SANG PENAKLUK

SANG PENAKLUK
Dance With You


“Cut !!!”


“Good job Alena… Geralt. “ Peter sangat puas sambil bertepuk tangan. “ Ok! Kalian break dulu. Siap-siap untuk


scene selanjutnya .”


Alena merasa lega telah menyelesaikan scene tersebut dengan memuaskan. Ia tak menyangka bisa melakukan adegan hot seperti itu dengan Geralt . Dalam hati ia terkekeh geli. Sepertinya ia sangat menikmati perannya sebagai kekasih dan sempat lupa kalau itu hanyalah acting.


Di ujung ruangan tampak Geralt sedang berbincang dengan pemain lain. Sesekali ia mencuri lihat kearah Alena. Mata mereka sempat bertabrakan. Sontak saja itu membuat dada Alena berdegub kencang. Geralt menampilkan senyum smirknya saat wajah Alena seketika memerah. Masih terasa jejak bibir Alena di bibirnya. Manis…. Walaupun itu hanya acting tapi Geralt sungguh-sungguh menikmatinya. “Alena…” Desisnya dalam hati.


Seorang make up artist wanita menghampiri Alena dengan kotak peralatan make up. Tangannya tampak sedikit gemetar saat mengeluarkan satu demi satu isi dari kotak. Alena tidak melihat itu karena fokusnya terbagi kearah scrift dan tatapan Geralt.


Walau tangannya gemetar tapi wanita itu tetap cekatan memoles wajah Alena hingga selesai. Rambut Alena digelung ke atas dengan sebuat jepit hati bertabur berlian. Alena tampak lebih cantik dari sebelumnya.


Kemudian ia mempersilahkan Alena berganti pakaian di ruang ganti. Sebuah long dress warna marun telah disiapkan oleh kru untuk dikenakan Alena. Heels warna marun juga ikut menghiasi kaki jenjangnya. “ Done…perfect” ucap wanita itu. Alena memang tampak  semakin cantik,  hal inilah yang membuat banyak kaum hawa


menjadi iri. Oh…Tuhan, Kau sungguh tidak adil. Protes wanita itu dalam hati.


Seorang kru mengetuk pintu ruang ganti. Memanggil Alena untuk scene selanjutnya. Untung saja Alena telah siap.


Ia melangkah dengan gemulai mengikuti kru tersebut. Semua mata yang ia lewati menatap takjub kearahnya. Ia membalas dengan senyuman. Tapi hal itu malah membuat orang-orang semakin terpesona.


Geralt menatap Alena dari tempatnya berdiri. Matanya tak lepas dari sosok gadis muda yang telah ia kagumi sejak


awal jumpa. Sejak saat itu bayangan wajah Alena telah terpatri di dalam benaknya.  Bayangan yang tanpa di undang telah memasuki hati dan pikirannya selama  beberapa bulan ini. Menghiasi setiap mimpi-mimpinya. Seorang gadis yang telah membuat jantungnya berdetak sepuluh kali lebih cepat dari normalnya. Membuatnya


lupa untuk bernafas dan selalu bisa membuat ia tersenyum tanpa sebab. Seseorang yang mampu mengalihkan dunianya dalam sekejab. Dia … Alena.


Alena semakin mendekat. Ia terperangah melihat tempat yang telah di sulap menjadi ruangan pesta yang


megah, ada lantai dansa, pemeran tamu-tamu undangan dengan gaun dan tuxedonya, makanan dan minuman  tak lupa juga dengan orchestra yang akan membawakan alunan music pengiring. Alena berdecak kagum, ia tampak bersemangat kali ini. Beberapa hari yang lalu ia telah berlatih standard ballroom dan bersama Geralt akan melakukan slow waltz dance pada scene ini.


Pandangan mata Alena menyapu seluruh ruangan. Tepat diseberangnya, Geralt sedang menatap dengan posisi menyender di dinding dan tangannya terlipat di dada.


Deg deg deg


Lagi-lagi jantung Alena berdetak tak karuan. Anehnya kali ini ia tak kuasa mengalihkan tatapannya dari Geralt. Pria


itu semakin terlihat tampan dengan balutan setelan tuxedo hitam dan sepatu ballroom hitam yang mengkilat. Rambutnya di sisir rapi dari atas ke belakang. Rahangnya terlihat licin tanpa rambut halus yang biasa menghiasi. Alena seolah terhipnotis kala menatap binar mata kelabu milik pria itu. “ Ya Tuhan aku bisa gila kalau begini terus” Batin Alena.


Alena mematung di tempatnya. Langkahnya terhenti dan bibirnya terkatup. Hanya irama jantung  yang terdengar seperti irama genderang yang ditabuh dengan kencang. Semakin lama suaranya semakin keras terpacu seirama


dengan langkah Geralt yang kian mendekat. Mata mereka semakin intens, semakin dalam hingga terasa menghentikan waktu seketika. Seolah di dunia ini hanya ada mereka berdua saja.


Geralt menarik senyumnya hingga terlihat dua lesung pipi yang membuat Alena semakin terpukau. Ingin rasanya


Alena membelai wajah pria itu, menyusuri setiap lekukan wajah yang terpahat seperti batu granit. “ Wajah yang seksi….heehh…..” tanpa sadar Alena mengucapnya pelan namun jelas terdengar oleh Geralt. Alena gelagapan, wajahnya memerah, matanya membulat terkejut dan reflex tangan kanannya menutup mulut.


“ Terima kasih atas pujiannya nona”  Geralt menanggapi ucapan Alena dengan terkekeh geli. Ia pun meraih jemari tangan kanan Alena lalu mengecup punggungnya.


Semburat merah semakin terlihat di wajah Alena. Dengan perasaan malu ia menganggukan kepala dan mencoba untuk tersenyum.


Terdengar suara Peter memerintah semua orang untuk bersiap. Semua pemain dan kru telah berada di posisinya


masing-masing, begitu juga Alena dan Geralt.


“ Action…..!” Seru Peter kemudian.


Dialog demi dialog telah meluncur dengan baik. Sampai pada adegan Geralt dan Alena berdansa, mereka menari dengan luwes di lantai dengan mata yang saling menatap seakan saling menginginkan.


Lengan Geralt merangkul pinggang Alena dengan posesif, remasan jemari mereka seakan menyulut gairah


masing-masing. Seperti ada kobaran api di dada yang siap membakar seluruh tubuh mereka kapan saja.


Semakin lama wajah mereka semakin dekat. Deru nafas Geralt menyentuh kulit wajah Alena. Seperti tersengat listrik ribuan volt, Alena menahan letupan perasaan yang berkecamuk dihatinya. Entah perasaan apa itu ? seolah ada ratusan kembang api yang diledakan dalam dadanya.


Alunan music waltz mengiringi langkah demi langkah, putaran demi putaran tarian semua pasangan yang melantai. Ketika putaran terakhir Alena, dadanya terhempas sangat kuat beradu dengan dada Geralt.  Hanya mereka satu-satunya pasangan yang seketika berhenti berdansa.  Waktu seakan ikut terhenti disana. Yang terdengar hanya desahan nafas keduanya yang saling menderu. Sedikit demi sedikit wajah mereka saling mendekat, dan…..Cup.


Geralt mengecup bibir Alena sangat dalam dengan penuh perasaan.


Peter sengaja membiarkan adegan yang sama sekali tidak ada di dalam scrift itu, ia telah menangkapnya sejak mereka melantai. Peter merasa takjub akan chemistry yang meledak-ledak persembahan Geralt dan Alena. Tidak hanya Peter tapi semua yang menyaksikan merasakan hal yang sama. Mereka seperti bukan melihat adegan film, tapi itu seperti adegan di kehidupan nyata. Terlihat ada cinta yang membara di mata keduanya. Semua terbawa hanyut ke dalam pusaran cinta pasangan itu.


Akhirnya…. CUT !!!


Peter mengakhiri adegan tersebut dengan senyum yang terlihat sangat puas. Sepertinya senyum kali ini adalah


senyum terbaik yang pernah ia berikan. Applaus yang meriah diberikan untuk pasangan itu. Para pemain dan kru merasa semakin bersemangat.


Tepukan di bahu Geralt menyadarkan ia dan Alena dari apa yang terjadi. Mereka melihat di sekelilingnya, orang-orang mengacungkan jempol mereka dan tersenyum seraya mengatakan “ Kalian hebat !!!”


Tiba-tiba terjadi sesuatu pada Alena. Ia merasa sekujur tubuhnya panas dan gatal. Terlebih lagi di area wajahnya.


Tangannya reflex menggaruk kulit wajah, leher dan lengannya.  Geralt terkejut saat mendapati keadaan Alena yang


memprihatinkan. Setiap garukan itu semakin memperparah kulitnya menjadi sangat mengerikan.


“ Arghh… panaaaas….. gataaaall !!!” Teriak Alena seperti cacing kepanasan.


Geralt langsung bertindak cepat. Ia mengikat kedua tangan Alena dengan ikat pinggangnya agar berhenti menggaruk. Jika tidak, maka akan semakin memperparah luka bekas garukan sebelumnya.


Peter yang juga melihat kejadian itu buru-buru memanggil supirnya untuk mengantarkan mereka ke rumah sakit terdekat. Geralt membopong tubuh Alena dan berlari menuju mobil yang telah siap membawa. Semua orang disana ikut panik dan kebingungan dengan apa yang terjadi. Mereka bertanya-tanya apa yang terjadi? Mengapa demikian? Tapi yang terdengar hanyalah teriakan dan tangisan Alena.


\===============