
"Lu gak perlu ngalah begitu!" Ucap John.
"Eh?!" Ucap Eric kaget.
"Gue sebenernya sama sekali gak suka sama Jane! Jadi lu gak perlu ngalah sama gue!" Ucap John.
"Ah.. tapi kan.."
"Udahlah gak usah ngalah sama gue. Kebahagiaan lu itu jauh lebih penting!" Ucap John.
"Hm. Tapi ini semua emang atas kemauan gue kok John! Perasaan itu bisa tumbuh. Jadi kalaupun sekarang lu belum suka sama dia juga gpp. Nanti juga lama-kelamaan lu juga bakal suka sama dia kok!" Ucap Eric sembari tersenyum.
"Ya tuh. Biasanya gitu John! Cinta itu datang seiring berjalannya waktu!" Ucap Tyler.
"Ya! Dan itu hanya ada di drama!" Ucap John.
"Gak ya! Itu juga ada di dunia nyata!" Ucap Eric.
"Terserahlah. Intinya sampai kapanpun, gue gak akan pernah suka sama Jane!" Ucap John.
"Heh awas! Biasanya yang kayak gini nih yang bakal terkabul!" Ucap Tyler.
"Nah iya tuh! Bisa-bisa doa lu itu jadi berbalik ke lu sendiri!!" Ucap Eric.
"Ck terserahlah! Gue mau makan!" Ucap John kesal.
"Hm iya deh. Makan aja." Ucap Tyler.
"Hm." Ucap John.
Lalu mereka pun mulai makan
(Skip) Selesai makan
“Ekhem ekhem. Mohon kepada seluruh siswa untuk segera berkumpul di lapangan sekarang!”
"Eh apaan tuh? Suara OSIS!" Ucap Tyler.
"Hm kayaknya bakal ada sesuatu yang mau diumumin deh!" Ucap Eric.
"Ya lu bener. Kalau gitu, kuy lah kita ke lapangan! Kita lihat apa yang kira-kira mau diomongin sama OSIS!" Ucap Tyler.
"Hm pasti gak penting." Ucap John.
"Ah belum juga di dengerin, udah bilang gak penting aja!" Ucap Eric.
"Ya habisnya kita kan gak lagi deket sama tgl merah atau apalah gitu yang penting. Jadi ya pasti ini cuma pengumuman yang “kurang penting ” menurut gue!!" Ucap John.
"Ya lu bener. Tapi gpp lah. Lagian lu kan bisa sekalian rehat sebentar dari belajar lu!" Ucap Tyler yang langsung merangkul John.
"Nah iya bener tuh! Daripada lu belajar mulu, mending lu istirahat bentar deh!" Ucap Eric.
"Hm bentar doang ya tapi! Soalnya gue mau belajar lagi nih di belakang sekolah!" Ucap John.
"Iya iya. Bentar doang kok!" Ucap Eric.
"Hm oke." Ucap John.
"Yaudah kalau gitu, ayo!" Ucap Eric.
"KUY!!" Ucap Tyler bersemangat.
'Haah.. mereka ini!!' - dalam hati John.
Lalu mereka bertiga pun langsung pergi ke lapangan
(Skip) Sesampainya di sana
"Baiklah baiklah. Apa semuanya sudah berkumpul?!" Tanya ketua OSIS bernama Chika!
"Iya udah. Jadi buruan kasih tau!! Kenapa kita dikumpulin di sini?!!" Ucap salah seorang siswa.
"Iya iya bentar. Sabar sabar!" Ucap Chika.
"Buruan buruan!!" Ucap semua siswa.
"Iya iya tenang. Jadi sekarang kita mau ngumumin sesuatu yang penting nih di sini!" Ucap Chika.
"Mau ngumumin apaan?!" Ucap salah seorang siswa.
"Mau ngumumin soal pergantian ratu syantik di sekolah kita!" Ucap Chika.
"Eh udah ganti aja nih?!" Ucap seorang murid (1).
"Iya lah! Kan ada yang lebih cantik dari si ‘itu’!" Ucap seorang murid (2).
"Oh iya ya. Gue lupa soal murid baru itu!" Ucap seorang murid (1).
"Makanya jangan jadi pelupa!" Ucap seorang murid (2).
"Iya iya. Santai napa! Namanya juga lupa!" Ucap seorang murid (1).
"Hm ya ya." Ucap seorang murid (2).
"Oke oke udah! Jangan pada berantem!! Jadi aku mau ngumumin nih ke kalian semua kalau ratu syantik di sekolah kita ini akan berubah! Yang semula adalah si Angel, sekarang bakal berubah jadi si Jane! Murid baru di sekolah kita! Silahkan beri tepuk tangan!! Dan untuk Jane, dipersilahkan untuk naik ke panggung sekarang!" Ucap Chika.
(Skip) ke Jane
"Wah Jane, selamat ya!! Sekarang buruan maju gih!" Ucap Citra senang.
"Hah masa aku sih?! Ini beneran aku harus maju?!!" Ucap Jane kaget.
"Iya maju sana! Sekarang kamu yang bakal jadi ratu syantik di sekolah ini! Ini suatu kehormatan tau!!" Ucap Citra.
"Ta.. tapi aku malu!" Ucap Jane.
Wajah Jane pun langsung menjadi memerah
"Udah gpp. Sana maju! Kamu udah dilihatin tuh sama semua orang!!" Ucap Alisha.
"Ayo Jane, silahkan maju ke sini!" Ucap Chika yang sedari tadi memperhatikan Jane.
"Ah i.. iya!" Ucap Jane.
Jane pun langsung bergegas naik ke atas panggung
'Aduh padahal aku gak suka jadi pusat perhatian! Lagian apaan sih ini?! Kenapa mesti diumumin coba?! Dan kenapa harus aku gitu?!!' - dalam hati Jane.
Jane pun sudah berada di atas panggung
"Nah ini dia ratu syantik kita yang baru!! Jadi Angel bukan ratu syantik kita lagi ya!!" Ucap Chika sembari tersenyum.
"Ah ini seriusan aku yang jadi ratu syantik di sekolah ini?" Bisik Jane.
"Iya Jane, benar!!" Ucap Chika sembari tersenyum.
"Ah apa gak bisa diganti gitu?!" Tanya Jane.
"Gak bisa dong!!" Jawab Chika sembari tersenyum.
'Yah sayang banget!!' - dalam hati Jane.
Jane pun menjadi sedih
"Hei, harus senyum dong kalau di depan semua orang!!" Ucap Chika.
"Ah iya maaf!" Ucap Jane.
Jane pun langsung tersenyum
✨CLINGG✨
"Wah gila silaunya!!" Ucap seorang murid (3).
Aduh mata gue!! Cantiknya!!" Ucap seorang murid (4).
"Uwahhhh cantik banget!!!" Ucap seorang murid (5).
"Pacaran sama gue kuy?!!" Ucap seorang murid (6).
(DEG) Jane terkejut
'Aduh gak mau!!' - dalam hati Jane.
"Dih apaan sih lu!" Ucap seorang murid (7).
"Hahaha ya biarin lah!" Ucap seorang murid (6).
(GLEK) 'Aduh aku takut nih!' - dalam hati Jane.
(Skip) ke John
"Hm.. dia kelihatan gak nyaman." Ucap John.
"Eh serius?!" Ucap Tyler.
"Ya. Lihat aja noh mukanya! Dia kayaknya gak suka deh dipilih jadi ratu syantik! Kelihatan banget tau kalau dia gak mau ada di situ!" Ucap John.
"Hm iya lu bener. Kayaknya dia emang gak suka jadi pusat perhatian deh!" Ucap Eric.
"Hm. Tapi kenapa dah?! Bukannya enak ya kalau jadi pusat perhatian?! Baru jadi anak baru aja, udah langsung terkenal lho! Itu kan impian semua orang!!" Ucap Tyler.
"Ya bagi murid seperti lu sih pasti enak! Tapi bagi murid kayak dia mah, ya pasti gak enak lah!" Ucap Eric.
"Hm iya deh iya. Tapi mau gimana lagi, dia kan udah kepilih dan itu gak akan bisa dirubah!" Ucap Tyler.
"Hm.. Jane yang malang.." Ucap Eric yang merasa kasihan.
'Haah.. walaupun begitu, nasibnya dan nasib gue beda sih. Dia jadi pusat perhatian dalam waktu sekejap! Sedangkan gue? Gue mesti cari perhatian orang dulu, baru bisa diperhatiin!!' - dalam hati John.
'Ya nasib gue dan dia itu emang udah beda sih dari awal! Beda banget malahan!! Seharusnya dia bersyukur sih dengan apa yang dia punya sekarang! Gue bener kan?!' - dalam hati John.
"Haah.."
John pun hanya menghela nafas
(DEG) Jane melihat John
'Ah John!' - dalam hati Jane.
Jane pun terus melihat ke arah John
'Dia.. dia pasti ngelihat aku kan tadi?! Hm.. aku harap, dia bisa nolongin aku! Aku benar-benar gak suka di sini John!!' - dalam hati Jane.
Tyler pun langsung sadar akan hal itu
"Eh John! Kayaknya Jane ngelihatin lu deh!" Ucap Tyler.
Eric pun langsung melihat ke arah Jane
"Eh iya bener! John! John! Jane merhatiin lu tuh!" Ucap Eric.
"Masa?" Ucap John tak percaya.
"Coba deh lihat ke sana!" Ucap Tyler.
"Hm."
'Masa sih?!' - dalam hati John.
John pun langsung melihat ke arah Jane
(DEG)
'John.. tolong aku..'
Bersambung...