Robot Vs Manusia

Robot Vs Manusia
Bab 64


Untuk sementara Masyarakat di setiap daerah memilih satu orang untuk memimpin demonstrasi ke depan pintu gerbang Istana Nusantara.


“Tuanku, semenjak kematian ratu Sitolu, aku sama sekali tidak melihat Panglima kita, kemana dia pergi” Tanya seorang pengawal kepada Ketua Pengawal


“Kita tidak tau percis apa yang sedang terjadi di dalam keluarga Kerajaan, aku dan para ketua Pengawal Daerah merencanakan pertemuan” Ujarnya lagi


“Maksudnya Tuan? Apakah semua daerah kehilangan atau tidak mengetahui keberadaan Panglima mereka?” Tanya Pengawal


“Iya, semua Panglima yang ada di Nusantara tidak diketahui keberadaannya” Jawab ketua Pengawal sembari meneguk teh


“Apakah Kerajaan mengetahui hal ini Tuan?” Tanya Pengawal


“Tentu mereka mengetahuinya” Jawab Ketua tersenyum sedikit


“Apa yang sebenarnya terjadi di keluarga Kerajaan” Ujar Ketua pelan sembari berfikir


Merekapun melakukan pertemuan di Daerah Kupu, semua Daerah diwakilkan oleh Ketua pengawal masing masing. Tidak ada satupun yang mengetahui keberadaan para Panglima, sehingga mereka berniat untuk melakukan demonstrasi.


“Jika memang pihak Kerajaan belum memberitahukan keberadaan para Panglima, hal ini akan menjadi masalah untuk kita dan para rakyat. Ketegangan akan terjadi dimana mana, sistem barter akan terganggu, tidak ada diantara kita yang mengetahui bagaimana proses barter terjadi, dalam beberapa minggu akan membahayakan keamanan para rakyat” Ujar Ketua pengawal daerah Kupu


Yang mengetahui sistem barter antara Daerah adalah para rakyat tengah atau rakyat pusat. Mereka yang merancang sistem tersebut, tetapi para ketua Daerah tidak mengetahui hal tersebut, sehingga ketika para Panglima menghilang, mereka tidak tau harus berbuat apa untuk melakukan barter.


Di sisi lain Masarakat tengah tidak mengetahui masalah yang sedang terjadi, sehingga tidak ada bagi mereka untuk mencari tau.


“Aku sependapat dengan anda Tuan” Ujar Ketua pengawal daerah Dataran tinggi


“Apa yang harus kita lakukan? Bukankah diantara kita harus bertanya kepada Kerajaan?” Tanya seorang ketua Daerah


“Tidak dapat, kita tidak diijinkan untuk berkomunikasi langsung dengan Keluarga kerajaan” Ujar Ketua pengawal daerah Kupu


“Benar, tetapi bagaimana cara kita untuk melakukan tersebut? Bukankah kita harus menarik perhatian Raja?” Tanya seorang pengawal daerah


Tiba tiba seorang Ketua pengawal daerah mendapat sebuah ide


“Jika kita menginginkan seseorang untuk berkomunikasi dengan kita, tentu kita harus memanggilnya” Ujarnya


“Apa maksudnya Tuan” Tanya seorang Ketua pengawal daerah


“Demonstrasi” Ujarnya


“Untuk melakukan itu kita harus mendapat ijin dari Panglima, bagaimana kita melakukan hal tersebut jika kita tidak memiliki Panglima?” Tanya seorang Ketua pengawal daerah


“Kita tidak memerlukan Panglima, kita hanya memerlukan Ketua untuk memimpin demonstrasi ini” Ujar seorang Ketua pengawal daerah.


Para ketua Pengawalpun langsung menoleh kearah ketua Pengawal Kupu. Bermaksud untuk mengangkat Ketua Kupu untuk memimpin demonstrasi karena mereka menyadari bahwa usia dari Ketua daerah kupu jauh lebih tua dari para Ketua ketua yang lainnya.


Merekapun menyetujui untuk melakukan demonstrasi begitu pula dengan Ketua daerah Kupu, karena dirinya tidak memiliki pilihan yang lain untuk dipilih.


“Kumpulkan setidaknya 50 persen masyarakat non prajurit di depan pintu gerbang istana Kerajaan, kita akan melakukan demonstrasi tepat di depan pintu gerbang Kerajaan” ujar Ketua daerah Kupu


“Jika Raja mendengarkan suara rakyat, maka tidak ada halangan bagi dirinya untuk menemui kita. Aku harap semua daripada kita untuk ikut mendengakan apa yang dikatakan Raja nantinya, tidak hanya aku saja” Ujarnya lagi


“Selanjutnya apa agenda kita untuk melakukan demonstrasi” Tanya seorang Ketua pengawal daerah


“Keamanan rakyat akan terancam jika Panglima tidak kembali memimpin Daerah yang mereka pimpin, hal itu akan membuat Kerajaan memberitahukan dimana para Panglima sebenarnya berada” Ujar Ketua pengawal Daerah Kupu


“Baik, besok kita akan bertemu di depan pintu gerbang Istana Kerajaan” Ujar Ketua Kupu sembari berdiri untuk meninggalkan ruangan