Slave ( Hiatus )

Slave ( Hiatus )
Bagian 1


enjoy 🌟


hidup ini adalah panggung sandiwara tersenyum tetapi hati menangis bahagia tapi hidup penuh luka itulah sedikit tentang pahit getir nya semesta , orang hanya bisa menilai dari apa yang mereka lihat itu bisa saja hanya sekedar topeng untuk menutupi keadaan menjadikan kekurangan seseorang mejadi bahan gunjingan .


aku bukan orang suci atau bahkan masuk dalam kategori gadis baik2 tapi setidaknya aku tidak pernah menggunakan mulut ini untuk mencela orang , karena aku sadar diri dan selalu berkaca terserah kalian anggap aku apa di hina? di maki? itu sudah menjadi makanan sehari-hari .


nama ku Lee Daisy seseorang yang di berikan jalan hidup yang keras poros dunia ku sudah terbaring selama 1 tahun ibu koma setelah mengalami kecelakaan , ayah ku? pria itu begitu saja pergi meninggalkan kami sehingga aku harus tetap berjuang untuk semua nya mencari uang dan membayar biaya rumah sakit .


aku selalu mendapat beasiswa setiap tahun bukan berarti jenius .


biaya rumah sakit selalu terjamin bukan berarti aku kaya .


aku mendapat itu semua dari para pria yang harus ku sebut apa ya? baj*ngan mungkin , si pria2 pemaksa yang bisa melakukan apapun dengan uang nya .


kejam


kelam


gelap


begitu deskripsi hidup ku .


✨✨


In Campus


seorang wanita cantik sedang duduk melamun di depan perpustakaan dia terlihat sangat lelah karena harus mengerjakan tugas yang banyak , rambut panjang itu di biarkan berantakan tertiup angin bahkan memperbaiki penampilan nya terlihat merepotkan .


" Daisy Profesor Seo memanggil mu cepatlah pergi ke ruangan nya . " ujar seorang pria


" ya Terima kasih Hechan . "


dia pun segera pergi menemui salah satu Profesor sekaligus pemilik universitas tersebut .


Tok


Tok


" selamat siang Profesor Seo ada yang bisa di bantu? " ucap Daisy


" silahkan duduk . "


" jadi ada apa? katakan secara langsung . "


" beberapa bulan lagi pemilihan beasiswa akan di perbarui dan sangat ketat untuk bisa mendapatkan nya , salah satu latar belakang menjadi pertimbangan nona Daisy bagaimana ya akan cukup sulit . " ujar Profesor Seo sambil tertawa kecil


" Profesor selalu bisa mendapatkan nya untuk ku . " jawab Daisy


" tentu kau akan selalu mendapatkan nya . "


lalu si Profesor tampan itu memeluk Daisy dari belakang dan mengecup pundak mulus yang terkespos .


" tampan tapi baj*ngan Seo Jeffran . " ujar Daisy


" jangan mengumpat sayang tetaplah menjadi penghibur ku , maka beasiswa akan tetap menjadi milik mu atau jadi istri kedua bagaimana? tidak perlu susah payah berkerja lagi . " ucap Jeffran


" dalam mimpi mu brengs*k . " Daisy hanya memasang wajah datar


" haha kau menarik aku semakin suka . "


Daisy membalikan tubuhnya dan Jeffran langsung menarik tengkuk si cantik memberikan cumbuan panas mendudukan Daisy dalam pangkuan nya , tangan kekar itu menyingkap rok mengelus paha selembut sutra tak lupa memberikan tanda .


" aku ada rapat jadi ke inti saja . " ujar Jeffran


dia memencet tombol ruang pun terbuka di sana ada ranjang yang cukup luas lalu menjatuhkan Daisy pada kasur sambil mengukung nya , mereka melakukan di kampus sudah biasa karena di lantai paling atas khusus ruangan Jeffran seorang dia membuka sabuk dan mengenakan pengaman .


" pelan-pelan saja ! " ucap Daisy sambil meremat tangan Jeffran


" kamu selalu terbaik pantas Arthur ketagihan . "


" cepatlah kau bilang ada rapat ! "


" sabar baby grils . "


suara yang begitu nyaring terdengar apalagi erangan Daisy membuat Jeffran semangat keringat mengucur deras , suara deritan ranjang menjadi melodi tambahan geraman rendah terdengar ketika mereka sudah sampai puncak .


" Terima kasih tidak perlu masuk kelas tidur saja di sini . " Jeffran membenahi penampilan nya dan pergi ke kamar mandi


" sampai kapan begini . " gunam Daisy


Jeffran sudah rapih dan mengenakan jas nya semua dosen sudah menunggu dia melihat Daisy meringkuk , kemudian menarik selimut menutupi tubuh polos si cantik dan pergi keluar tak lupa mengunci pintu nya mereka akan pulang bersama ketika suasana kampus sudah sepi .


" bagaimana ya persaan ibu mungkin dia takan sudi menganggap aku sebagai anak nya . " ucap Daisy


lalu dering ponsel terdengar Daisy melihat siapa yang menelpon


Arthur Jung Calling..


" apa? " tanya Daisy


" tentu saja saya merindukan mu sayang , kemari sekarang juga . " ucap pria di sebrang sana


" aku di kunci . "


" ish kemana si Seo pergi? "


" kabur saja terserah lewat mana cepat kerumah sakit . "


" ini di lantai 7 aku harus melompat? tapi tidak papa dengan begitu aku bisa bebas . " ucap Daisy


" jangan begitu honey nanti kalau ibu mu sembuh bagaimana? "


" nanti ibu ku yang sembuh dan aku yang mati . "


Pip


Daisy mematikan ponsel nya dia begitu muak mendengar suara yang selama ini memberikan pasilitas lengkap untuk sang ibu .


hari semakin sore Jeffran mengajak Daisy pulang mereka berjalan di lorong yang sudah sepi tangan lentik itu di genggam erat , tapi perasaan takut selalu ada menjadi orang ketiga dalam sebuah pernikahan bukan keinginan dia .


" tadi Arthur menelpon dan menyuruh ku untuk pergi ke sana . " ucap Daisy


" minggu ini jadwal bersama ku . " jawab Jeffran


" tapi nanti malam istri mu pulang dari paris . "


langkah mereka terhenti dia lupa jika istrinya pulang dari paris setelah melakukan pasion show dia pemilik beberapa brand ternama .


" aku antar ke apartemen . " ujar Jeffran


" tidak akan menjemput nya ke bandara? "


" akan ku suruh supir cepatlah masuk . "


di mobil suasana sangat hening tak ada obrolan sama sekali


" aku tidak tau apa yang di lakukan istri mu jika mengetahui hubungan ini . " Daisy membuka obrolan


" jangan sampai tau tapi kalau pun terbongkar tak masalah , pernikahan kami hanya diatas kertas bahkan tak sedikit pun aku menyentuh nya . " jawab Jeffran


" dia perempuan yang cantik . "


" tapi aku tidak mencintai nya karena pernikahan ini di laksanakan karena amanat mendiang kakek . "


" tetap saja aku menjadi wanita tidak tau diri . " ujar Daisy


" jangan membahas ini . "


tak lama kemudian mereka sampai di apartemen Jeffran tak turun dan langsung pergi Daisy pun masuk , tapi lampu sudah menyala dan apartemen dalam keadaan rapih bahkan makanan sudah tertata rapih di meja .


" kenapa baru pulang honey . " sepasang tangan kekar memeluk dari belakang


" Jeffran mengurung ku . "


" menyebalkan sekali dia lupa jika kau bukan hanya milik nya seorang . "


" kenapa kemari? " Daisy melepaskan pelukan nya


" saya ingin makan malam dengan mu lihat sudah banyak makan di sana . " Arthur mengecup pundak Daisy


" bagaimana dengan ibu? "


" dia baik-baik saja sayang tadi saya sudah mengecek nya , jangan khawatir selama kamu menurut ibu mu akan selalu terjamin . " ucap Arthur


" kau dan Jeffran sama saja . "


" sama-sama membuat mu senang bukan? harusnya kamu merasa beruntung . "


" menjadi simpanan kalian bukan sesuatu yang bisa ku banggakan ! " Daisy pergi ke kamar untuk berganti baju


Arthur hanya tersenyum dia semakin jatuh cinta pada perempuan itu mereka pun makan malam berdua , setelah selesai pergi ke kamar Daisy sangat lelah Arthur ikut berbaring dan memeluk tubuh ramping itu .


" akan menginap di sini? " tanya Daisy


" iya . "


" lalu bagaimana dengan dia yang kau tinggalkan dirumah? "


" tidak masalah pasti perempuan itu masih berkutat dengan berkas nya . " jawab Arthur


" kembalilah menjadi suami yang baik dan kita akhiri ini . "


" tidak mau aku mencintai mu . "


" mencintai tubuh ku lebih jelasnya . " Daisy tersenyum miris


" ya itu salah satunya tapi aku lebih sering meminta servis tak seperti Jeffran . " ujar Arthur


" terserah saja . "


akhirnya pun mereka terlelap ini memang kehidupan yang gila jika tak sanggup segeralah menjauh dan jangan ikuti perjalan ku , hidup dengan 2 orang pria sekaligus benar-benar tak waras maka dari itu pergi dan masuk dalam dunia ku .


cerita baru nih gimana lanjut apa engga nih?


maaf cerita ku memang suka ekstrim jangan pada baca kalau gak kuat , ingat ya ini latar bukan di negara kita tercinta


tapi kalau suka keributan silahkan gabung