
(Skip) ke Jane
"John, pokoknya sekarang kamu harus jadi dirimu sendiri aja ya!" Ucap Jane yang langsung memegang tangan John.
(DEG) "Hah?" Ucap John kaget.
'I.. ini dia ngapain sih megang-megang tangan gue?! Ntar kalau ada yang lihat, gimana?!' - dalam hati John.
(GLEK) ...
John pun langsung melihat sekitar
'Fyuh syukur deh, gak ada yang lihat!' - dalam hati John.
"John, kamu denger aku kan?!" Tanya Jane.
"Eh iya. Denger kok." Ucap John.
"Hm bagus! Jadi intinya mulai sekarang, jadilah dirimu sendiri! Dengan begitu, kamu akan jadi jauh lebih bahagia!" Ucap Jane.
"Hm emangnya bisa?" Ucap John yang langsung menundukkan kepalanya.
"Ya bisa lah!" Ucap Jane yang langsung memukul lengan John.
"Aduh. Jangan mukul juga dong!" Ucap John.
"Eh iya maaf. Intinya, kamu itu harus yakin sama dirimu sendiri!" Ucap Jane.
"Hm iya deh. Nanti coba aku pikirin lagi." Ucap John.
"Ya. Tapi jangan lama-lama. Menurutku tuh ya, dirimu yang asli itu bagus kok! Lebih baik, jadi dirimu sendiri dan bikin dirimu sendiri bahagia. Daripada harus jadi orang lain, tapi bikin dirimu gak bahagia! Coba lihat dirimu sekarang! Emangnya kamu bahagia? Enggak kan?! Malahan kebaikanmu ini di salah artikan sama mereka semua! Lihat tuh si Angel! Dia malah ngatain kamu badut! Apa gak kurang ajar tuh orang?! Lagian mau sampai kapan kamu begini terus John?" Ucap Jane.
"Hm gak tau juga. Tapi terakhir kali aku jadi diriku sendiri, aku malah dibenci sama semua orang!" Ucap John sedih.
"Hei, walaupun aku gak tau apa masalahmu. Tapi jangan samakan kejadian itu dengan kejadian kali ini! Masa lalu adalah masa lalu! Jadi jangan bawa masa lalumu itu ke masa yang sekarang! Hanya karena masa lalumu itu pahit, bukan berarti masa sekarang mu ini akan jadi pahit juga! Aku tau kalau kamu trauma. Tapi coba deh hilangin traumamu! Siapa tau dengan kamu jadi dirimu sendiri, kamu jadi semakin disukai sama semua orang! Maksudku.. gak ada salahnya juga kan mencoba?! Kita gak akan pernah tau, kalau kita gak mencoba!" Ucap Jane.
"Hm tapi.. berbicara itu jauh lebih muda, dibandingkan melakukannya! Gimana kalau ternyata omongan lu ini salah?!" Ucap John.
"Hm kita gak akan pernah tau, kalau kita gak mencoba! Lagipula sekarang kan ada aku, Tyler, dan bahkan Eric. Kami semua bakal dukung kamu! Apa kamu gak percaya sama kami? Sekarang kamu gak sendirian John. Sekarang kamu punya teman-teman yang bisa dukung kamu kapan aja! Jadi percayalah sama aku. Kamu gak akan pernah dijahatin sama orang lain lagi. Karena kami akan selalu belain kamu! Kami akan selalu ada buat kamu! Kami gak akan pernah ninggalin kamu! Percaya deh sama aku!" Ucap Jane sembari tersenyum.
"Hm iya juga sih. Sekarang aku gak sendirian." Ucap John.
'Sedangkan dulu, aku memang sendirian. Kayaknya gak ada salahnya juga deh buat mencoba!' - dalam hati John.
"Nah kan. Makanya dicoba aja dulu John. Lagian buat apa juga kamu dengerin omongan orang lain?! Hidupmu itu adalah milikmu! Kamu gak akan pernah bisa nyenengin hidup orang lain! Orang lain itu memang selalu berekspektasi, tapi kamu juga gak usah terlalu bergantung sama ekspektasi mereka! Bahkan gak usah juga kamu ngikutin ekspektasi orang lain, yang bisa bikin dirimu gak bahagia! Kamu gak perlu nyenengin orang lain terus John! Jangan ngilangin jati dirimu, hanya demi orang lain! Pokoknya kamu harus bahagia!" Ucap Jane.
(DEG) ... - John.
"Kebahagiaanmu itu pokoknya penting John! Bukan cuma penting buat kamu, tapi penting buatku juga!" Ucap Jane.
(DEG) "Kenapa kebahagiaan gue juga penting buat lu?!" Tanya John.
"Karena.."
"Kenapa?" Tanya John dengan wajah serius.
"Karena kamu sangat spesial!" Ucap Jane sembari tersenyum.
(DEG) "A.. apa?! Spesial?!" Ucap John kaget.
"Iya benar! Kamu itu orang yang sangat spesial! Jadi aku harus ngelindungin kamu, gimanapun caranya!" Ucap Jane sembari tersenyum.
(DEG) ... - John terkejut.
'I.. ini gue gak salah denger kan?! Ba.. baru pertama kali ada yang bilang kalau gue ini spesial! Se.. sebelumnya mereka selalu ngatain gue dan maki-maki gue dengan kata-kata yang jahat! Tapi ini? Dia bilang gue spesial?!' - dalam hati John.
John pun menjadi sedih
"Gue salah denger ya? Masa lu bilang, gue spesial sih?!" Ucap John tak percaya.
"Hei, aku ini gak pernah bohong tau! Kamu itu memang spesial John. Masa kamu gak nganggap dirimu spesial sih?!" Tanya Jane.
"Enggak." Ucap John.
'Karena kalau gue spesial, terus kenapa orang-orang benci sama gue?! Bahkan papa gue juga gak mengharapkan kelahiran gue! Bukankah itu artinya gue gak spesial?!' - dalam hati John.
"Haah.. ya ampun John. Mulai sekarang, kamu harus anggap dirimu spesial ya! Karena semua orang yang ada di dunia ini spesial! Bahkan kamu juga spesial! Jadi mulai sekarang, jangan berfikiran negatif lagi! Oke?!" Ucap Jane sembari memegang pundak John.
"Aku tau ini sulit. Tapi kalau kamu coba pelan-pelan, pasti kamu bakal bisa ngerubah segalanya! Intinya jadi diri sendiri dan tunjukkan kepada mereka semua kalau kamu itu spesial! Jangan hanya karena diejek, kamu langsung jadi rendah diri! Kamu itu harus bangkit kalau dihina John! Buktiin ke mereka semua kalau omongan mereka itu salah! Dengan begitu, mereka semua gak akan berani ngejek kamu lagi!" Ucap Jane.
"Hm iya. Kamu benar!" Ucap John sembari tersenyum.
"Nah gitu dong! Sekarang coba deh John! Kamu pasti bisa! Aku akan selalu dukung kamu di setiap langkahmu!" Ucap Jane.
"Hm iya Jane. Makasih ya!" Ucap John sembari tersenyum.
"Iya. Sama-sama John!" Ucap Jane sembari tersenyum.
"Hm." Ucap John sembari tersenyum.
'Eh? Sekarang mereka akur nih? Hm.. bagus deh kalau gitu!' - dalam hati Tyler.
Tyler tersenyum
Lalu tak lama kemudian, guru pun masuk dan mereka pun mulai belajar!
"Semangat John!" Ucap Jane menyemangati John.
"Iya makasih. Kamu juga!" Ucap John sembari tersenyum.
"Iya John. Terima kasih kembali!!" Ucap Jane senang.
"Hm."
John pun tersenyum
(Skip) Jam pulangan
"John, kamu dijemput kakakmu lagi?" Tanya Jane.
"Enggak. Kayaknya aku bakal dijemput pak supir deh." Ucap John.
"Oh gitu. Pasti kakakmu sibuk!" Ucap Jane.
"Ya begitulah. Yaudah, kamu pulang sana gih. Bentar lagi pasti kamu bakal dijemput!" Ucap John.
"Iya. Btw gak mau barengan ke gerbang?" Tanya Jane.
"Enggak deh. Soalnya gue mau ngobrol sama Tyler dulu." Ucap John.
"Oh gitu. Oke deh." Ucap Jane.
"Yaudah sana pulang!" Ucap John.
"Iya. Kalau gitu, aku duluan ya. Dah John!" Ucap Jane sembari tersenyum.
"Iya dah!!" Ucap John yang membalas senyuman Jane.
Lalu Jane pun pergi
"Eh tumben lu sama dia akrab!" Ucap Tyler.
"Ya begitulah. Sekarang ayo kita ngobrol!" Ucap John.
"Oke. Mau ngobrol di mana?!" Tanya Tyler.
"Di sini aja gak sih? Oh ya Eric, lu mau langsung pulang atau masih mau di sini?!" Tanya John.
"Hm.. gue harus pulang nih. Soalnya gue ada les habis ini. Maaf ya, gue harus pulang duluan. Sorry banget nih!!" Ucap Eric.
"Iya iya gpp kok. Yaudah sana pulang. Hati-hati ya di jalan!" Ucap John sembari tersenyum.
"Iya. Dah semuanya!!" Ucap Eric sembari tersenyum.
"Iya dah!!" Ucap John dan Tyler bersamaan.
Lalu Eric pun pergi dan suasana kelas pun menjadi sepi!
"Jadi apa nih yang mau lu omongin ke gue?!" Tanya Tyler.
"Jadi gini.."
Bersambung...