Sistem Kebangkitan

Sistem Kebangkitan
Membangun Kekuatan Di Dunia Bawah


Suasana Mansion Bryan kembali tenang seperti hari-hari sebelumnya setelah Monica memanggilnya banyak anggotanya untuk melakukan pembersihan. Dengan dibantu Hugo dan para bawahannya, semua mayat dan mereka yang terluka telah dibawa ke tempat yang dinamakan Monit sebagai tempat penampungan sampah.


Sekarang di ruang keluarga Mansion, Bryan bersama kedua wanitanya, ditambah dengan Monicr yang belum pergi meninggalkan Mansion, mereka sedang berbincang santai, membahas kejadian yang baru saja terjadi.


Dari perbincangan santai yang dilakukan dengan Bryan dan kedua wanitanya, Monica tahu kalau para penjaga Mansion adalah orang-orang terlatih yang memiliki lisensi resmi atas kepemilikan senjata api.


Selain itu dia juga tahu kalau orang-orang berpakaian hitam yang mengalami luka serius, itu semua hanya dilakukan oleh Nayla dan Eve. Dua wanita yang terlihat cantik dan anggun, tapi memiliki kekuatan luar biasa kuat.


Mengetahu semua itu dia yakin kalau Nayla dan Eve juga telah mengkonsumsi pil yang sama, seperti apa yang sebelumnya dia konsumsi. Sekarang Monica sangat yakin jika kekuatan yang dia peroleh dari pil pemberian Bryan akan sangat berguna untuk dirinya. Bagaimanapun juga sebagai anggota Departemen Kepolisian, dia akan sering terlibat dalam situasi berbahaya.


“Aku sebenarnya berharap orang sepertimu kembali ke Departemen Kepolisian karena sosok sepertimu adalah sosok yang saat ini sangat dibutuhkan oleh Departemen Kepolisian, untuk memperbaiki citra buruk yang selama ini ditunjukkan oleh Departemen Kepolisian,” ucap Monica mencoba mempengaruhi Eve supaya kembali bekerja di Departemen Kepolisian.


Sayangnya Monica harus menelan kekecewaan setelah mendengar jawaban Eve. “Aku tak lagi tertarik dengan pekerjaan di Departemen Kepolisian karena aku sudah mulai nyaman dengan pekerjaanku saat ini.”


Monica hanya bisa menerima jawaban Eve karena dia tidak memiliki hak memaksa wanita itu menuruti keinginannya. Semua orang bebas menentukan pilihan, begitu juga dengan Eve.


“Memiliki pekerjaan di Departemen Kepolisian memang dapat menjamin masa depan karena adanya tunjangan seumur hidup yang didapatkan setelah pensiun dari pekerjaan. Namun, melakukan pekerjaan yang tak lagi membuatnya nyaman, hanya akan memberi tekanan padanya, dan tentu itu tak baik untuk dirinya. Oleh karena itu, sudah seharusnya dia tak lagi berurusan dengan Departemen Kepolisian.”


Apa yang terjadi di masa lalu saat Eve masih bekerja di Departemen Kepolisian, sedikit banyak semua itu masih berbekas dan mempengaruhi mentalnya.


Tak ingin mental Eve semakin buruk, sudah seharusnya Eve menikmati pekerjaan baru yang membuatnya nyaman, dan bekerja bersama Nayla adalah sebuah pilihan yang tepat untuknya.


Sebenarnya Bryan bisa saja memperkerjakan Eve di perusahaannya, tapi dia merasa wanitanya itu akan jauh lebih nyaman saat menggeluti pekerjaan yang berhubungan dengan kebutuhan para wanita.


Monica sangat mengerti dengan penjelasan Bryan, dan dia juga sudah tahu apa yang terjadi di masa lalu pada Eve saat dia masih bekerja di Departemen Kepolisian.


Pada akhirnya Monica memilih pamit undur diri karena malam semakin larut, dan lagi dia tak ingin menjadi pengganggu tiga orang yang mungkin saja akan segera melakukan rutinitas malam mereka. “Sepertinya tak lagi ada yang perlu kita bicarakan, jadi sebaiknya aku segera pulang!” ucap Monica.


Bryan hanya menganggukkan kepala, sedangkan Nayla dan Eve, keduanya bangkit dari tempat duduk lalu bersama-sama pergi mengantarkan kepergian Monica.


“Jangan sungkan untuk bermain kemari,” ucap Eve.


“Mansion ini sangat megah dan mewah. Apa mungkin gerbang Mansion akan terbuka jika aku kembali berkunjung ke tempat ini?” ujar Monica sambil menyunggingkan senyuman yang jarang diperlihatkan pada orang lain.


“Tenang saja, Hugo sendiri yang akan membukakan gerbang Mansion untukmu,” ucap Nayla yang tentunya didengar Hugo, yang saat ini berdiri tak jauh darinya.


Setelah mendengar itu Monica kembali tersenyum, dan setelahnya dia tancap gas meninggalkan Mansion milik Bryan.


Melihat mobil Monica telah menghilang, keduanya kembali masuk ke dalam Mansion, dan menghampiri Bryan yang masih duduk santai di ruang keluarga.


“Sayang, apa kamu tak memiliki sedikitpun ketertarikan dengan wanita secantik Monica? Dia wanita yang sangat cantik tak kalah dengan kami, dan dia juga terlihat baik,” ucap Nayla.


“Bohong jika aku tidak tertarik dengannya, tapi bagaimana mungkin aku membawa wanita lain dalam hidupku sedangkan aku sudah memiliki kalian berdua?” ujar Bryan.


Nayla dan Eve saling melirik kemudian Eve bicara, “Aku tidak keberatan jika kamu menambah satu atau dua lagi wanita dalam hidupmu.”


“Begitu juga denganku,” ucap Nayla.


“Aku hanya sekedar tertarik dengannya, tapi aku tidak tahu apa ketertarikan itu dapat berubah menjadi perasaan cinta yang saat ini aku rasakan pada kalian,” ucap Bryan.


Keduanya sangat mengerti dengan apa yang diucapkan Bryan. “Semoga saja rasa tertarik yang kamu rasakan segera berganti menjadi perasaan cinta,” ungkap Eve yang merasa kalau dirinya merasa cocok jika Monica menjadi bagian dari hidup Bryan.


Satu hal yang tidak Bryan tahu dan sistem juga tak memberitahunya. Pil yang dia berikan pada Monica membuat wanita itu secara tidak langsung memiliki hubungan dengan Nayla dan Eve, dan saat ini hanya tersisa satu pil serupa yang berada di toko sistem. Jika pil itu diberikan Bryan pada seorang wanita, bisa dipastikan dia akan memiliki hubungan dengan empat wanita.


Bryan hanya tersenyum mendengar ucapan Eve, lalu dia menyuruh kedua wanitanya pergi beristirahat karena malam semakin larut dan lagi besok pagi mereka harus bekerja. Jadi malam ini mereka harus mendapatkan waktu istirahat yang cukup.


Setelah masing-masing meminta ciuman di kening, keduanya pergi ke kamar masing-masing untuk beristirahat. “Aku tak akan menodai mereka sebelum hubungan ini resmi,” gumamnya setelah Nayla dan Eve menghilang dari pandangannya.


Dia sendiri memutuskan pergi ke kamarnya, tapi bukan untuk istirahat seperti yang dilakukan kedua wanitanya.


Di dalam kamar dia menghubungi Gerry yang kebetulan belum istirahat. Dia ingin berdiskusi dengan Gerry mengenai rencana menghancurkan total seluruh usaha keluarga William, baik itu usaha yang terlihat maupun usaha mereka di dunia bawah.


Pengetahuan Bryan tentang kekuatan dunia bawah sangatlah minim, tapi dengan bantuan Gerry dia yakin tak akan sulit baginya mengetahui seperti apa kekuatan dunia bawah. “Bentu aku mengumpulkan informasi tentang dunia bawah! Sekuat apa para penguasa dunia bawah, dan sekeras apa kehidupan di tempat itu!”


“Itu tidak sulit, dan sebenarnya aku memiliki kelompok kecil yang bergerak di dunia bawah. Dengan bantuan mereka, informasi dunia bawah dengan mudah bisa aku dapatkan,” ungkap Gerry.


Bryan sama sekali tidak terkejut kalau Gerry memiliki kelompok kecil yang bergerak di dunia bawah, dikarena pria itu pernah membahas rencana mendirikan kekuatan di dunia bawah bersama dengannya.


“Bagaimana kalau kamu menambahkanku dalam keanggotaan kelompok dunia bawah milikmu?” ujar Bryan yang merasa tak ada salahnya jika dirinya juga memiliki basis kekuatan di dunia bawah, dikarenakan di masa depan dia diharuskan menjadi penguasa kota untuk menyelesaikan salah satu misi utama sistem.


“Kebetulan saat ini posisi ketua di kelompok yang aku bentuk masih kosong. Bagaimana kalau kamu mengisinya?” Selama ini Gerry hanya menempatkan dirinya sebagai wakil pemimpin sedangkan tempat pemimpin memang sengaja dia kosongkan, dan hanya Bryan yang pantas menempatinya.


“Aku merasa sepertinya kamu sengaja membiarkan tempat itu kosong, dan menunggu aku bergabung baru setelahnya tempat itu kamu berikan padaku,” tebak Bryan seratus persen akurat.


Mereka yang sedang melakukan panggilan video, Bryan bisa melihat senyuman Gerry setelah mendengar ucapannya. “Sedari dulu sampai sekarang kamu tetap menjadi orang yang paling mengerti dengan pemikiranku,” ungkap Gerry.


“Apa kau lupa kita sudah mengenal sejak kecil? Mungkin karena sudah terbiasa aku dengan mudah bisa mengerti apa yang berada di pikiranmu,” ungkap Bryan yang disambut tawa Gerry.


Namun tawa Gerry tak berlangsung lama dan kembali dia serius. “Sean, mendengar nama itu apa yang akan kami lakukan setelah kejadian malam ini? Apa kamu ingin mengakhiri hidup orang itu?” tanya Gerry serius.


“Kematian terlalu menyenangkan untuknya, bagaimana kalau aku membuat dia lumpuh dan hanya bisa menikmati detik-detik kehancuran keluarganya?” tanya Bryan meminta saran Gerry.


“Aku setuju dengan rencana yang terdengar sangat menyenangkan. Apa kali ini kamu butuh bantuanku untuk keberhasilan rencana itu? Kalau kamu meminta bantuanku, dengan senang hati aku akan melakukan yang terbaik untuk membantumu!” ungkap Gerry.


Bryan tak menolak bantuan yang akan diberikan Gerry padanya, lagipula dia memang membutuhkan bantuan Gerry untuk keberhasilan rencananya.


“Kita sudah sepakat dan besok kita akan melakukannya,” ucap Gerry.


Dengan cepat Bryan menganggukkan kepala. “Semoga dia tak kecewa dengan apa yang akan kita lakukan padanya!” ucapnya, dan dia yang dimaksud Bryan adalah Sean.


...----------------...


Bersambung.