
"Aku bakal bener-bener marah sama kamu, kalau kamu ngucapin satu patah kata lagi Jane!" Ucap John.
"Ah iya maaf. Aku bakal diam." Ucap Jane yang langsung menundukkan kepalanya.
... - John
'Haah.. kuharap setelah ini, dia gak deketin aku lagi deh! Karena dia itu benar-benar pengganggu!' - dalam hati John.
Jane pun menjadi sangat sedih
'Hm.. sekarang aku harus gimana dong? Padahal aku pengen banget temenan sama John! Tapi kok malah jadi gini sih?!!' - dalam hati Jane.
Lalu tak lama kemudian, guru pun masuk dan mereka pun mulai belajar ~
"John." Panggil Jane.
John hanya diam
"John, aku minta tolong dong.." Ucap Jane.
... - John tetap diam
"Kamu beneran gak mau nolongin aku ya?" Tanya Jane sedih.
"Haah.. sebenarnya apa sih maumu?! Kenapa kamu terus-terusan ganggu aku coba?!" Ucap John marah.
(DEG) "Maaf.."
"Ck udah deh diem! Kalau kamu gak ngerti, kamu pelajarin aja sendiri! Mandiri dong! Gak usah ganggu aku!" Ucap John kesal.
"Maaf John. Tapi aku gak bisa.." Ucap Jane lirih.
"Kamu sekarang pilih mana Jane?! Kamu pilih aku bantuin kamu, tapi habis itu kita gak ngomong atau kamu pilih belajar sendiri, tapi kita masih ngomong hah?!" Tanya John.
(DEG) "Tapi pilihan itu gak ada bedanya. Kalau aku pilih belajar sendiri pun juga kamu akan tetap gak mau ngomong sama aku!" Ucap Jane.
"Ck kamu ini ya! Jangan buat aku tambah marah deh!" Ucap John marah.
"Ah iya. Maaf deh maaf." Ucap Jane takut.
"Haah.. plis deh Jane. Aku gak mau orang lain sampai tau kalau aku ini bisa marah! Aku ini harus selalu bahagia di depan orang lain! Jadi plis deh. Jangan buat aku marah! Kalau sampai imageku hancur, aku bisa berbuat hal yang enggak-enggak ke kamu! Dan aku pastikan, aku gak akan pernah lepasin kamu! Ingat itu!" Ucap John.
(DEG) Jane terkejut
"Ja.. jadi selama ini kamu bermuka dua?!" Ucap Jane kaget.
'Ck sebenarnya bukan gitu sih maksudku! Tapi aku mau dia menjauh dariku. Jadi aku iyain aja deh!' - dalam hati John.
"Ya! Aku ini sebenarnya jahat! Jadi jauh-jauh dariku!" Ucap John.
(DEG) "Tapi kenapa John? Padahal semua orang akan suka kamu apa adanya! Jadilah dirimu sendiri! Kamu gak perlu pura-pura bahagia demi menyenangkan hati orang lain!" Ucap Jane.
"Ck emangnya kamu tau apa hah?! Kamu tau hidupku juga gak!" Ucap John.
(DEG) "I.. iya sih." Ucap Jane.
"Makanya kamu tuh jangan ikut campur urusan orang! Udahlah, urus aja hidupmu sendiri dan jauh-jauh dariku!" Ucap John.
"Tapi John.. aku mau temenan sama kamu.." Ucap Jane sedih.
"Gak usah! Aku gak butuh teman cewek! Aku udah cukup cuma temenan sama Eric dan Tyler!" Ucap John.
(DEG) "Tunggu dulu." Ucap Jane.
'Ck mau ngomong apa lagi sih dia?!' - dalam hati John.
"Kamu kan raja gombal. Jadi bukannya kamu suka sama cewek?! Jadi selama ini kamu suka cowok?!" Ucap Jane kaget.
(DEG) "Hah?!" Ucap John kaget.
"Hei kalian berdua! Jangan ngobrol!" Ucap guru.
"Ah iya maaf bu!" Ucap Jane.
"Ck gara-gara lu sih! Grrtt.. image gue bisa hancur nih!!!" Ucap John marah.
"Ah iya maaf." Ucap Jane takut.
... - Eric
'Aduh mereka berdua ini! Gak bisa akur apa?!' - dalam hati Eric.
'Emang aneh mereka berdua ini!' - dalam hati Tyler.
(Skip) Jam pulangan
"Gue duluan ya. Hari ini gue dijemput sama kakak gue soalnya!" Ucap John.
"Eh serius?!" Ucap Tyler kaget.
"Iya serius. Makanya gue harus pergi sekarang!" Ucap John.
"Oh gitu. Syukur deh kalau hubungan kalian udah membaik!" Ucap Tyler.
"Ya sebenarnya sih belum. Cuma dia pengen ngejelasin sesuatu ke gue!" Ucap John.
"Mau ngejelasin soal apa?" Tanya Tyler.
"Nanti aja deh gue jelasin!" Jawab John.
"Oh oke deh kalau gitu. Yaudah sana pulang!" Ucap Tyler.
"Iya. Gue duluan ya. Bye!!" Ucap John yang langsung melambaikan tangannya.
"Iya byee!!" Ucap Tyler yang juga langsung melambaikan tangannya.
Lalu John pun pergi
"Et dah gue masih gak ngerti deh. Emangnya hubungan John sama kakaknya itu kenapa?!" Tanya Eric bingung.
"Hm.. karena lu udah jadi sahabat gue, gue bakal ceritain semuanya!" Ucap Tyler yang langsung merangkul Eric.
"Hm oke." Ucap Eric.
"Hm." Ucap Tyler sembari tersenyum.
Lalu Tyler pun langsung menceritakan semuanya
"Ya dari kecil mah si John emang udah bermasalah sama kakaknya." Ucap Tyler.
"Emangnya kenapa sih mereka bermasalah gitu?!" Tanya Eric.
"Gue juga gak tau Ric. Soalnya John juga gak nyeritain semuanya ke gue. Dia cuma nyeritain beberapa!" Ucap Tyler.
"Ah sayang banget. Tapi kasihan sih si John. Gue baru tau lho kalau dia bermasalah sama 2 orang di keluarganya. Kasihan si John.." Ucap Eric sedih.
"Hm iya." Ucap Tyler.
'Sebenarnya sih sama mamanya juga. Tapi kayaknya gak perlu gue ceritain deh. Soalnya si John sama mamanya kan juga udah baikan!' - dalam hati Tyler.
"Semoga aja setelah ini hubungan mereka berdua bisa membaik ya." Ucap Eric.
"Aamiin aamiin. Soalnya gue juga pengen begitu Ric! Ya supaya si John gak menderita lagi!" Ucap Tyler.
"Iya. Gue juga pengen John bahagia!" Ucap Eric.
"Hm. Yaudah kita tunggu aja, cerita John besok! Semoga aja semuanya bisa cepet membaik!" Ucap Tyler.
"Aamiin aamiin. Yaudah kuy kita pulang!" Ucap Eric.
"Kuy lah!" Ucap Tyler.
Lalu mereka berdua pun pulang
(Skip) ke John
John pun langsung mengirimkan pesan ke Selena
(Chat) “Sel, jemput gue sekarang. Gue udah pulang nih!”- John.
'Hm.. semoga dia cepet sih jemputnya. Karena kalau lama, gue bakal pulang sendiri pakai taksi!' - dalam hati John.
Lalu tak lama kemudian, chat balasan pun masuk!
TING
(Chat) “Oh oke. Tunggu ya. Kebetulan kerjaan gue juga udah selesai nih! Jadi tunggu gue di depan gerbang!”- Selena.
'Hm oke. Tunggu di depan gerbang mah gampang! Tapi kalau begini, bukannya malah kelihatan mencolok ya? Apa dia pengen semua orang lihat kalau dia dateng?! Supaya orang-orang ngira kami berdua akur gitu?! Et dah, kok gue jadi negatif thinking begini ya?! Padahal kan wajar kalau gue nunggu di depan gerbang! Masa iya di belakang sekolah sih?! Ah aneh-aneh aja sih lu John! Lu terlalu curigaan deh sama Selena! Mungkin mulai sekarang, gue harus coba terbiasa sama situasi ini deh! Walaupun ini situasi langka!!' - dalam hati John.
John pun langsung membalas pesan Selena
(Chat) “Oke”- John.
'Nah gini aja dah! Udah beres sekarang!' - dalam hati John.
Lalu John pun langsung menaruh hpnya di sakunya dan langsung pergi ke gerbang
"John, tunggu!" Ucap seseorang yang langsung memegang tangan John.
(DEG) John terkejut
Lalu John pun berbalik
(DEG) "Lu?! Ngapain lu di sini?!" Ucap John kaget.
'Dia ngikutin gue ya?!' - dalam hati John.
"Aku kan juga mau pulang John." Ucap Jane.
'Eh iya ya. Gue lupa!' - dalam hati John.
... - John pun hanya diam
"Tapi sebelum itu, aku mau ngomong sesuatu sama kamu!" Ucap Jane.
"Ck apa lagi sih?!" Ucap John kesal.
'Pasti soal itu lagi!' - dalam hati John.
"Eh eh coba lihat itu! Kok ratu syantik megang tangannya si raja gombal sih?! Jangan-jangan ratu syantik suka lagi sama si John! Ya dia emang ganteng sih. Tapi ini seriusan?!" Ucap seorang siswa (1).
"Wah sialan! Ayank gue mau direbut!" Ucap seorang siswi (1).
"Dih." Ucap seorang siswa (1).
"Ck diem lu!" Ucap seorang siswi (1).
"John, plis jangan marah ya." Ucap Jane.
Semua orang pun langsung melihat ke arah John dan Jane dan mulai membicarakan mereka!
"Ish mau lu itu apa sih?!" Ucap John marah.
(DEG) "Eh John marah?!" Ucap seorang siswi (2).
(DEG) 'Sial! Gue lupa lagi kalau gue lagi ada di luar sekolah! Semua orang natap gue nih sekarang! Oh tidak! Gue gak boleh marah! Image gue bisa hancur nanti!!' - dalam hati John.
"Ah maaf Jane. Aku kaget tadi." Ucap John yang langsung menundukkan kepalanya.
"Ah kamu ini! Dia itu cuma kaget tau! Lagian wajar kok! Si Jane juga sih ngagetin! Tiba-tiba megang tangan John!" Ucap seorang siswi (3).
"Ah iya iya. Dia pasti cuma kaget! Karena John kan gak pernah marah! Dia itu ramah!!" Ucap seorang siswi (2).
(DEG) 'Eh kok gitu sih?!' - dalam hati Jane.
Jane terkejut
'Haah.. fyuh~ untunglah image gue masih aman!!' - dalam hati John.
'Ck kalau kayak gini, John akan terjebak dalam kebohongan selamanya!! Dia gak akan bisa pakai 2 topeng sekaligus! Dia harus jadi dirinya apa adanya! Kalau dia begini terus, dia bisa-bisa menderita!!' - dalam hati Jane.
"John! Kasih aku kesempatan buat ngomong! Ayo kita ke belakang sekolah!" Ucap Jane.
"Eh?!"
John terkejut
Semua murid pun juga terkejut
Bersambung...