Sistem Kebangkitan

Sistem Kebangkitan
Senjata Makan Tuan


Empat pria berbadan kekar menghalangi langkah kaki Bryan dan Gerry yang pagi ini mengunjungi Mansion keluarga William. “Apa kalian bisa menyingkir secara baik-baik, atau aku perlu menggunakan kekerasan untuk menyingkirkan kalian?” tanya Bryan dengan suara datar.


Jangankan menyingkir setelah mendengar semua itu, keempat pria kekar justru merapatkan barisan, tak memberi celah bagi Bryan dan Gerry melewati mereka.


Namun pilihan mereka menghalangi langkah Bryan adalah sebuah kesalahan.


Saat ucapannya tak dianggap, sosok Bryan tiba-tiba saja menghilang dari tempatnya, dan detik berikutnya dia muncul dihadapan salah satu pria yang menghalanginya. Dengan gerakan teramat cepat dia memukul pria itu tepat di rahangnya, dan hanya sekali pukul pria itu tumbang dengan mulut mengeluarkan busa.


Tak mengucapkan apa-apa setelah menumbangkan satu pria, Bryan segera menyerang tiga pria lainnya. Gerakannya benar-benar cepat, pukulan maupun tendangan yang dia lakukan sama sekali tidak bisa diprediksi lawan.


Pada akhirnya tiga pria lainnya berhasil ditumbangkan hanya dalam kurun waktu kurang dari tiga puluh detik.


Tak menunda waktu dengan membereskan empat pria yang tumbang di depan gerbang Mansion, Bryan langsung saja membawa Gerry masuk ke halaman Mansion.


Dari kejauhan keduanya dapat melihat belasan pria berbadan kekar lainnya yang berlatian ke arah mereka, dan kali ini masing-masing dari mereka memegang senjata. Bahkan lima dari mereka kedapatan membawa senjata api. Meski hanya pistol, setidaknya senjata ditangan mereka dapat digunakan untuk membunuh musuh yang biasa mereka hadapi.


Akan tetapi musuh yang kali ini mereka hadapi bukanlah musuh seperti yang biasanya. Bryan tak mungkin mati sekalipun tubuhnya tertembak, sedangkan Gerry yang telah mengkonsumsi pil kekuatan super khusus pria, meski tak memiliki kekebalan tubuh selayaknya Bryan, dia tak akan kesulitan menghindari peluru tajam yang tertuju padanya.


Bryan dan Gerry terus melangkah maju tanpa rasa takut sekalipun di depan mereka banyak musuh yang menghadang. Daripada takut, keduanya justru terlihat antusias berhadapan dengan musuh yang semakin mendekat. Dari arah lain muncul belasan pria berbadan kekar lainnya, dan kini jumlah mereka tak kurang dari tiga puluhan orang.


“Jumlah mereka cukup banyak, dan aku rasa ini semua cukup untuk menguji seberapa besar peningkatan kekuatanku. Semakin banyak mengalahkan mereka, semakin baik untuk menentukan batas kekuatan yang aku miliki,” ucap Gerry yang hanya berbekal tangan kosong, menghadapi musuh yang melengkapi diri dengan berbagai jenis senjata.


Bryan yang mendengar ucapan Gerry, dia hanya menunjukkan senyuman di bibirnya. “Kita datang dengan niat baik, tapi karena mereka memberi sambutan dengan kurang ramah, sedikitpun jangan mengampuni mereka!” ucapnya.


“Bos tenang saja, aku tidak berencana memberi pengampunan pada mereka. Semua kemampuan yang aku miliki akan aku keluarkan, dan aku ingin melihat apa dari mereka semua ada yang mampu mengimbangi kekuatanku!” ucap Gerry penuh kepercayaan diri.


Bryan hanya mengangguk dan tak membalas ucapan Gerry. Mata tajamnya menatap musuh yang datang, dan dengan gerakan yang sangat cepat dia maju menyambut mereka.


Gerry yang tak mau kalah dari Bryan, dia juga melakukan pergerakan cepat dan langsung menyerang musuh. Kecepatan dan kekuatan Gerry tak kalah dari apa yang dimiliki Bryan, dan begitu berhadap-hadapan dengan musuh dia segera memukuli mereka.


Sementara itu di lantai tiga Mansion. Melalui jendela kaca yang dapat melihat langsung halaman Mansion, Mark William dan juga Sean, mereka melihat apa yang saat ini sedang terjadi di halaman Mansion.


“Pertarungan jarak dekat mereka memang unggul, tapi aku tak yakin mereka dapat bertahan dari hujan peluru tajam!” ucap Sean yang saat ini duduk di atas kursi roda.


Mark sendiri hanya diam dan fokus mengamati sosok Bryan. “Setelah melihat bagaimana dia berhasil selamat dari tembakan jarak dekat, aku tak yakin peluru tajam dapat melukainya, meski ada ratusan peluru yang menghujani tubuhnya,” ucapnya, dan dia tak sedikitpun mengalihkan perhatiannya dari sosok Bryan.


“Ayah tenang saja, jika peluru tajam tidak bisa membunuhnya, aku telah menyiapkan persenjataan kelas berat, dan aku yakin dia pasti musnah dengan senjata itu.”


Sean telah membeli beberapa senjata militer dari pasar gelap, dan dia akan menggunakan itu untuk melawan Bryan jika hujan peluru tak bisa membunuh pria itu. Menurutnya, jika sebuah Main Battle Tank saja dapat dihancurkan oleh senjata yang saat ini dia miliki, manusia yang begitu kecil pastinya akan hancur berkeping-keping tak bersisa.


Disaat keduanya terus mengamati jalannya perkelahian di halaman Mansion, Bryan yang menjadi tokoh utama dalam perkelahian, dia telah menumbangkan lebih dari sepuluh musuhnya, begitu juga dengan Gerry yang kali ini berperan sebagai tokoh pendamping utama.


Sekarang hanya tersisa delapan orang, yang mana lima dari mereka langsung mengeluarkan senjata dan bersamaan mengarahkan tembakan pada Bryan dan Gerry.


Suara rentetan tembakan terdengar, tapi setiap peluru yang ditembakkan sama sekali tidak berhasil menjatuhkan musuh mereka.


Bryan masih berdiri kokoh di tempatnya, sedangkan Gerry yang terus menghindar kesana-kemari, dia berhasil menghindari semua peluru dan tak mengalami luka.


Melihat lima pria dengan tangan gemetaran kesulitan mengisi ulang peluru pistol di tangan mereka, Bryan dan Gerry melihat kesempatan melakukan serangan balik, dan keduanya segera melakukannya.


“Swush... Swush...”


“Gerry, kali ini sebaiknya kamu mencari tempat yang aman untuk berlindung!” ucap Bryan tegas, dan tanpa banyak tanya Gerry segera berlari mundur mencari tempat persembunyian.


Dua orang muncul di kejauhan dan mereka bersiap menembakkan sebuah rudal kearah Bryan. Melihat Bryan dengan begitu tenang melangkah maju, segera salah satu dari mereka menembakkan rudal ke arah pria itu.


“Itu terlalu kecil untuk membunuhku!” Memasang kuda-kuda kokoh, Bryan tak menghindar, dia justru bersiap menerima serangan.


Begitu rudal meluncur dan hanya dalam satu kedipan mata rudal sudah berada di depan matanya, Dengan mudah Bryan menangkap rudal, dan membalikkan arah rudal ke arah dua orang yang menembakkan rudal itu kearahnya.


Seluruh kejadian berlangsung sangat cepat, dan rudal telah meluncur berbalik arah ke tempat dua orang yang meluncurkannya.


“Swush... Boom...”


Ledakan besar terjadi memusnahkan keberadaan dua orang yang semula yakin dapat membunuh musuh.


Selain memusnahkan keduanya, ledakan rudal juga mengguncang bangunan Mansion, dan membuat kerusakan yang tak sedikit.


Mark dan Sean yang berada di lantai tiga Mansion, keduanya bahkan mengalami luka oleh pecahan kaca, setelah kaca jendela di depan mereka pecah berhamburan setelah terjadinya ledakan.


Meski semua kejadian berlangsung sangat cepat, jelas mereka melihat apa yang sebenarnya terjadi. Di depan kedua mata kepala mereka sendiri, jelas terlihat Bryan kembalikan arah rudal, dan semua itu justru menjadi senjata makan tuan untuk mereka.


“A-Ayah, sepertinya kita telah salah menyinggung orang. Dia jelas bukan manusia biasa. Mungkin keluarga Laurens telah berhasil mengembangkan teknologi yang mampu meningkatkan kekuatan manusia biasa menjadi manusia super selayaknya yang ada di film fiktif tentang sosok superhero,” ucap Sean.


“Bocah sialan, bukannya kau yang lebih dulu menyinggung dia saat acara makan malam? Kalau saja malam itu kau tidak menyinggungnya, semua ini tak akan terjadi pada keluarga kita. Kau dan Owen sama saja, sama-sama dibutakan wanita, dan semua itu telah menyeret keluarga ini ke pinggir jurang kehancuran,” ucap Mark penuh amarah, dan dia menyalahkan kedua putranya atas apa yang saat ini terjadi pada keluarga William.


Dia sebenarnya tidak salah, tapi dia sendiri yang terlalu memanjakan kedua putranya juga memiliki andil besar atas apa yang terjadi pada keluarga William.


Kalau saja dia tidak memaksakan menjodohkan Nayla dan Owen, semua ini tentu tak akan terjadi pada keluarganya. Lalu seandainya malam itu dia mencegah Sean melakukan hal bodoh, dia pasti sudah memperbaiki hubungan dengan Bryan, dan apa yang terjadi hari ini seharusnya tak pernah terjadi.


“Tap... Tap... Tap...”


Terdengar suara langkah kaki mendekati tempat mereka, dan saat mereka menoleh melihat ke arah sumber suara, mereka dapat melihat Bryan dan Gerry berjalan mendekat dengan senyuman menghiasi wajah keduanya.


Bryan dan Gerry yang berjalan santai, keduanya berhenti tiga langkah dari tempat Mark dan Sean yang menunjukkan ekspresi jelek di wajahnya.


Melihat kedatangan keduanya, jelas Mark maupun Sean merasakan ketakutan yang teramat besar. Mereka telah menyinggung monster, dan sekarang monster itu berada di hadapan mereka.


“Tuan Mark dan Tuan Muda Sean, terimakasih atas sambutan yang kalian berikan pada kami, sambutan kalian benar-benar membuatku bisa sedikit merenggangkan otot-otot tubuhku yang kaku,” ucap Bryan sembari menarik kursi tak jauh dari tempatnya berdiri, lalu dia duduk di kursi itu.


Mark maupun Sean hanya diam tak bicara, sedangkan Gerry segera mengambil tempat di meja yang kebetulan meja itu adalah meja kerja seorang Mark William.


Melihat keduanya yang semakin takut dengan keberadaannya, Bryan menyunggingkan senyuman dan menunjukkan senyumannya pada mereka.


“Kalian tenang saja, kedatanganku bukannya untuk mengambil nyawa kalian, tapi aku datang untuk mengambil semua harta yang kalian miliki!...”


...----------------...


Bersambung.