Perjalanan Mencapai Surga

Perjalanan Mencapai Surga
Pertempuran Akhir


Boom...!


Satu lagi demonic beast terbanting dengan keras, melihat temannya dipukul para serigala lain segera menerkam bersamaan.


Lima ekor serigala bekerja sama untuk mengalahkan lawan di depan mereka, menggunakan intuisi serta insting alami mereka, para serigala menyerang pria itu dari berbagai arah.


Satu serigala meloncat dari depan, dan empat lainnya menyerang dari empat arah berbeda. Lima serigala itu juga tidak hanya menyerang dengan kekuatan mentah, tetapi serangan mereka seperti diselimuti dengan energi berwarna cyan.


Melihat serangan dari berbagai arah, Huozhan tetap tenang dan mencengkeram tongkatnya lebih erat. Huozhan tidak belajar satupun teknik tongkat, tetapi dia memiliki teknik yang dapat digunakan dengan cara apapun.


Sudah tiga tahun dari pertama dia belajar teknik ini, selama itu dia jarang menggunakannya ketika sedang bertarung.


Menurutnya para demonic beast yang selama ini dia lawan atau buru, tidak memiliki kebutuhan untuk membuatnya mengeluarkan teknik tersebut.


Menstabilkan tubuhnya serta memulai teknik pernapasannya, Huozhan mulai mengendalikan semua qi di dalam tubuhnya. Qi Huozhan mulai mengalir secara teratur ke seluruh tubuh, sekarang dari luar terlihat tubuh Huozhan diselimuti cahaya yang jernih.


Teknik pertama adalah batasan, ketika kamu mengendalikan batasan maka kamu dapat mengendalikan hidupmu sendiri.


Melihat para serigala sudah mendekat, Huozhan langsung menjalankan tekniknya, 'Eight Direction Attack'.


Ketika teknik itu dijalankan, Huozhan merasa kontrol terhadap qinya langsung meningkat. Merasa tekniknya berjalan dengan baik, Huozhan siap untuk bergerak.


Serangan pertama mengarah ke serigala yang berada di atas kepalanya, memposisikan tongkatnya tinggi ke langit, lalu mengayunkannya kebawah.


Ayunan itu memukul kepala serigala yang terbang lalu menjatuhkannya kebawah, serigala yang terpukul itu jatuh dan menabrak serigala di bawahnya.


Setelah serangan pertama, Huozhan melakukan serangan selanjutnya. Menusuk serigala yang berada di belakangnya, dengan dua serangan Huozhan berhasil menjatuhkan 3 ekor serigala tingkat 5.


Ketika Huozhan menyerang ketiga serigala, dia secara langsung membiarkan dua serigala lain menyerangnya. Inilah yang disebut batasan, manusia memiliki batasan bahkan kultivator sekalipun.


Melihat tidak memiliki waktu untuk menghindar, Huozhan hanya mempersiapkan tubuhnya pada benturan.


Baam...!


Suara benturan ketiganya terdengar, akibat benturan itu kepulan debu menutupi mereka. Tidak lama, dua sosok keluar dari kepulan debu itu.


"Hehehe... kalian lihat, walaupun tubuh aku diserang itu tidak akan menimbulkan luka apapun."


Sambil mengayunkan tongkatnya untuk meniup debu, sosok Huozhan muncul dengan wajah gembira.


Selama pertarungan pergerakan Huozhan terbatas karena lawannya mengandalkan jumlah. Ketika dia bertarung, dia membatasi penggunaan qi di pukulannya dan memfokuskan qi lebih ke pertahanan.


Inilah yang dimaksud dengan batasan, saat kamu yang mengendalikan batasan, maka tidak ada yang bisa lepas dari genggamanmu.


"Grrr..."


"Apa kamu marah!"


"Begini saja, jika kalian berdua pergi dengan tenang, maka aku tidak akan memukul kalian, bagaimana setuju?"


Mengabaikan penawaran Huozhan, kedua demonic beast memulai pertarungan kembali. Sama seperti sebelumnya cakar para serigala itu mulai berwarna cyan.


Huozhan yang pergerakannya terbatas ketika dia melawan lima serigala,


Sekarang sangat leluasa saat hanya bertarung dengan dua serigala saja.


"Swoosh..."


Suara gesekan tongkat di udara memenuhi telinga, setiap kali Huozhan mengayunkan tongkatnya gelombang udara membuat pergerakan para serigala terbatas.


Kali ini Huozhan berniat berlatih sebentar dengan kedua hewan buas itu, setiap ayunan dia tidak bertujuan memukul, tetapi hanya untuk menghambat dan mengacaukan pergerakan mereka.


Pelatihan ini tentu saja bukan tanpa alasan. Ketika dia menggunakan teknik batasan, dia hanya memiliki waktu yang singkat untuk merasakan esensi teknik itu.


Sekarang hanya dengan melawan dua demonic beast tingkat lima, Huozhan cukup leluasa untuk melatih batasan. Batasan yang sekarang dia lakukan, adalah untuk menyerang tanpa melukai.


Merasa tubuh mereka mulai berat serta melambat, kedua demonic beast itu menyadari bahwa pergerakan mereka telah dibatasi.


Bukan hanya pergerakan saja yang dibatasi, tetapi lawan mereka telah benar-benar mengontrol jalannya pertarungan.


"Hah,hah..." "Hah,hah..."


Melihat kedua serigala itu menjaga jarak dan mendesah kelelahan, Huozhan berhenti dan menancapkan tongkatnya ke tanah.


"Hehe... bukankah sudah kubilang untuk pergi, lihat sekarang kalian kelelahan bukan."


"Tapi karena aku adalah anak yang baik, aku akan membiarkan kalian pergi sekarang."


Setelah mengucapkan kalimat itu, Huozhan dengan cepat bergerak dan memukul satu serigala terbang jauh.


Melihat teman seperjuangannya dipukul, serigala itu akan segera lari sebelum dia merasakan sakit di pantatnya.


"Auuu..."


"Hehehe... tentu saja aku akan membiarkan kalian pergi tetapi dengan salam perpisahan, sampai bertemu lagi!"


Menyimpan kembali tongkatnya, Huozhan duduk dan mengambil barang untuk membantu pemulihan qinya.


Walau terlihat seperti Huozhan tidak menggunakan banyak qi, tetapi sebenarnya qi di dalam tubuhnya hampir habis.


Eight Directions Attack memang teknik untuk mengontrol energi, tetapi kemampuan Huozhan dalam teknik ini masih amatir, sehingga masih banyak kesalahan dalam kontrol dan mengakibatkan hilangnya qi.


"Sepertinya masih banyak rahasia yang belum aku dan saudaraku ketahui tentang kedua anak itu."


Yang Jian yang masih mengawasi Huozhan, saat ini di matanya yang gabungan antara warna emas dan perak bersinar dengan cahaya yang menyilaukan.


...


"Ha! Ha!..."


Masih mengayunkannya sabre di tangannya, WuChang mulai terlihat kelelahan. Ini bukan karena tubuhnya tetapi lebih ke terkurasnya pikiran.


Gerakan memotong WuChang memang terlihat sederhana, tetapi di setiap ayunan sabre dia mencurahkan konsentrasi dan fokus ke dalamnya.


Melirik ke tubuh WuChang yang berkeringat, Yin Jing hanya mengabaikan dan melanjutkan masakannya. Dia saat ini sedang memasak daging yang baru diburunya, hanya karena terluka bukan berarti dia tidak bisa berburu, jika hanya hewan herbivora itu sesuatu yang mudah.


Lalu bagaimana dengan memasak, masa seorang kultivator sekuat Yin Jing harus belajar memasak. Itu semua karena pelatihan Yin Jing di sektenya, beberapa sekte aliran sesat melakukan pelatihan keras dan khususnya sekte tempat Yin Jing tinggal.


Di sekte itu semua murid diperlakukan hampir sama, entah itu murid biasa sampai murid paling berbakat seperti Yin Jing. Hampir semua murid diperintahkan untuk pergi bertahan hidup sendiri, dan di situlah Yin Jing belajar cara bertahan hidup termasuk memasak.


"WuChang latihan hari ini cukup sampai disini, kemarilah dan ayo makan bersama."


Menyarungkan sabrenya WuChang berjalan ke tempat Yin Jing masak, "Paman Yin kenapa kita berhenti, sebelumnya paman bilang kita akan berlatih hingga senja."


"Oh... Aku baru saja berubah pikiran, aku melihat kamu telah mencapai apa yang aku inginkan dari pelatihan ini."


"Jadi aku memutuskan akan memberimu teknik pelatihan tubuh setelah ini, tentu setelah kita makan dan beristirahat."


Mengatakan itu Yin Jing langsung menyantap masakannya, dan diikuti WuChang yang lapar setelah berlatih seharian.


Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi mereka untuk menyelesaikan daging demonic beast itu.


WuChang yang telah mengisi energinya kembali, saat ini sedang dalam meditasi untuk mendapatkan fokusnya kembali.


"WuChang sebelumnya aku tidak ingin memberikan teknik ini padamu, tetapi setelah aku melihat Heaven's Gate pikiranku berubah."


Walaupun tidak ada jawaban dari WuChang, Yin Jing tetap melanjutkan, "Teknik ini bernama Nether Yin Baptism."


Nether Yin Baptism adalah teknik tubuh yang menggunakan energi Yin untuk memperkuat tubuh, alasan Yin Jing tidak mau melatih WuChang dengan teknik ini, karena melatih teknik ini sama saja menunjukkan bahwa dia adalah kultivator iblis.


Teknik ini memiliki beberapa set gerakan untuk setiap tingkat pelatihan tubuh. Ketika seorang berlatih gerakan tersebut, secara tidak sadar energi yin dari alam akan masuk kedalam tubuh.


Setiap energi yin masuk maka akan terjadi proses penempaan tubuh, beberapa orang akan merasakan sakit serta dingin yang membeku saat proses pelatihan sedang berlangsung.


"Aku akan mempraktekkan satu set gerakan pelatihan otot, lihat dan perhatikan, karena aku harap kamu menembus tingkat otot hari ini."


...


Membuka matanya Huozhan melihat seseorang berdiri di depannya.


"Paman Yang, kamu disini?"


"Tentu saja, melihat kamu menutup mata bagaimana aku tidak khawatir."


Ketika Huozhan selesai bertarung dengan enam demonic beast tingkat lima, dia hampir kehabisan qi dan juga mengalami kelelahan mental.


Yang Jian juga merasakan Huozhan akan membutuhkan cukup waktu untuk pulih, hingga dapat melanjutkan pertempuran lagi. Karena alasan itu Yang Jian datang dan membantu Huozhan agar lebih cepat pulih.


"Huozhan, kamu yakin bisa melanjutkannya."


"Tentu saja, aku akan terus maju sampai mendapatkan hadiah itu, hehe..."


"Jika begitu ingat kata-kata aku sebelumnya, keselamatan adalah yang terpenting."


Merasa tidak ada lagi kebutuhan bagi Yang Jian di sini, dia pergi ketempat semula. Selain menghawatirkan Huozhan sebenarnya dia juga penasaran dengan perkembangan anak itu.


Semakin lama anak itu bertarung semakin kuat dia menjadi, perkembangan ini terjadi bukan karena bakat Huozhan saja, tetapi ada faktor teknik di situ.


Penasaran dengan teknik misterius itu, Yang Jian akan memastikan apa fungsinya dengan melihat anak itu berlatih di lain waktu. Menyimpan pikirannya ke belakang, Yang Jian mulai fokus ke Huozhan kembali.


"Ergh..."


Melakukan peregangan tubuh, Huozhan merasa otot-ototnya telah relaks kembali. Memunculkan tongkat di tangannya, Huozhan mulai berjalan maju dengan santai.


"Apa yang sedang terjadi di sini?"


Setelah memulai perjalanannya lagi, dia belum menemukan satupun lawan. Biasanya akan ada beberapa demonic yang menghadang, tetapi yang ada hanya jalan kosong.


Tidak terlalu memikirkan keanehan itu, Huozhan terus berjalan menuju gua. Ketika jaraknya dengan gua semakin dekat, Huozhan mulai merasakan keanehan yang lain.


Huozhan merasa semakin dekat dia dengan gua, semakin sulit dia untuk bernapas. Bukan hanya itu, setelah dia mendekati gua, angin mulai berhembus kencang dan bahkan dapat menggores pakaiannya.


Dengan tekanan aneh bertambah kuat, dan hembusan angin yang kencang serta tajam, pergerakan Huozhan mulai melambat. Perlahan langkah kaki Huozhan mulai mencapai tujuannya.


Sekarang di depannya Huozhan melihat mulut gua yang sangat besar, bukan hanya besar mulut gua itu juga memberi tekanan pada tubuhnya. Merasa sesuatu akan terjadi, Huozhan memasang posisi siap bertarung.


"Wooosh..."


Tiba-tiba sesuatu yang cepat menuju ke arahnya, karena tidak tahu apa itu Huozhan memilih menghindar. Walaupun berhasil menghindari benda itu, Huozhan masih merasakan sakit di lengan kanannya.


Melirik ke lengan kanannya, dia melihat darah mengalir dari luka tersebut. Ini pertama kalinya dia terluka hingga berdarah.


Bahkan belum beberapa detik semenjak Huozhan menghindar, sesuatu yang cepat itu langsung menyerangnya lagi. Tanpa memberi Huozhan kesempatan bersiap, si cepat itu telah sampai di depan Huozhan.


Walau tanpa persiapan, Huozhan tidak terlihat panik. Dia sudah memastikan yang menyerangnya adalah makhluk hidup, karena itu dia tidak menghindar lagi.


Huozhan dengan cepat bertahan dengan tongkatnya, ketika keduanya bertemu bunyi dentingan besi terdengar.


Akibat dari benturan itu tubuhnya terjatuh ke belakang. Saat ini Huozhan dalam posisi punggung menempel di tanah, kedua tangannya masih menggenggam tongkat dengan kuat.


Mengarahkan kepalanya ke atas, Huozhan melihat seekor serigala yang sama dengan lawan sebelumnya, tetapi serigala di depannya ini memiliki tubuh yang lebih besar, memiliki warna bulu sedikit berbeda, dan yang penting hewan ini lebih kuat dari jenisnya.


Demonic beast tingkat enam itu melotot pada Huozhan di bawahnya, memamerkan deretan taring tajamnya, dia mulai menambah kekuatan untuk menekan Huozhan.


Dirasa kekuatannya belum cukup, serigala itu mulai mengalirkan qi berwarna cyan ke seluruh tubuhnya.


Aliran qi serigala itu berdampak berbeda dari yang lainnya, jika qi serigala lain hanya menambah kekuatan serta ketajaman cakar, maka qi dari serigala ini mulai membentuk hembusan angin tajam.


Ketika hembusan angin berbentuk pisau mulai beredar, tubuh Huozhan sekarang mulai dipenuhi luka-luka. Melihat kondisi manusia di bawahnya, demonic beast itu menyeringai dan mulai meningkatkan kekuatan anginnya sekali lagi.


Menilai tubuhnya akan jatuh pada kondisi yang berbahaya, Huozhan segera membuat keputusan agar dapat lepas dari posisinya saat ini.


Mengerahkan kekuatan penuhnya, Huozhan berusaha mendorong serigala yang berada di atasnya itu. Melihat manusia itu berjuang, serigala itu hanya terkekeh dan mulai menekannya lebih kuat lagi.


Sekarang seorang anak manusia dan seekor serigala tingkat enam terlibat kontes kekuatan. Di sisi manusia, dia sedang berusaha keluar dari keadaan tertekannya, sedangkan sang serigala yang nyaman di atas berkeinginan menghancurkan manusia di bawahnya.


Ketika Huozhan akan kalah dalam kontes kekuatan, dia segera melepas tangan kirinya dari genggaman tongkat. Serigala yang kaget dengan gerakan Huozhan, langsung tergelincir akibat momentumnya sendiri.


Melihat serigala tergelincir, Huozhan mulai berguling ke arah kanan dan meninggalkan tongkatnya. Rangkaian kejadian ini berlangsung sangat cepat.


Huozhan saat ini sudah dalam posisi berdiri, sekarang dia punya waktu untuk meminum obat untuk lukanya. Serigala yang telah bangun mulai menatap Huozhan dengan permusuhan.


Dari pertarungan cepat keduanya, ada satu orang yang melihat semuanya dengan jelas. Yang Jian saat ini sedang berpikir, apakah akan membantu Huozhan atau terus membiarkannya bertarung.


Jika dinilai dari benturan singkat keduanya, Yang Jian melihat Huozhan saat ini masih belum cocok dengan demonic beast tingkat 6. Tetapi mengingat semua yang telah dialami Huozhan, kekuatan serta kemampuannya akan terus berkembang seiring waktu.


Menurut Yang Jian, Huozhan adalah tipe orang yang akan semakin kuat dengan semakin banyaknya dia bertarung. Seolah-olah dia memang dilahirkan untuk bertarung, dan hidup dalam pertempuran.


Merasa tidak ada gunanya memikirkan hal itu, dia hanya bisa menunggu keputusan Huozhan sendiri. Dia rasa Huozhan bukanlah anak yang bodoh dan akan mengorbankan nyawanya sendiri.


"Hehehe... tuan serigala, aku mengakui kamu lebih kuat dari dugaanku tetapi itu sama saja."


"Grrr...!"


Merasa terhina oleh kalimat manusia di depannya, serigala itu menggeram dan mulai mengalirkan qi anginnya sekali lagi.


Walau tanpa magic weaponnya, Huozhan tetap tenang dan dia juga mulai mengalirkan qi ke seluruh tubuhnya, meski efek qinya tidak semenakjubkan lawannya.


Satu serigala dan satu manusia saling berhadapan, keduanya mulai mempersiapkan pertarungan yang akan berlangsung. Memiliki ketinggian kepala yang sama, tapi serigala masih lebih besar dari manusia di depannya.


Detik demi detik berlangsung dengan keheningan, inilah yang disebut ketenangan sebelum badai. Tanpa adanya aba-aba, keduanya mulai meluncur ke arah satu sama lain.


Dalam pertarungan jarak dekat itu, setiap serangan serangan sang serigala menciptakan pisau angin yang tajam, sedangkan dari pihak manusia tidak ada gerakan yang istimewa, melainkan hanya berupa pukulan dan tendangan sederhana.


Keduanya mulai saring serang dan saling melukai, Huozhan menderita banyak luka akibat angin tajam dari lawannya, dan untuk serigala dia merasa kesakitan dari dalam tubuhnya, karena setiap pukulan Huozhan memberi dampak cukup besar ke organ dalamnya.


Lelah setelah saling serang, keduanya mundur dan menjaga jarak. Sekarang tubuh Huozhan sudah benar-benar bersimbah darahnya sendiri, meski demonic beast tidak terluka di luar, tetapi terlihat darah menetes dari mulutnya.


"Hehe... Tuan serigala, bagaimana kalau kita berdamai saja."


"Kamu tahu, jika kita terus bertarung seperti ini, mungkin kita berdua tidak akan selamat."


Mendengar ajakan damai dari manusia, Serigala itu juga mulai mempertimbangkan keuntungan dan kerugian dari pertarungan ini.


Merasa dia tidak mendapatkan kerugian, ditambah manusia ini tidak membunuh satupun sari kawanannya. Sang serigala menilai ini adalah pilihan terbaik, tetapi karena dia merupakan alpha dari kawanannya, dia tidak bisa hanya berdamai lalu pergi.


Menatap mata lawannya, serigala itu berusaha berkomunikasi.


"Grrr..."


"Hmm... Apa yang kamu maksud?"


"Kamu pikir dengan menggeram seperti itu, aku akan takut hah!"


Mengabaikan manusia bodoh itu, dia mulai bersiap menyerang sembari melolong.


"Aaooo..."


Mendengar lolongan itu, Huozhan segera mengerti apa yang dimaksud. Mengedarkan qinya ke seluruh tubuh, dia mulai mengerahkan semua kekuatannya yang tersisa.


Sekarang keduanya benar-benar sedang mengompres kekuatan mereka untuk satu serangan terakhir.


"Haa...!"


"Aaoo...!"


Dimulai dengan teriakkan keduanya, mereka mulai melancarkan serangan terakhir dalam pertarungan ini.


...