Sistem Kebangkitan

Sistem Kebangkitan
Musnah Tak Bersisa


Bryan dan Gerry sama-sama tahu baik markas Zeis maupun Zein berada di tempat keramaian, dan tidak begitu jauh dari kantor Departemen Kepolisian. Bisa dibilang markas kedua kelompok berada di wilayah aman, dan musuh harus berpikir ulang jika ingin menyerang markas mereka. Namun, dengan adanya Monica, masalah Departemen Kepolisian bisa diatasi begitu juga dengan masalah keramaian.


“Mereka yang bekerja di Departemen Kepolisian akan tutup mata dan telinga tentang apa yang terjadi di tempat itu karena sebenarnya aku sendiri sudah lama ingin melakukan penggrebekan tempat itu.” Monica memberi kepastian tentang apa yang dilakukan anggota Departemen Kepolisian.


Sedangkan untuk lokasi sekitar kedua markas yang setiap harinya ramai aktivitas orang-orang yang berlalu lalang, malam ini akan dibuat sepi secara bertahap untuk tidak memancing kecurigaan anak buah Zeis maupun anak buah Zein.


“Kalau sudah seperti itu, apa sekarang kalian sudah siap pergi bersenang-senang?” Bryan bertanya pada keempat wanitanya.


Keempatnya kompak menganggukkan kepala, sedangkan Gladis dia telah berada di sebelah kekasihnya, Gerry.


Penyerangan tidak akan melibatkan Hugo. Hanya dua puluh prajurit super yang dilibatkan dalam penyerangan, dan Bryan rasa keberadaan mereka sudah cukup untuk memusnahkan seluruh anak buah Zeis maupun anak buah Zein.


Namun, melihat waktu yang ada mereka hanya memiliki waktu kurang dari tiga jam untuk menyelesaikan semuanya, melebihi itu mereka akan terganggu oleh terbitnya matahari dan dimulainya aktivitas semua orang.


Melihat waktu tiga jam yang tersisa, Bryan hanya tersenyum tipis. ‘Seharusnya satu jam lebih dari cukup untuk memusnahkan mereka semua,’ ucapnya dalam hati, lalu dia memimpin semua orang memasuki mobil.


Enam mobil keluar meninggalkan Mansion, dengan mobil Bryan berada di posisi terdepan. “Siapkan senjata kalian! Kita akan segera bersenang-senang, dan ingat jangan memberi ampun pada musuh! Bunuh semua tanpa sisa!”


Semua orang terhubung dengan alat komunikasi jarak jauh, jadi saat Bryan sedang berbicara di dalam mobilnya, orang-orang yang berada di mobil lain jelas dapat mendengar suaranya.


Setelah Bryan bicara keadaan benar-benar hening, dan tepat tiga puluh menit setelah meninggalkan Mansion, keenam mobil terpencar menjadi dua kelompok.


Dua mobil bergerak menuju markas kelompok Zeis, dan empat mobil bergerak menuju markas kelompok Zein. Akan tetapi dua mobil tidak langsung menuju markas Zein.


Kedua mobil yang masing-masing berisikan lima prajurit super ahli serangan jarak jauh, mereka segera mencari tempat strategis untuk melakukan serangan jarak jauh, dan kebetulan mereka menemukan gedung kosong yang dapat membuat mereka mengawasi markas kelompok Zeis dan Zein secara bersamaan.


Mereka tidak membuat waktu, segera mengeluarkan senjata laras panjang dari dalam tas yang mereka bawa, dan mengarahkan senjatanya ke arah markas kelompok musuh.


Delapan orang mengarahkan senjatanya ke arah markas kelompok Zein, dan sisanya mengarahkan senjatanya mereka ke arah kelompok Zeis.


Jarak dari tempat mereka ke tempat musuh berjarak kurang dari dua ratus meter, jarak yang sedikit jauh, tapi mereka memiliki keyakinan sebesar seratus persen, kalau tembakan mereka bakal tepat sasaran. Memiliki keyakinan yang begitu tinggi, sebanyak apapun musuh, selama ada peluru yang bisa ditembakkan, mereka yakin dapat membunuh mereka.


“Biarkan aku yang berada di depan!” ucap Bryan memimpin penyerangan markas kelompok Zein.


Mereka mencoba masuk dari pintu belakang yang hanya dijaga empat penjaga. “Kalian yang di atas, bereskan empat penjaga pintu belakang!” Suara Bryan terdengar di alat komunikasi, dan jelas dia sedang berbicara pada para sniper di atas gedung.


Tak lama setelah perintah diberikan, para sniper dengan menggunakan peredam, mereka dengan mudahnya membunuh empat penjaga gerbang belakang, membuat Bryan dan yang lainnya leluasa memasuki markas musuh tanpa hambatan.


Walaupun penjaga gerbang belakang telah dibereskan, Bryan sama sekali tidak mengendurkan kewaspadaannya. Dia tidak ingin ada kesalahan dalam penyerangan kali ini, dan ingin membantai habis seluruh musuhnya.


Setelah berhasil masuk melalui pintu belakang, dengan mata tembus pandang Bryan melihat keadaan dalam markas. Markas kelompok Zein merupakan Mansion dua lantai yang cukup luas dengan kolam renang si bagian tengah Mansion.


Menghitung secara detail jumlah musuh, Bryan menyelesaikan hitungannya hanya dalam satu menit, dan dia memastikan ada 254 anak buah Zein yang berada di markas utama mereka. Selain anak buah Zein, ada juga dua puluh wanita yang sedang melayani keinginan para pria. Para wanita itu bukannya terpaksa memberi pelayanan, tapi terlihat jelas semua itu adalah pekerjaan mereka, dan mereka sangat menikmatinya.


Melihat waktu yang semakin sempit untuk menyelesaikan apa yang ingin diselesaikannya, Bryan langsung saja memberi perintah pada para sniper untuk menembak semua musuh yang terlihat, dan tak sampai satu menit setelah perintah diberikan, puluhan orang telah tewas secara mengenaskan.


Apa yang terjadi pada Zein jelas belum diketahui oleh mereka yang berada di markas utama, dan oleh karena itu mereka tidak terlihat menyiapkan semua peralatan untuk melindungi diri.


“Mari kita masuk dan bersenang-senang!” Di tengah para sniper membunuh dari jarak jauh, Bryan memimpin semua orang memasuki bangunan Mansion dan menyerang siapapun yang mereka lihat. Bagaimanapun juhar semua yang berada di dalam Mansion adalah musuh, jadi mereka tidak perlu pilih-pilih dalam membunuh.


Gerakan Bryan dan yang lainnya sangatlah cepat, jauh lebih cepat dari orang-orang terlatih. Musuh yang tidak siap menghadapi serangan cepat mereka, pada akhirnya mereka semua mati mengenaskan di tempat.


Bryan yang semula khawatir para wanitanya akan ketakutan saat melihat darah dan mayat, nyatanya kekhawatirannya tidak terbukti. Mereka justru menikmati membunuh musuh dengan pistol maupun belati yang dipergunakan sebagai senjata.


Bryan sendiri meski sedang berhadapan dengan musuh, dia masih terus memperhatikan keselamatan para wanitanya, dan hal yang sama juga dilakukan Gerry pada Gladis. Keduanya terus membunuh musuh, tapi tak lupa mereka menjaga apa yang harus mereka jaga.


Untuk markas cabang yang tersebar di berbagai kota, Bryan mempercayakan itu pada Hugo dan anak buahnya untuk membereskan keberadaan mereka, tapi jelas itu tidak akan selesai dalam satu hari.


“Apa sebaiknya yang kita lakukan pada mereka? Tidak mungkin kita tinggalkan mereka begitu saja, membiarkan mereka seperti saat ini, dalam satu minggu mayat mereka semua bisa saja menjadi sumber penyakit yang merugikan banyak orang!” ucap Gerry.


“Bakar saja mereka beserta Mansion ini! Lagipula letak Mansion ini di kelilingi tanah kosong, jadi api tak akan merambat ke bangunan lain,” ucap Bryan memberi solusi permasalahan mayat anggota kelompok Zein.


Gerry setuju dengan itu, dan pada akhirnya dia meminta sepuluh orang di Mansion untuk membeli minyak dalam jumlah besar untuk membakar Mansion, yang selama ini dijadikan markas kelompok Zein, dan mungkin saja minyak juga diperlukan untuk membakar Mansion markas kelompok Zeis.


“Menunggu mereka datang, sebaiknya kita keluar dari tempat ini!” ajak Bryan.


Mereka semua akhirnya keluar dari Mansion yang dipenuhi mayat termasuk dua puluhan mayat wanita penghibur, yang nyatanya mereka masih bagian dari kelompok Zein. Pada akhirnya wanita itu mati bersama yang lainnya, bahkan ada yang mati dalam keadaan tanpa busana.


Tindakan yang dilakukan Bryan dan yang lainnya terbilang kejam, tapi melihat catatan kejahatan kelompok Zein maupun Zeis, kekejaman Bryan dan yang lainnya tak sebanding dengan kekejaman orang-orang Zeis maupun Zein.


Sudah tak terhitung berapa banyak orang yang mati di tangan mereka. Tak peduli pria, wanita, muda, tua, atau anak-anak, jika menyinggung mereka, bisa dipastikan mengalami kematian sangat mengerikan, bahkan tak jarang mayat pun tak ditemukan.


Berada di luar Mansion yang dipenuhi lebih dari seratus mayat, mereka melihat kedatangan sepuluh prajurit super, yang langsung saja mereka mengumpulkan mayat-mayat yang berserakan ke satu tempat, dan menumpuknya.


Tiga puluh menit kembali berlalu, tepat saat semua mayat telah ditumpuk menjadi satu, mereka yang ditugaskan membeli minyak untuk membakar Mansion datang.


“Langsung saja bakar!” Petintah Bryan dan langsung saja Mansion yang dijadikan markas kelompok Zein dibakar.


Dengan minyak yang dituangkan di bagian dalam maupun luar Mansion, api dengan cepat berkobar membakar Mansion. Di tempat lain yang tak begitu jauh, api juga sudah mulai berkobar membakar Mansion markas kelompok Zeis.


“Mari pulang, mandi, lalu beristirahat!” ucap Bryan dan segera saja semua orang kembali ke mobil masing-masing, dan setelahnya tancap gas meninggalkan dua Mansion yang habis terbakar.


...----------------...


Satu jam setelah Bryan dan yang lainnya pergi, mobil pemadam datang ke lokasi kebakaran setelah beberapa orang memberitahu tentang adanya kebakaran di dekat tempat tinggal mereka. Dalam waktu yang begitu singkat belasan mobil pemadam lebaran datang dan mulai memadamkan api di dua tempat berbeda.


Namun, saat salah satu kelompok pemadam kebakaran baru ingin memulai memadamkan api, ledakan besar terjadi di kedua Mansion di waktu hampir bersamaaan, membuat petugas pemadam kebakaran memutuskan mundur dan berjaga di sekeliling Mansion.


Mereka memutuskan mengawasi kebakaran, sambil mencegah api merambat ke bangunan lain. Mereka sebenarnya terpaksa melakukan itu karena ledakan demi ledakan masih terus terjadi, dan mereka harus menjaga keselamatan diri.


Setengah jam berlalu setelah ledakan terakhir kali terdengar, bersama terbitnya matahari para pemadam kebakaran mulai maju memadamkan api yang masih berkobar.


Satu jam setelahnya api berhasil dipadamkan, tapi masalah lain segera datang. Di masing-masing Mansion terdapat banyak tumpukan mayat yang sudah gosong. Bukan hanya belasan mayat, tapi ada puluhan.


Bahkan di salah satu Mansion yang terbakar ditemukan lebih dari setatus mayat yang ditumpuk. Ini adalah kasus penemuan mayat yang sangat besar, dan ratusan anggota Departemen Kepolisian segera datang ke lokasi kejadian.


Meski sebenarnya mereka sudah tahu apa yang sebenarnya terjadi, petugas dari Departemen Kepolisian serius melakukan pemeriksaan di lokasi kejadia. Untuk mayat yang sudah hangus terbakar, tim khusus sudah membawa mayat-mayat ke rumah mayat yang berada tak jauh dari kantor Departemen Kepolisian.


Kabar kebakaran dan penemuan ratusan mayat segera mewarnai pemberitaan di seluruh media elektronik. Kebanyakan berita menanyakan siapa pelaku pembunuhan yang begitu mengerikan, dan bagaimana cara mereka melakukan pembunuhan di tempat yang jaraknya begitu dekat dari Departemen Kepolisian.


Disaat semua orang ramai membicarakan kasus pembunuhan dan kebakaran serta menebak siapa pelaku yang melakukan semua itu, para pelaku yang melakukannya justru sedang terlelap dalam tidur, bahkan Bryan masih sempat melakukan hubungan panas singkat dengan Eve sebelum mereka tertidur saling tindih.


Semalam mereka telah bekerja keras melakukan pemusnahan tanpa sisa kekuatan Zein dan Zeis, untuk sekarang mereka benar-benar ingin bersantai dan menikmati hidup.


...----------------...


Bersambung.