
* Di Mansion utama Jendral Feng *
Jendral Feng dengan linglung masuk kedalam mansion ia di kagetkan dengan suara istrinya.
''Apa yang kau lakukan itu akan menyakiti Putriku, dasar pelayan kurang ajar.''
Nyonya Wang mendorong salah satu pelayan yang membantu Feng Hai berganti pakaian, ada luka goresan bekas Feng Hai menggaruk saking gatalnya ia tak terasa melukai dirinya sendiri.
''Ada apa dengan Putriku?''
''Suamiku lihat lah Putri kita !'' dengan sedih Nyonya Wang memberi tahu Suaminya.
''Tabib, ada apa dengan Putriku?''
''Maaf Tuan, sepertinya Nona pertama alergi sesuatu karna kulit tubuhnya begitu parah ada bintik bintik dan bekas cakaran, mungkin Nona tidak menyadari bahwa ia menggaruk terlalu kuat jadi sedikit berdarah, dan pada wajahnya tidak terlalu parah hanya sedikit merah. "
''Lalu alergi apa Putriku?''
''Maaf Tuan mungkin Nona alergi wewangian apa Nona berendam sebelumnya? sepertinya ada bahan bahan yang membuat kulit Nona alergi, tapi tidak dangan wajahnya, saya hanya bisa memberikan ramuan untuk mengurangi rasa sakit, gatal dan pedih.''
Tabib Pun memberi obat pada Nyonya Wang , ''Jika Nona Feng mau, lebih baik berendam agar gatalnya berkurang.''
''Baiklah, terima kasih tabib.'' Nyonya Wang memberikan upah pada tabib wanita tersebut, tanpa mengantar tabib tersebut, pelayan yang mengantarkan ke pintu.
''Suamiku, aku akan mengurus Putri kita, istirahatlah di kamar nanti aku akan menyusul,'' Ucap Nyonya Wang dengan tersenyum.
''Baiklah aku pergi ke kamar dulu,'' Jendral Feng keluar dari kamar Putrinya dan menutup pintu.
'' Hai'er kamu harus kuat sayang Ibu akan membantumu, Pelayan kemarilah, siapkan air hangat untuk berendam dan rebus ramuan ini! ini untuk di minum dan yang ini untuk berendam , ingat kau tidak boleh salah jika kau membuat kesalahan kau akan menerima hukumannya. '' Nyonya Wang sangat marah melihat Putri tercintanya menderita.
''Ibu ini sangat menyakitkan, tolong aku Bu.''
''Tenang Hai'er jangan di garuk itu hanya akan menambah rasa pedih mu!''
''Ibu tidak akan tahu karna Ibu tidak merasakannya ini sangat menyakitkan Bu.''
''Nyonya ini obat untuk Nona.''
''Nyonya air hangat sudah siap,'' ucap para Pelayan.
''Hem bantu aku mengurus Putriku!'' Feng Hai pun berendam.
''Hai'er, apa setelah berendam tubuhmu tidak begitu gatal lagi? ''
''Ya Bu, berendam jauh lebih baik rasa gatalnya pun sudah lumayan berkurang.''
''Jika seperti itu, Hai'er di temani para Pelayan saja, Ibu takut Ayah sedang menunggu, lagi pula Ayahmu baru pulang.''
''Baik, Ibu pergilah istirahat, sebentar lagi Hai'er pasti sembuh dan akan tidur juga. ''
''Baiklah sayang Ibu pergi istirahat dulu, ini sudah larut malam.''
Feng Hai hanya mengangguk, ia trus berendam di bak dengan ramuan dan air hangat di temani para Pelayannya, saat Feng Hai bangun dari bak, gatalnya terasa lagi sehingga malam ini adalah malam yang panjang baginya, karna ia harus trus berendam, agar gatalnya berkurang.
Di paviliun yang sederhana Feng Yie sang pembuat onar sedang terlelap ia tidak tahu jika karna racunnya akan membuat saudara tirinya tersiksa tak bisa tidur.
Di pagi hari Matahari masih malu malu Feng Hai baru saja tertidur. Jika ia tahu ini adalah perbuatan saudara tirinya dia pasti akan mengamuk, karna tadi malam ia ingin tampil berbeda jauh lebih cantik, tapi apa yang terjadi ia justru merasakan badanya sangat gatal dan ia harus berendam semalaman.
''Ji Yu ambilkan aku makan! rasanya aku mau pingsan saja.''
''Baik nona,''Ji Yu pergi mengambil sarapan untuk Nonanya.
''Sialan, gara gara aku pura pura anggun dan makan sok imut pagi pagi perutku sudah kelaparan saja,'' naru bangun Feng Yie sudah menggerutu.
Maaf ya jika bahasanya masih amburadul, Author masih belajar, dan mengisi waktu kosong saat Anak Author pergi sekolah .
Yang mau memberi masukan silahkan, tapi bahasanya yang sopan ya, soalnya author orangnya baperan. Terimakasih.