamu boleh membuang ku sekarang aku sudah benar2 tak pantas . " suara tangisan yang begitu menyayat hati


" kita bahas nanti ayo pulang . "


" bagaimana dengan ibu Lucas? "


" akan ku tangani sudah jangan menangis kasian baby . " Lucas mengecup kening Daisy


" aku malu dengan mu harusnya kamu membenci ku Hwang ! "


" apa yang harus ku benci? semua yang terjadi bukan kemauan mu ! "


Lucas mendekap Daisy dengan erat tak di pungkiri hati si tampan juga sangat terluka .


⭐⭐⭐


di kursi rumah sakit seorang pria juga sedang terduduk wajah tampan itu terlihat sangat syok , Arthur tadi masuk dan bertanya apa yang terjadi karena melihat Daisy keluar dari ruangan .


" dia sedang hamil? . " ujar Arthur


senyum tipis terbentuk tentu senang jika si buah hati adalah milik dia , tapi bisa jadi kemungkinan Jeffran tapi Arthur berharap itu adalah calon anak nya .


" aku harus memastikan bahwa informasi tadi adalah kenyataan . "


Arthur mengambil ponsel dia sangat bahagia mendengar kabar si cantik tengah mengandung , walaupun belum tau siapa dari mereka yang akan menjadi ayah .


nungguin gak?


maaf lama hehe


sampai bertemu di next episode