Putri Yang Terlupakan

Putri Yang Terlupakan
bab 14 pergi ke luar


    Di mansion Jendral Feng.


Pagi hari Feng Yie telah selesai mandi, Ji Yu sedang membantu Feng Yie mengeringkan rambut nya yang panjang dan indah setelah kering Ji Yu mengikatnya tinggi karna nona nya sangat menyukainya.


Feng Yie terus bernyanyi dengan bahagia, Ji Yu yang mendengar nya mengernyit kan alis merasa heran ada apa dengan nona nya, seperti sedang bahagia saja, dulu ia bernyanyi saat pulang dari hutan dan memakai cincin, dan pernah pulang dari hutan membawa tusuk rambut yang sangat cantik juga bernyanyi, jadi sekarang apa yang nonanya dapatkan membuat Ji Yu penasaran.


''Nona, Ji Yu telah mengikat rambut nona.''


''Hem, ayo kita sarapan. ''


''Nona apa Nona menemukan harta Karun ?''


''memangnya kenapa?''


''Hehe Nona terlihat sangat bahagia sekali hari ini.''


''Oh tentu saja, aku sangat bahagia hari ini.''


''tuk tuk tuk'' Ji Yu membuka pintu ada seorang pelayan.


''Nona Tuan memanggil Nona untuk sarapan di mansion utama.''


''Hah, apa kau tidak salah?"


pelayan yang menyampaikan terbatuk mendengar jawaban Feng Yie.


''maaf, Nona kedua tidak salah dengar, Tuan meminta anda untuk sarapan di mansion utama.''


''Hem baik lah '' walau merasa heran Feng Yie tetap pergi di ikuti Ji Yu, dan pelayan yang menyampaikan pesan tadi.


Mereka bertiga terus berjalan ke mansion utama yang sangat mewah itu, ada pelayan yang sedang melakukan tugas mereka, melihat Feng Yie mereka menyapanya begitu juga dengan para penjaga, semua orang masih merasa heran dengan sikap nona keduanya yang berubah dari pemalu dan selalu menunduk kini nona keduanya berani menatap orang membuat yang di tatap menunduk.


membuat Ji Yu merasa kagum pada Nona mudanya .


''Pagi Ayah, pagi Nyonya pagi Kakak Hai'' Feng Yie langsung duduk tanpa di suruh .


''hem. ''


''Pagi Yie'er ''ucap nyonya Wang dan Feng Hai .


''Ayo kita mulai sarapannya.''


Nyonya Wang menaruh daging dan sayuran di mangkuk jendral Feng .


Mereka semua makan dengan tenang , setelah beberapa saat sarapan pun selesai .


'' Yi'er , sebenarnya Kakak yang minta ayah untuk memanggil mu kemari, kakak akan mengajak mu ke alun alun kota, apa Yi'er mau ikut?''


''boleh saja.''


Melihat reaksi Feng Yie yang tenang dan mau di ajak. Feng Hai dan nyonya Wang merasa heran, tapi juga merasa senang, karna akan mengerjai Feng Yie lagi agar reputasinya semakin buruk saja.


''Kem tidak masalah.''


Ibu dan anak merasa heran kenapa Feng Yie berubah, biasanya dia akan sangat antusias .


Di paviliun yang sederhana


''Nona kenapa mau di ajak oleh nona Feng Hai , dia pasti merencanakan sesuatu yang buruk lagi ''


''Ji Yu tenang saja, sekarang aku sudah tidak selemah dulu lagi jadi aku pasti bisa mengatasinya ''


''Tapi Ji Yu masih ragu Nona''


''Bukan kah sekarang kau sudah belajar bela diri, kau kan bisa menjaga ku , walau terkadang kau konyol hahaha''


''Sebenarnya Nona memujiku atau menghinaku?''


''Ji Yu kau jangan seperti itu nanti kau menjadi nyonya galak dan sangat pemarah itu haha.''


''Astaga Nona kau menakuti Ji Yu saja .''


''Ayolah kau tidak perlu khawatir, kita akan saling menjaga di dunia ini aku hanya punya kau saja.''


Ji Yu merasa senang dan juga sedih mendengar jawaban Nonanya, ia teringat dulu saat umurnya tujuh tahun ia di jual sebagai pelayan, dan di beli oleh kepala pelayan kediaman jendral Feng, jadi sedari kecil meraka memang sudah bersama seperti saudara saja. keras nya berlatih saat ada di tempat penjualan pelayan, membuatnya mampu mengurus keperluan Feng Yie walau tidak semuanya karna Feng Yie dari dulu memang mandiri .


''Ji Yu ini sudah siang ayo kita berangkat takut jika Tuan Putri menunggu lama.'' keduanya tertawa.


''Nona apa kita tidak makan dulu bagai mana jika nona pingsan saat dikerjai nona Feng hai ''


''Kita makan di luar saja sekali kali ''


''Apa nona akan di berikan koin ?''


''Sudah lah ayo kita berangkat , jangan pikirkan soal koin , sekarang aku sudah kaya ''


Ji Yu hanya mengangguk tapi tidak percaya dengan ucapan nona nya.


''Aish, apa Tuan Putri itu berendam lagi aku sudah menunggu lama tapi dia tidak keluar juga, bisa-bisa sore baru berangkat.'' Feng Yie menggerutu .


Tak lama Feng Hai turun dengan pakaian yang sangat cantik riasan rambut dan wajah sangat cocok dengannya, dan di belakang nya ada dua pelayan yang mengikutinya .


''Huh pantas saja lama, dia bergaya bak seorang Putri saja '' gumam Feng Yie yang di dengar oleh Ji Yu.


Feng Yie terus berjalan keluar mansion dan naik kereta mewah, Feng Yie dan Ji Yu mengikuti Feng Hai.


perjalanan sudah satu jam, sebentar lagi sampai jalanan ini sangat ramai.


''Feng Yie ingat kau tidak boleh sembarangan berkeliaran kau hanya boleh mengikuti ku di belakang''.


Feng Yie hanya mengangguk , Feng Hai tersenyum menghina melihat penampilan Feng Yie yang seperti pelayan saja.