Perjalanan Mencapai Surga

Perjalanan Mencapai Surga
Yin dan Yang


Langit yang tenang telah berubah dalam sekejap, biru jernih telah menjadi abu-abu gelap.


Di langit yang telah berubah itu, terlihat 2 orang yang sedang bertarung. Petir menderu serta angin berhembus kacau, dan ledakkan keras terus terdengar.


Pertarungan ini telah terjadi selama berhari-hari, akibat dari pertarungan ini telah membuat semua mahkluk hidup di daerah itu ketakutan.


2 orang yang sedang bertarung itu memiliki aura berbeda di tubuh mereka. Orang yang memakai baju putih memiliki aura cerah serta suci berasal dari tubuhnya, sedangkan aura gelap dan jahat berasal dari orang yang memakai baju hitam.


"Yin Jing! berhentilah sampai di sini, jika kamu mau aku dapat melindungimu atas semua dosa yang telah kamu buat."


"Yang Jian! kamu berpikir perang ini adalah karena kami, tapi jangan lupa kalian juga bukan orang baik."


Akibat pertarungan terus menerus, bahkan kultivator kuat sekalipun akan merasa lelah. Saat ini mereka berdiri berhadapan sambil memulihkan tenaga mereka.


Orang yang dipanggil Yang Jiang menatap kearah lawannya, mereka sebagai musuh telah bertarung selama ratusan tahun.


Persaingan diantara mereka telah ada sejak mereka remaja, ditambah mereka berasal dari aliran yang berlawanan.


Di dunia kultifasi, terdapat 2 jenis aliran atau disiplin. Aliran pertama adalah aliran ortodoks atau disiplin kultifasi yang dibuat memang untuk manusia.


Sedangkan aliran kedua, yaitu aliran sesat atau sekarang lebih di kenal aliran iblis. Aliran ini dibuat pertama bukan untuk manusia tetapi kemudian dimodifikadi agar manusia dapat melatihnya, hanya saja ada beberapa teknik yang menimbulkan efek samping.


"Yin Jing.. aku mohon menyerahlah, jika kau mengikuti aku dan pergi ke sekte aku, aku berjanji kamu akan hidup dengan nyaman dalam pengasingan."


"Hahaha... Yang Jian! Aku tahu kamu tidak naif, ketika kamu dalam keadaan seperti ini seharusnya sekte yang kamu banggakan itu sudah mengirimkan bantuan."


"Kamu tahu kenapa ini bisa terjadi? Itu karena mereka takut kepadamu, dan khususnya orang-orang bermarga Sun itu."


"Yang Jian! Hari ini adalah hari dimana salah satu dari kita harus mati, atau hasil terbaiknya kita semua mati disini."


Mendengar pernyataan dari lawannya itu, Yang Jian hanya bisa menghela napas dan menutup matanya. Dalam kepalanya, dia mengingat masa kecilnya yang jauh dari dunia kultifasi tanpa pedang, darah, ataupun kematian.


Melihat lawannya menutup mata, Yin Jing tidak melakukan serangan tetapi menunggu dengan mata yang fokus.


Membuka matanya Yang Jian mengangkat pedangnya didepan dadanya.


"Yin Jing! jika tidak ada yang bisa kita diskusikan, maka kita selesaikan masalah ini dengan satu serangan."


"Haha... Itulah yang ingin aku dengar darimu Yang Jian!"


"Maka dari itu matilah dengan tenang, Eternal Darkness Sabre Art: Absolute Destruction!"


"Divine Brilliance Sword Art: Illuminate The World!" Teriak Yang Jian.


Saat keduanya hampur berbenturan, Yang Jian menyadari bahwa Ying Jing tidak menggunakan seluruh kekuatannya.


"Yin Jing...!"


Yang Jian yang berusaha untuk menghentikan serangannya terlalu lambat, dan terjadilah tabrakan antara keduanya.


...


Zhang WuChang yang sejak tadi memperhatikan langit yang telah berubah menjadi gabungan hitam putih.


Dari sini dia dapat melihat gumpalan asap serta ledakan kuat dia kejauhan, sebelum dia melihat benda jatuh dari langit.


Penasaran dengan apa yang jatuh, dia memutuskan untuk memeriksanya, tetapi sebelum itu dia pergi ke tempat Huozhan untuk mengajaknya.


Bersama dengan Huozhan, WuChang bergegas ke arah di mana benda yang jatuh itu.


"Kakak, sepertinya benda yang jatuh tadi merupakan makhluk hidup, soalnya aku merasakan energi kehidupan walaupun lemah."


WuChang yang mendengar penjelasan dari saudaranya itu, semakin penasaran dengan apa yang akan mereka temui.


Sesampainya di tempat yang mereka tuju, dua saudara itu melihat ada seseorang yang tergeletak di tanah.


Mendekati orang yang tergeletak itu, WuChang melihat bahwa orang itu masih bernapas.


WuChang berusaha membangunkan orang tersebut dengan cara menepuk-nepuk tubuhnya serta memanggilnya, beruntung usahanya tidak sia-sia karena orang itu segera terbangun.


Yang Jian membuka matanya dan yang pertamakali dia lihat adalah wajah seorang anak. Saat dia sedang memikirkan apa yang terjadi, dia mengingat sesuatu dan mulai melihat sekeliling.


Merasa apa yang dia cari tidak ada, dia bertanya kepada anak yang membangunkannya itu.


"Nak... Apa kamu melihat satu orang lagi yang terjatuh bersamaku?"


Mendengar pertanyaan itu, WuChang menunjukkan apa yang dia saksikan dari jauh.


Mendengar jawaban WuChang, Yang Jian merasa panik dan berusaha berdiri untuk langsung ke tempat apa yang dia cari.


"Uhuk...uhuk..."


Bahkan sebelum bisa berdiri Yang Jian terbatuk dan memuntahkan banyak darah, dengan tergesa-gesa dia meminum benda aneh dan akhirnya dia mulai tenang.


Melihatnya memuntahkan darah, WuChang langsung membatu menstabilkan dirinya dan melirik kearah Huozhan.


"Huozhan, kamu pergi ke arah itu dan bawa apa yang kamu temukan di sana."


Mendengar perintah kakaknya, Huozhan akan segera pergi sebelum dia ditahan oleh pria itu.


WuChang yang hanya akan mengutus Huozhan, setelah mendengar permintaan pria itu dia akhirnya memutuskan bahwa mereka bertiga akan pergi bersama, dengan Huozhan membawa pria yang terluka itu di punggungnya


Sesampainya di tempat tujuan, mereka melihat satu orang lagi yang tergeletak, hanya saja luka orang yang ini lebih parah.


Melihat orang itu Yang Jian langsung memeriksanya, sebelum mengambil benda yang sama tadi dia minum dan memasukannya kedalam mulut orang itu.


"Yin Jing... Yin Jing..."


"Uhuk... uhuk..."


Yin Jing akhirnya terbangun, langsung melihat kearah Yang Jian dia hanya tersenyum.


"Yang Jian... Bukankah tubuhmu terlalu lemah, kamu masih mati bahkan setelah aku mengurangi setengah dari seranganku."


Mendengar kalimat itu dari Yin Jing, Yang Jian hanya mendengus dan memukul tubuh Yin Jing.


"Ahh...!"


Merasakan sakit dari tubuhnya, Yin Jing menyadari bahwa dia belum mati.


"Jangan banyak bergerak, aku telah memberimu Azure Heart Clarity Pill."


Mendengar bahwa dia telah meminum Pill itu, Yin Jing terkejut karena dia tahu betapa berharganya pil itu.


Merasakan keduanya telah tenang, WuChang menyuruh Huozhan menggendong Yin Jing, sedangkan dia membantu Yang Jian dan membawa keduanya ke rumah mereka.


...


Menaruh keduanya di tempat tidur, WuChang menyuruh Huozhan untuk pergi menyiapkan makanan.


"Paman berdua, kalian dapat beristirahat sedangkan aku akan pergi mengambil minuman."


Melihat WuChang pergi, Yin Jing yang diam, akhirnya berbicara.


"Yang Jian, siapa anak itu dan dimana kita sekarang?"


"Aku juga tidak tahu, tapi yang pasti tempat ini bukan bagian dari Fertile Star Continent."


"Ini mungkin karena lukamu terlalu serius, tapi qi di sini terlalu tipis untuk membuat kita sembuh lebih cepat."


Mendengar pernyataan Yang Jian, Ying Jing segera mencoba menyerap qi tetapi hasilnya nihil.


"Kamu memang benar, qi disini terlalu tipis dan sepertinya dunia ini adalah pocket dimesion."


Mereka melanjutkan pembicaraan cukup lama sampai mereka melihat WuChang kembali dengan nampan di tangannya.


"Sepertinya paman berambut hitam sudah lebih baik, aku membuat minuman ini untuk kalian berdua semoga ini akan membantu penyembuhan luka paman-paman."


Menilai teh itu aman, mereka berdua meminumnya sebelum terkejut. Yang Jian yang penasaran meminum sekali lagi sebelum berbicara.


"Nak... Dimana kamu mendapatkan daun teh ini?"


"Oh... Aku mengambilnya dari kebun kakekku, apa rasanya tidak cocok untukmu paman."


"Tidak... Ini enak."


Yang Jian yang memiliki banyak pertanyaan di kepalanya, hanya diam menyelesaikan minumannya.


Yin Jing yang sejak tadi fokus untuk menyerap qi, tidak dapat menahan rasa penasarannya.


"Hey nak... bisakah kamu menjelaskan dimana kita berada, dan apakah ada kota manusia disini."


"Oh... Ya aku akan memberi tahu apa yang aku ketahui, sebelumnya namaku Zhang WuChang dan orang besar tadi adalah saudaraku Yan Huozhan."


Memperkenalkan dirinya dan saudaranya, WuChang mulai menjelaskan apa aja yang dia ketahui.


Mendengar penjelasan WuChang, mereka berdua paham dan mulai yakin bahwa ini adalah pocket dimesion.


Nama wilayah ini adalah Tianmen Mountains, pegunungan ini memiliki 13 puncak dan mereka saat ini ada di salah satu dari puncak itu yang bernama Qilin Peak.


Dari ketigabelas puncak, WuChang hanya tinggal di puncak Qilin selama hidupnya di pegunungan ini, jadi dia tidak tahu apa yang ada dari 12 puncak lainnya.


Tidak terasa pembicaraan mereka telah berlangsung cukup lama, hingga minuman yang disajikan telah habis.


"Paman-paman sekalian, kita lanjutkan pembicaraan ini dilain waktu. Seharusnya saudaraku sudah selesai menyiapkan makanan untuk kita."


Sebelum Yang Jian menolak ajakan WuChang, dia merasakan hal yang telah terlupakan dari perutnya.


Yin Jing yang merasakan hal yang sama, hanya bisa menghela napas.


"Ha... Sepertinya kita akan hidup seperti manusia biasa, sampai kekuatan kita kembali."


Ketiganya pergi untuk makan, dengan WuChang menggendong Yin Jing sedangkan Yang Jian sudah dapat berjalan sendiri.


Saat mereka sedang dalam perjalanaan, WuChang bertanya tentang apa yang dari tadi membuatnya penasaran.


"Paman berdua... kenapa kalian saling bertarung? jika dilihat dari kemiripan kalian, seharusnya kalian bersaudara bukan."