RAJA GOMBAL & RATU SYANTIK

RAJA GOMBAL & RATU SYANTIK
EPS 36


"Gak sengaja tau!" Jawab John.


"Lah kok bisa gak sengaja?!" Tanya Selena.


"Ya soalnya udah kebiasaan sih!!" Jawab John.


"Hah maksudnya?! Kebiasaan apa?!!" Tanya Selena.


"Ya kebiasaan. Gara-gara papa keseringan ngasih kode ke gue dengan cara yang sama kayak lu. Gue jadi spontan hormat ke dia! Karena biasanya papa nyuruh gue hormat ke tamu pentingnya!" Ucap John.


"Oh gitu. Pantesan aja! Tapi lain kali, jangan gitu lagi ya! Kita gak seharusnya hormat ke pelayan! Justru mereka yang seharusnya hormat ke kita!" Ucap Selena.


"Hm iya. Tapi bukan berarti kita harus bertindak jahat ke mereka kan?" Tanya John.


"Eh maksudnya?!" Ucap Selena.


"Ya maksudnya itu, kita tetap menghormati mereka. Tapi bukan dengan cara membungkuk kan?!" Tanya John.


"Emangnya harus gitu?! Tapi derajat kita sama mereka kan udah beda!" Ucap Selena.


"Mm.. ya mungkin? Tapi bukan berarti kita gak menghormati sesama kita! Karena kita dan dia kan juga sama-sama manusia! Jadi pastinya pengen dihormati juga kan? Ya gak perlu dengan cara membungkuk deh. Yang penting dengan cara yang sopan! Intinya hargai mereka! Karena kita ini sesama manusia!" Ucap John.


(DEG) Selena terkejut


"Apa yang aku bilang ini benar kan Sel?!" Tanya John.


"I.. iya. Kamu benar sih. Tapi kata papa.."


"Buat apa dengerin papa?! Kamu itu cukup dengerin nasihat baiknya, bukan buruknya! Lagian papa itu gak selalu benar kok!" Ucap John.


"Hm iya sih. Kamu benar." Ucap Selena.


"Nah kan makanya. Jadi mulai sekarang, jangan pernah anggap remeh orang lain!" Ucap John.


"Iya deh." Ucap Selena sembari tersenyum.


"Sip!" Ucap John sembari tersenyum.


"Kalau gitu, ayo kita duduk!" Ucap Selena.


"Oke." Ucap John.


Lalu mereka berdua pun duduk


"Jadi apa yang ingin nona dan tuan makan? Saya akan siapkan!" Ucap pelayan yang baru saja datang.


"Hm.. apa ya? Tapi sebelum itu, apa kamu sendirian di sini?" Tanya John.


"Eh enggak tuan. Ada koki dan pelayan yang lain juga kok!" Jawab pelayan.


"Oh gitu." Ucap John.


"Kamu kira aku cuma nyediain 1 pelayan aja ya John?" Tanya Selena.


"Hehe iya. Soalnya yang lain gak kelihatan sih!!" Jawab John.


"Eh memangnya kenapa tuan? Apa ingin saya panggilkan?!" Tanya pelayan.


"Eh gak usah! Aku sebenarnya cuma pengen kamu ada teman, supaya kamu gak capek ngelayanin kami!" Ucap John.


"Eh?! Tuan peduli sama saya?!" Tanya pelayan.


"Ya tentu saja! Aku selalu peduli sama semua orang!" Jawab John.


(DEG) ... - pelayan terkejut


"Adikku ini memang sangat baik!" Ucap Selena sembari tersenyum.


"Hm.. iya nona. Terima kasih tuan." Ucap pelayan sembari membungkukkan badan.


"Ah tidak usah berterimakasih begitu! Ini bukan apa-apa kok! Lagian derajat kita ini sama saja! Jadi tidak perlu dibeda-bedakan!" Ucap John.


"Hm iya tuan. Ini pertama kalinya, ada seseorang yang mengatakan itu. Saya sangat berterimakasih. Anda benar-benar baik!" Ucap pelayan.


"Hm.. itu bukan apa-apa kok." Ucap John sembari tersenyum.


Pelayan itu pun tersenyum


"Mm.. jadi.. apa yang ingin tuan dan nona makan? Saya dan teman-teman saya akan siapkan!" Ucap pelayan.


"Hm.. aku ingin makan apa ya? Aku tidak tau nih! Soalnya aku belum pernah melihat menu yang ada di sini!" Ucap John.


"Biar aku saja yang pesan John!" Ucap Selena.


"Oh oke. Lagipula kau kan pemilik restoran ini, jadi kau pasti tau makanan apa saja yang paling enak!" Ucap John.


"Yup benar sekali! Jadi bawakan saja semua makanan yang paling mahal dan yang paling enak di sini!" Ucap Selena.


"Baik nona. Akan segera kami siapkan!" Ucap pelayan sembari tersenyum.


Lalu pelayan itu pun pergi


"Eh semuanya?!" Tanya John kaget.


"Iya semuanya. Kenapa? Kamu lapar kan?" Tanya Selena sembari tersenyum.


"I.. iya sih, aku lapar. Tapi kalau gak habis, gimana?!!" Tanya John.


"Tapi kan.. nanti bisa ketahuan papa! Dia pasti bakal nanyain tuh. Kok ada makanan mahal sih di kulkas?!" Ucap John.


"Hm.. kamu tenang aja. Aku akan atur soal itu kok! Papa pasti akan percaya sama aku! Percaya deh!" Ucap Selena.


"Hm iya deh, aku percaya. Lagian kamu kan anak kesayangannya!!" Ucap John.


"Hahaha enggak kok. Lagian papa percaya sama aku kan karena aku ini gak pernah bohong!" Ucap Selena.


"Hm ya lah tuh." Ucap John.


"Hahaha." Selena hanya tertawa.


"Haah.."


John pun hanya menghela nafas


"Oh ya habis makan, kamu mau ke mana nih?!" Tanya Selena.


"Hm.. palingan pulang." Jawab John.


"Beneran mau pulang nih? Gak mau pergi ke mana gitu?!" Tanya Selena.


"Enggak deh. Soalnya gue mau istirahat aja! Gue capek nih!! Lagian gue juga gak terbiasa pergi ke luar terlalu lama!" Ucap John.


"Ya kah? Tapi bukan berarti, lu gak suka pergi ke luar kan?!!" Tanya Selena.


"Iya. Gue sebenernya suka pergi ke luar kok. Tapi ini pertama kalinya, gue pergi sama kakak gue! Jadi rasanya capek banget! Karena gue belum terbiasa!!" Ucap John.


"Oh begitukah? Masa bisa gitu?!" Tanya Selena.


"Iya, bisa tau!" Jawab John.


"Hm iya deh. Terserah kamu aja! Yang penting kamu bahagia!!" Ucap Selena sembari tersenyum.


"Hm." Ucap John.


"Tapi lain kali, kita harus sering-sering kayak gini ya!!" Ucap Selena.


"Hm. Lagian besok dan seterusnya kan lu juga bakal jemput gue!" Ucap John.


"Haha iya. Gue harap, lu terbiasa John!" Ucap Selena.


"Hm.. seiring berjalannya waktu, pasti gue akan terbiasa kok!" Ucap John.


"Bagus kalau gitu! Mulai sekarang, lu harus menyesuaikan diri sama gue ya! Karena kita bakal jadi adik kakak yang akur!!" Ucap Selena senang.


"Hm iya. Tapi.."


"Kenapa?" Tanya Selena.


"Tapi apakah papa gak akan curiga?! Karena kan aneh aja gitu, soalnya lu tiba-tiba mau jemput gue! Dia pasti curiga!" Ucap John.


"Hm.. seperti kata gue tadi, biar gue aja yang urus soal itu! Jadi lu gak usah khawatir John!" Ucap Selena.


"Haah.. gimana gue gak khawatir coba?! Gue aja selalu dipukulin sama papa, walaupun gue gak salah! Jadi gue kan jadi rada was-was! Gue takut kalau papa nanti bakal mukulin gue lagi karena itu! Ntar dikiranya gue berusaha ngehasut lu lagi! Padahal kan lu yang maksa gue buat ikut lu pulang!" Ucap John.


"Haha tenang aja. Kali ini gue jamin deh. Lu gak akan dipukulin!" Ucap Selena.


"Apa lu beneran bisa jamin?! Kalau ternyata gue dipukulin, gimana?!" Tanya John.


"Kalau itu terjadi, lu boleh pake black card gue sepuasnya deh!!" Jawab Selena.


"Eh serius?! Lu punya black card?!!" Tanya John.


"Punya dong! Lu mau gak?!" Tanya Selena.


"Ya mau lah! Gue belum pernah ngelihat black card tau!" Ucap John.


"Hm.. kalau gitu, tunggu aja deh. Gue pasti bakal tunjukkin ke lu kok! Yang penting, lu baik ke gue!" Ucap Selena.


"Wah serius?!!" Ucap John senang.


"Iya serius! Tapi syaratnya, lu harus selalu baik ke gue! Gimana?!" Tanya Selena.


"Pasti pasti! Gue pasti akan selalu baik ke lu! Yang penting lu juga selalu baik ke gue!" Ucap John.


"Ya itu udah pasti sih. Soalnya gue kan mau jadi kakak yang baik! Nah jadi lu juga harus jadi adik yang baik nih. Supaya gue seneng!!" Ucap Selena.


"Ya, pasti! Gue juga bakal jadi adik yang baik!" Ucap John.


"Nah sip. Mantep tuh!" Ucap Selena.


"Yoi!" Ucap John.


"Hahaha."


Mereka berdua pun tertawa bersama


"Eh John!" Ucap Selena.


"Oy?"


"Lu sadar gak sih?! Makin lama.."


Bersambung...