Sistem Melayani Suami

Sistem Melayani Suami
Part 70


Raygan dengan penuh kelembutan merawat dan menjaga Naura selama berada di masa komanya. Dia terus berada di samping Naura tanpa ada niat untuk meninggalkannya walaupun hanya sedetik saja. Rocky yang melihat ketulusan hati Raygan hanya mampu tersenyum kecil. Dia menatap Raygan dengan penuh kekaguman. Melihat perlakuan Raygan kepada Naura, berlahan dia mengingat perlakuan Leonard kepada mama Naura.


"Melihat mereka, aku seperti melihat tuan dan nyonya besar. Aku merasa dengan kehadiran mereka akan membuat tuan dan nyonya besar kembali di tengah-tengah kita," ucap Rocky kepada pengawalnya yang berjaga di depan ruanga rawat Naura.


Mereka menatap Raygan yang terus setia duduk di samping Naura dari celah pintu yang tidak tertutup rapat. Melihat perhatian Raygan kepada Naura membuat mereka yakin jika Raygan adalah pria yang tepat untuk Naura.


"Kenapa kau mengintip dari luar? kenapa kau tidak masuk saja?" tanya Ronal tiba-tiba muncul di belakang Rocky.


"Astaga! sialan kau!" ucap Rocky mengusap dadanya pelanggan sambil menatap kesal Ronal. Karena ulah Ronal yang datang seperti jelangkung, hampir saja jantung Rocky copot seketika.


"Ternyata kau bisa terkejut juga. Aku kira jantungmu itu sangat kuat," ucap Ronal terkekeh kecil.


"Aku tau aku masih sangat gagah dan tampan. Tapi apa kau lupa jika aku sudah tua? jadi wajar saja aku terkejut," ucap Rocky dengan penuh percaya diri.


"Tampan! tapi sayang. Perjaka tua," ucap Ronal terkekeh kecil.


"Sialan! aku seperti ini bukan karena tidak ada yang mau. Aku hanya ingin pokus dengan tugasku. Jika aku mau aku bisa dapat sepuluh wanita yang jauh dari segalanya ketimbang istrimu itu," ucap Rocky kesal.


"Benarkah! jika begitu lakukan secepatnya. Karena kau sudah melakukan tugasmu dengan baik. Apa kau tidak mau merasakan nikmatnya surga dunia," ucap Ronal tersenyum mengoda Rocky.


Rocky memang pria dewasa yang sangat tampan dan gagah. Namun, dia tidak pernah ada pikiran untuk menjalin hubungan dengan yang namanya wanita. Karena dia terlalu pokus untuk membasmi musuh dan mengembangkan perusahaan keluarga Leonard. Usia Rocky memang jauh lebih muda dari Ronal.


Namun, karena kemampuannya yang jauh lebih baik dari Ronal. Membuat Leonard menempatkan nya di posisi yang lebih tinggi dari Ronal. Walaupun di mata Leonard mereka semua sama, hanya saja Rocky di percaya untuk mengurus semua perusahaan Leonard karena kemapuan ITnya yang sangat tinggi.


"Aku sudah merasakannya," ucap Rocky datar.


"Benarkah? bukannya kau selalu menghabiskan waktumu di kantor dan juga membasmi musuh?" tanya Ronal menatap Rocky dengan tatapan penuh selidik.


"Benar! tapi aku juga menyempatkan diri untuk menuntaskan hasratku," ucap Rocky santai.


Mendengar ucapan Rocky, Ronal berlahan menatapnya dengan penuh selidik. Rasanya Ronal tidak percaya jika sahabatnya itu tidak perjaka lagi. Karena yang dia tau sahabatnya itu sangatlah kaku jika di hubungkan dengan wanita.


"Kau tidak perlu menatapku seperti itu. Jika kau tidak percaya kau boleh mencobanya," ucap Rocky asal.


Mendengar ucapan Rocky, Ronal langsung menatapnya dengan tatapan yang tidak dapat di artikan. Ronal nampak terdiam lama sambil menatap Rocky sehingga membuat Rocky menjadi binggung sendiri.


"Kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya Rocky menatap aneh tatapan Ronal kepadanya.


"Ternyata kau bukan hanya pisikopat. Tapi ternyata kau juga sudah gila," ucap Ronal mengirim ngeri lalu melangkahkan kakinya meninggalkan Rocky.


"Apa! kau bilang aku gila?" tanya Rocky tidak Terima dengan ucapan Ronal.


Berlahan dia mengikuti langkah Ronal yang berjalan memasuki ruangan Naura. Ronal yang awalnya tidak tau jika Raygan ada di sana langsung menatap Rocky binggung. Dia tidak menyangka jika akhirnya Rocky berubah pikiran dan akhirnya mau mempertemukan Naura dan Raygan.


Mendengar ucapan Rocky, Ronal hanya tersenyum kecil. Walaupun keras kepala dan sangat menyeramkan, tapi dia tau sahabatnya itu mempunyai hati yang sangat lembut.Dia pasti tidak tega untuk memisahkan dua insan yang saling mencintai.


"Kau!" ucap Raygan binggung ketika melihat Ronal ada di sana.


"Dia adalah Ronal. Rekan kerjaku yang bertugas untuk mengawasi nyonya muda. Walaupun putranya sendiri yang pernah membuat nyonya menderita," ucap Rocky kesal ketika mengingat kelakuan Gabryel kepada Naura.


Mendengar ucapan Rocky, Ronal hanya mampu membuang napasnya pelan. Dia tau jika apa yang di katakan Rocky benar apa adanya. Gabryel memang pernah membuat kehidupan Naura menjadi sangat menderita.


Raygan terus menatap Ronal dan Rocky dengan penuh kebingungan. Jujur saja dia belum mengerti apa sebenarnya yang terjadi kepada Naura selama ini. Dia nyonya muda Leonard, tapi kenapa dia di biarkan hidup menderita selama ini. Bahkan tidak ada yang membantunya saat dia kesusahan dan juga saat membutuhkan bantuan.


Namun, Raygan langsung menepis semua pertanyaan-pertanyaan yang ada di pikirannya. Dia tidak mau ikut campur dengan masa lalu Naura. Yang dia pikirkan saat ini adalah bagaimana cara agar Naura bahagia dan melupakan semua penderitaannya di masa lalu.


"Sepertinya kau sangat lelah. Kau pulanglah. Pasti orang tuamu menghawatirkanmu saat ini," ucap Ronal menatap tubub Raygan yang terlihat sedikit lemas.


"Tidak! aku akan istirahat di sini saja. Aku mau menemani Naura sampai dia sadar," ucap Raygan dengan tegas.


"Baiklah! tapi setidaknya hubungi keluargamu dulu. Mereka pasti sangat menghawatirkanmu," ucap Ronal.


"Baik! aku akan menghubungi mama. Aku yakin mereka juga sangat menghawatirkan Naura," ucap Raygan tiba-tiba mengingat keluarganya yang telah dia lupakan begitu saja.


"Jika mereka mau, mereka bisa mengunjungi nyonya," ucap Rocky tersenyum.


"Benarkah?" tanya Raygan menatap lekat Rocky.


"Apa wajahku nampak berbohong. Lagian kami juga ingin mengenal calon besan kami," ucap Rocky tersenyum.


Mendengar ucapan Rocky, Raygan langsung tersenyum bahagia. Raygan merasa sangat bahagia karena akhirnya dia mendapat dukungan dari Rocky dan Ronal.


"Baik! aku akan segera menghubungi mereka," ucap Raygan penuh semangat.


"Lihat! tangan nyonya," ucap Ronal menunjuk ke jari Naura yang mulai bergerak.


Melihat itu, Raygan langsung mengengap tangan Naura. Dia menciumi tangan Naura dan mendengarnya dengan erat. Raygan dapat merasakan jika Naura juga membalas gengamannya. Walaupun belum membuka matanya tapi Naura kini sudah menunjukkan perkembangan yang sangat besar.


kehadiran Raygan memang membangkitkan semangat Naura untuk sembuh. Di tambah lagi ketulusan hati Raygan yang terus merawat dan menjaga Naura membuat ikatan cinta mereka semakin kuat. Melihat perkembangan Naura, Raygan langsung meneteskan air matanya. Dia mengengam tangan Naura dan mengelus rambut panjangnya dengan begitu lembut


"Sayang! bagunlah. Aku sangat merindukanmu. Sampai kapan kau akan terus tidur seperti ini? bangunlah, Sayang. Bangun! kami merindukanmu," bisik Raygan sambil menahan isak tangisnya.


"Kekuatan cinta memang tidak ada yang bisa mengalahkannya! Ya Allah, satukanlah mereka. Jangan kau pisahkan mereka, karena ikatan cinta mereka adalah kekuatan mereka yang sebenarnya," gumam Ronal dan Rocky sambil menatap Naura dan Raygan dengan mata berkaca-kaca.


Bersambung.....