Putri Yang Terlupakan

Putri Yang Terlupakan
bab 1 rainkarnasi


Lin Mei sedang berlatih bela diri keringat membasahi tubuhnya, ''Lin Mei kau semakin jago kau mampu menjatuhkan sepuluh orang sekaligus, Setelah lulus kau pasti jadi bodyguard yang sangat gagah.''


''terimakasih ketua.''


''Ini sudah waktunya kalian pulang, kalian bisa mengobati luka di tubuh kalian.''


Dengan semangat Lin Mei keluar dari gerbang sekolah, ''aku ingin menikmati udara segar ini,''


Lin Mei terus berjalan sambil menikmati suasana sore yang indah ini dengan gembira.


Tapi tiba tiba para pereman datang membawa pedang, tangis dan jerit terdengar suasana sangat mengerikan.


''Gawat aku harus kabur tidak mungkin aku menang melawan mereka,'' tapi Lin Mei dikejar.


Lin Mei melawan dua sekaligus dan mampu menjatuhkan kedua pereman itu. Tapi ia ditikam oleh pedang panjang dari belakang, Lin Mei ambruk dan perlahan kesadarannya menghilang dan menutup mata.


 * *


Di daratan Jong Yang terdapat empat Kekaisaran di sebelah Selatan di pimpin oleh seorang Kaisar yang dingin dan tegas sangat di takuti oleh musuhnya, karna ke kehebatannya saat bertarung melawan musuh dan juga tidak ada kelemahan padanya seperti seorang Permaisuri .


* *


Lin Mei perlahan membuka matanya, ''Dimana aku? Apa aku sudah di surga? Tempat apa ini?'' Lin Mei meringis dan memperhatikan ruangannya yang terlihat kuno.


Lin Mei transmigrasi ke tubuh seorang wanita cantik, di daratan Jong Yang.


di daratan ini para kultivasi sudah mulai menghilang hanya beberapa orang saja yang masih mampu berkultivasi, jadi di daratan Jong Yang hanya akan menemukan beberapa saja yang berkultivasi jika leluhur mereka dulunya mampu menjadi yang terkuat maka cucunya akan mampu menjadi berkultivasi.


''Aw kenapa tubuhku sakit dan pedih?'' Lin Mei pun perlahan bersandar.


''Nona Ji Yu, membawakan obat untuk Nona minum!''


Beberapa potongan melintas Lin Mei hanya terdiam .


''Nona minumlah dulu obat ini, agar luka Nona lekas sembuh.''


''Berapa lama aku tertidur?''


''Sudah dua hari dua malam Nona tidur, apa Nona ingin makan sesuatu?''


''Ji yu Bawakan makanan untukku!''


''Baik Nona.''


Lin Mei memikirkan hidupnya, ''apa aku sanggup hidup seperti ini?''


Feng Yie adalah gadis yang penurut dan lemah lembut, sedangkan lin Mei tukang gelut.


Ji yu datang membawa nampan, ''Nona ini makanlah!'' Ji Yu datang membawakan bubur untuk Nonanya.


Lin Mei sangat kelaparan dan gaya makannya pun seperti sedang kerasukan.


Setelah makan bubur Lin Mei tidur lagi, karena tubuhnya masih sangat lemah.


  * * Masih di mansion Jendral Feng.


Di mansion utama. ''Ibu aku sangat sedih dia selalu mengabaikan aku Bu,'' Hai'er menangis tersedu sedu.


''Tenangkan dirimu sayang, mungkin Kaisar sedang sibuk.''


''Tapi Bu hati ku sakit.''


''Ini tinggal masalah waktu, Ayah dan Ibu akan membantumu mendekati Kaisar, beberapa tetua menginginkan Anak Ayahmu untuk menjadi istri sang Kaisar''


''Bukankah Feng Yie anak Ayah juga ?''


''Dia hanya Anak yang terlupakan, sedangkan Hai'er anak kesayangan Ayah dan Ibu.''


''Baik lah Bu, aku akan menunggu untuk menjadi Permaisuri sang Kaisar,'' Feng Hai tersenyum cerah lalu keluar dari kamar Ibunya.


* *


''Baik lah.''


Setelah selesai mandi, Lin Mei bercermin, ''oh astaga wajah ini sangat cantik, rambut hitam panjang, dengan tubuh yang langsing membuat ku mudah bergerak, untung saja aku tidak transmigrasi ke tubuh yang salah .''


Lin Mei transmigrasi ke tubuh Feng Yie wanita yang sangat cantik dan lemah lembut, tapi sayang hidupnya sangat menyedihkan saat berumur empat tahun Ibu dan Kakaknya yang saat itu berumur tujuh tahun meninggal karna sakit, pada saat itu Feng Yie tak mengerti apa pun yang dia dengar dari selir Ayahnya bahwa Ibunya sakit dan sudah mati, saat itu Feng Yie hanyalah gadis kecil berumur empat tahun hanya mampu menangis karna merasa rindu pada sang Ibu dan Kakaknya, ia hidup dengan kesendirian hanya ada pelayan yang menemani itu pun hanya sekedar karna kediaman itu di kuasai oleh selir Ayahnya.


Sang Ayah atau Jendral Feng selalu bertugas di perbatasan saat mendengar kabar buruk pun ia tak bisa pulang, setelah dua tahun lebih semenjak Istri sahnya meninggal barulah Jendral Feng kembali dan menemui Putri tercintanya bersama istri sahnya.


Saat kembali umur Feng Yie sudah enam tahun lebih, tapi saat jendral Feng datang ke mansion, ia melihat Feng Yie merebut paksa mainan Putri dari selirnya. Saat itu lah jendral Feng selalu melihat kenakalan Feng Yie.


Waktu terus berlalu di saat Ayahnya sedang bertugas ke perbatasan, Feng Yie selalu membersihkan mansion seperti seorang pelayan, karna perintah selir Ayahnya.


saat umur Feng Yie delapan tahun ia di berikan seorang pelayan bernama Ji Yu.


''Apa kau akan tetap di mansion atau ikut aku?''


''Nona, Ji Yu ikut Nona,''


''Baiklah ayo kita ke belakang, Ji yu apa kau bisa memanjat?''


''Ya Nona Ju Yu bisa,'' Ji Yu memanjat lalu melompat turun, ''brug aw''.


Lin Mei mengangkat alis sebelah, melihat Ji Yu jatuh dan meringis .


Sambil sedikit pincang Ji Yu melihat Kana kiri takut ada binatang buas, ''Nona maaf Ju Yu belum terbiasa.''


Setelah lama berjalan menyusuri hutan, kini Meraka berada di tengah hutang.


''Kita istirahat dulu!''


Setelah beberapa saat, '' Ji Yu bagai mana kakimu?''


''Nona kaki Ji Yu sudah pulih.''


''Baiklah, kita akan mencari makanan aku sudah lapar.''


Tak lama Lin Mei mendapatkan seekor kelinci, ''Aku akan membersihkan kelinci ini dulu, kau bisa menghidupkan apinya!''


Wangi harum daging panggang sudah tercium.


''uh, wanginya membuat perutku semakin lapar .''


Daging panggang pun di potong potong


''Ji Yu makanlah, apa kau tidak lapar ?''


''Tapi Nona, ini hasil berburu nona dan nona yang memanggang tidak mungkin Ji Yu berani memakan nya.''


''Aish kau ini, aku tidak butuh pelayan, aku butuh teman kau dengar? Jadi jangan sungkan padaku.''


''Baik Nona.'' perlahan Ji Yu memakan daging panggang itu.


''Kau mengagetkan aku, apa kau hantu? tiba tiba muncul di hadapanku tidak tahu dari mana datangnya. Tidak mungkin kau jatuh dari langit kan?'' tiba tiba saja ada laki laki di hadapannya.


''Hahaha maafkan aku, apa kau tidak melihatku berjalan?''


''Jika aku melihat mu, aku tidak akan kaget,'' Lin Mei mengerucut kan bibirnya .


''Apa kau tidak akan menyuruh ku makan?''


''Hahaha kau percaya diri sekali, ingin di tawari makan, sangat memalukan.''


Lin Mei melihat wajah pemuda itu, ''aish apa kau malaikat? Kenapa kau sangat tampan?''


Mendapat penilaian dari gadis cantik, pemuda itu tersenyum, ''aku manusia sama sepertimu dan aku juga sedang kelaparan.''


Lin Mei menyodorkan daging panggang di wajah tampan itu '' makan lah sangat di sayangkan pria tampan sepertimu mati karna kelaparan.''


Bibir pemuda itu berkedut.