Putri Yang Terlupakan

Putri Yang Terlupakan
bab 2 Feng Yie tertawa bahagia


''Apa yang kau lakukan disini ?'' tanya Feng Yie menyelidik.


''Tentu saja sedang Duduk''.


Feng Yie menggaruk keningnya sendiri , '' siapa nama mu? Dan kenapa kamu tidak pergi malah ikut bergabung dengan ku?'' tanya Feng Yie dengan galak ia merasa sedikit takut dengan laki laki tampan ini.


''Nama ku Xiao Zhang,'' Xiao Zhang melihat reaksi wanita cantik di hadapannya, tapi wanita di hadapannya tidak bereaksi apa pun setelah Xiao Zhang menyebutkan namanya, benarkah wanita di hadapannya tidak mengenalinya.


Malam pun tiba Xiao Zhang sudah tak terlihat lagi Ji Yu sedang membakar daging kelinci, ''Hem, harumnya membuat ku semakin lapar,'' setelah matang Feng Yie dan Ji Yu menyantap daging panggang itu.


Makan pun telah selesai, ''Ji Yu aku sedikit melupakan hal yang sudah aku lewati, lebih tepatnya banyak hal yang tidak aku ingat lagi.''


''Apa? Ini tidak mungkin Nona.''


Feng Yie hanya terdiam bingung harus berkata apa, agar Ji Yu tidak curiga padanya karena setelah ia datang di dunia ini, ia tidak begitu memahami kehidupan di jaman kuno ini, Feng Yie kebingungan dengan kehidupan seperti ini.


''Nona jangan melamun, ini semua pasti gara gara gundik sialan itu yang telah memukuli Nona hingga Nona tidak sadarkan diri hingga beberapa hari, Ji Yu akan membantu Nona untuk mengingat kembali semuanya, jika Nona ingin bertanya tanyakan saja.''


Ji Yu merasa sedih, saat Ji Yu datang ke mansion jendral Feng.


Saat itu Ji Yu berumur tujuh tahun dan Feng Yie berumur delapan tahun,


Nona mudanya dan Ji Yu selalu di siksa oleh selir Jendral Feng dan di perlakukan sebagai pelayan dan di saat Feng Yie berumur sepuluh tahun, ia di asingkan oleh selir jahat itu ke paviliun yang paling belakang, karna merasa Feng Yie semakin cantik dan sangat mirip dengan Ibunya.


Karna jendral Feng jarang ada di rumah selalu di perbatasan dan pulang setelah dua atau tiga tahun, membuat Feng Yie semakin kesepian.


Jika jendral Feng sedang bertugas maka selir itu akan menyuruh Feng Yie dan Ji Yu bekerja seperti seorang pelayan belum lagi jika melakukan kesalahan, selir jendral Feng akan menghukumnya dengan memukuli Feng Yie kecil hingga Feng Yi berumur enam belas tahun ia mendapatkan perlakuan kasar dari selir Ayahnya. Tapi jika jendral Feng sedang ada di mansion tentu saja perlakuan selirnya pada Feng Yie berbeda penuh dengan kasih sayang.


''Ji Yu di sini apa orang orang bisa berkultivasi?''


''Nona kita berada di daratan Jong Yang, setahu Ji Yu di sini tidak ada yang bisa berkultivasi, saat Ji Yu berada di paviliun tempat jual beli budak, Ji Yu mendengar hanya beberapa orang saja yang bisa berkultivasi, di sini orang yang mampu berkultivasi sudah mulai hilang Nona, lebih tepatnya Ji Yu tidak begitu tahu, selama Ji Yu bekerja di mansion Feng, Ji Yu tak pernah keluar dan ini pertama kalinya Ji Yu ke luar itu pun kehutan,'' Terang Ji Yu panjang lebar.


Feng Yie dan Ji Yu berbaring saling terdiam menikmati gelapnya malam hanya ada cahaya sedikit dari api yang mulai padam, sebelum mereka berdua memejamkan mata.


Di pagi hari Feng Yie dan Ji yu membuka mata merasa nyaman dan segar setelah mereka tidur.


''Ji Yu ayo kita latihan lari agar tubuh kita semakin sehat.''


''Baik Nona.'' Ji Yu dan Feng Yie berlari untuk melatih tubuhnya agar tidak mudah lelah, mereka berlari tidak jauh dari tempat mereka tidur tadi malam, mereka berlari hingga tiga putaran membuat wajah Feng Yie dan Ji Yu memerah karna kelelahan, Ji Yu sudah tak kuat lagi untuk berlatih dan ambruk.


Feng Yie melihatnya, ''Ji yu aku sudah lelah, kita sudahi saja latihannya.''


setelah cukup beristirahat ''Ji Yu aku akan mencari sungai untuk mandi apa kau akan ikut ?''


''Ya Nona Ji yu ikut.''


Mata ke dua gadis itu berbinar melihat air sungai, ke dua gadis muda itu menceburkan diri ke sungai.


'' Ah segarnya.'' Feng Yie sangat bersemangat bermain air.


Setengah jam sudah mereka berendam di sungai ''Nona Ji Yu sudah selesai dan akan mencari buah untuk kita makan.''


''Pergilah, aku masih ingin berendam!''


Feng Yie masih berenang kesana kemari dengan bahagia, ia tidak menyadari ada seseorang yang terus menatapnya.


''Hem''.


Feng Yie kaget mendengarnya lalu mencari sumber suara.


''Laki laki berengsek apa yang kau lakukan?''


'' Tentu saja mandi,'' Jawab Xiao Zhang tanpa dosa ia juga masuk kedalam sungai.


Feng Yie memutar matanya malas, laki laki ini semaunya saja, sepertinya laki laki ini tidak waras.


Feng Yie meringsek ke pinggir tapi masih di dalam air dia ingin kabur tapi pakaiannya basah kuyup, akan sangat memalukan jika di lihat oleh laki laki.


''Hei Nona, apa aku menakutkan?''


''Kau jangan macam macam padaku jika kau berani mendekat, aku akan menghajar mu.''


Xiao Zhang mengangkat alisnya sebelah dia tersenyum, dan melihat ke arah dada Feng Yie ''hem, masih belum tumbuh."


''Apa? Kau laki berengsek awas kau aku pasti bisa membalas mu,'' Feng Yie keluar dari air dengan bibir mengerucut dan pakaian basah kuyup yang tak sengaja memperlihatkan lekuk tubuhnya.


Xiao Zhang menelan air liurnya, ia merasa tubuhnya tidak nyaman, '' Ah sial. ''


Feng Yie berjalan menjauh dari sungai ia berjalan ke arah tadi malam ia tidur, Feng Yie mengganti pakaian nya di belakang pohon. Tapi bibirnya masih baca mantra entah lah ada apa dengan nya dia terlihat sangat marah.


Feng Yie menjemur bajunya di tempat yang sudah di sediakan oleh Ji yu. Feng Yie duduk menyalakan api dengan batu dan menghangatkan daging panggang, sisa tadi malam.


Ji yu masih memanjat pohon apel dengan susah payah, ''hah semut apa ini? oh astaga ini menyakitkan.''


''Bruk, aw, bokong ku sakit aduh semut sialan, untung aku sudah mengambil apel yang banyak.''


Ji yu kembali sambil meringis. ''Aduh Nona bokongku sakit gara gara


Semut sialan itu.''


''Ha ha ha Ji yu, apa kau sudah mendapatkan ilmu bela diri gaya kera? Hahaha kau lucu sekali.''


''Nona berhentilah menertawai ku bokongku sakit, dan tubuh ku sakit dan gatal. gara gara semut sialan itu aku jatuh dari pohon !''


''Haha Ji Yu maafkan aku, tapi gayamu lucu hahaha, perutku sakit.''


''Hahaha, Nano sebaiknya rapihkan dulu rambutmu, itu sangat menyeramkan hahaha.''


''Haha apa aku seperti hantu? Ji Yu aku lapar, aku akan memakan mu hihihi.''


''Nona berhentilah, kau memang cantik tapi dengan rambut seperti itu sangat menyeramkan,'' reflek Ji Yu memukul Nona nya.


''Ji yu aku lapar aku akan memakan mu.''


''Nona berhentilah sepertinya Nona sudah tidak waras!''


''Hahaha yang tidak waras itu Xiao Zhang.''


Tapi tiba tiba Feng Yie melihat Xiao Zhang berdiri tegak dengan tangan di dada.


''Aish aku lelah, Ji yu bantu aku mengurus rambut ku! kau tahukan aku tidak pandai .''


Ji yu menyisir rambut panjang Feng Yie, Feng Yie melihat ke arah Xiao Zhang, ''Aish kenapa ia sangat menyeramkan?''


Feng Yie pura pura tak melihat Xiao Zhang.