Perjalanan Mencapai Surga

Perjalanan Mencapai Surga
Pertempuran


"Lebih tajam lagi!"


"Ketika kamu mengunakan sabre, hal yang paling tidak diizinkan adalah keraguan."


"Sabre itu cepat, tajam, serta tegas."


"Jika pedang disebut senjata para raja, maka sabre adalah senjata para jendral."


"Jika pedang melambangkan kehormatan, maka sabre melambangkan kekuatan."


Seorang pria dengan pakaian serba hitam, sedang melatih anak kecil yang memakai setelan berwarna abu-abu.


Anak kecil itu sedang berlatih menggunakan sabre, dia terlihat sangat fokus walau hanya mempraktekkan gerakan sederhana.


WuChang yang telah memulai jalan kultivasi dan sekarang mempelajari seni sabre. Dia sekarang akan memulai tahap body refinement di tingkat otot , pada tahap ini pelatihan fisik paling diutamakan.


Pelatihan otot adalah tingkat paling dasar serta paling mudah, karena seorang manusia biasa dapat melakukannya. Setelah melewati tingkat otot baru kemudian WuChang akan berlatih dengan berbagai cara.


Yin Jing merupakan kultivator sabre terbaik di dunia, dia terkenal dengan sebutan Invisible Blade. Sebutan ini dia dapat karena tidak ada kultivator pada tahap yang sama dapat melihat bilah sabrenya, selain beberapa orang seperti Yang Jian.


Seni sabre Yin Jing berfokus pada pembunuhan, sebab itu esensi dari sabrenya adalah kecepatan serta ketepatan.


Dalam pelatihan sabre pertama ini, Yin Jing hanya memerintahkan WuChang untuk mengayunkan sabrenya dari atas kebawah berulang-ulang.


Hal ini bertujuan agar WuChang memahami apa senjata yang dia pegang itu, bagaimana rasanya, beratnya, dan makna dari senjatanya.


"WuChang kamu hanya akan berlatih seperti ini terus sampai hari ini berakhir."


"Besok ketika Yang Jian yang akan melatihmu, dia mungkin akan melakukan hal yang sama sepertiku."


"Tentu saja dengan pedang."


WuChang yang sedang berlatih tetap tidak terganggu dengan apa yang dikatakan Yin Jing, dan terus melanjutkan latihannya dengan penuh fokus serta ketenangan.


Melihat ekspresi WuChang, Yin Jing hanya tersenyum dan mengingat bagaiman dia dan saudaranya dulu berlatih bersama.


...


Sementara WuChang dan Yin Jing berlatih, saat ini Huozhan dan Yang Jian sedang dalam perjalanan ke tempat yang tertulis di surat kakeknya.


Mereka berdua memulai perjalanan tadi pagi, dalam perjalanan Yang Jian tidak lupa untuk melatih Huozhan dalam kultivasinya.


Kemarin Huozhan telah berhasil menembus tahap qi gathering, dan tadi malam dia mengonsolidasikan kultivasinya.


"Huozhan, apa kita sudah dekat?"


"Hmm... tenang paman Yang, aku masih ingat tempat itu layaknya telapak tanganku sendiri."


"Lalu kenapa kamu terus menengok ke berbagai arah?"


"Hehehe... paman kamu pasti salah mengerti, aku terus menengok bukan karena lupa arah tetapi aku waspada...waspada paman."


Tersenyum mendengar alasan Huozhan, Yang Jian juga mulai memandang ke sekeliling. Di Qilin Peak jarang terlihat hewan karnivora bahkan sama sekali tidak ada, penghuni paling banyak di sini adalah hewan sejenis rusa.


"Oh Paman Yang! lihat di sana, itu adalah gua rahasia kakek."


Melihat ke arah yang Huozhan tunjukkan, Yang Jian merasakan energi berbeda dari energi yang dia rasakan di qilin peak.


Huozhan yang akan segera berlari langsung dihentikan oleh Yang Jian.


"Jadi begitu..."


"Apa yang begitu paman?"


Mengabaikan pertanyaan Huozhan, Yang Jian tetap memandang gua dia atas.


'Kenapa tidak ada hewan ataupun demon beast karnivora, itu karena mereka semua berkumpul dari sini hingga puncak.


Mungkin ini dilakukan oleh kakek itu agar kedua anak ini tidak terluka, kakek ini dia melakukan semuanya dengan sempurna.'


"Paman Yang... apa kita akan diam saja?"


Mendengar pertanyaan Huozhan, Yang Jian kembali dari lamunannya. Melirik ke segala arah, dia dapat memastikan bahwa demon beast di sini memiliki kekuatan qi gathering tingkat 1 hingga tingkat 7.


Yang Jian memikirkan solusi terbaik dari ini, jika dia memutuskan untuk maju maka dia bisa melewati dengan mudah. Namun dia berpikir hasil ini bukanlah yang diinginkan kakek Huozhan.


"Tentu kita akan melanjutkan, tetapi hanya kamu sendiri yang pergi."


Bingung dengan pernyataan Yang Jian, Huozhan hanya berdiri dan menggaruk kepalanya.


"Paman kenapa hanya aku sendirian yang pergi?"


"Karena, itu adalah yang kakek kamu mau."


"Huozhan dari tempat ini sampai gua mungkin banyak demon beast yang menghalangimu."


"Jadi kamu pergi sendiri, jika kamu merasa tidak bisa melanjutkan maka turun dan coba lagi, kita hanya akan pulang sampai kamu mendapatkan hadiah yang kakek kamu tinggalkan."


"Mengerti."


Huozhan yang biasanya bermain-main, saat ini menunjukkan keseriusan di wajahnya. Mendengar bahwa ini mungkin ujian dari kakeknya, Huozhan merasa ini saatnya menunjukkan hasil dari pelatihannya.


Merasakan semangat berjuang dari Huozhan, Yang Jian mulai mencari beberapa barang yang dapat membantu Huozhan.


...


"Istirahatlah sebentar, kita akan melanjutkan latihan setelah makan siang."


Menurunkan sabrenya, WuChang berjalan ke arah Yin Jing yang sudah menyiapkan makan siang.


"WuChang dengar, selesai pelatihan ini aku akan mengajarkan teknik kultivasi body refinement."


"Aku harap kamu dapat berada di tingkat pelatihan otot malam ini."


Kenapa Yin Jing mengajarkan WuChang teknik kultivasi body refinement yang lain, padahal WuChang sudah mendapatkan teknik tubuh Heaven's Gate kemarin.


Hal ini dikarenakan Heaven's Gate tidak bertujuan sebagai teknik kultivasi tubuh normal lainnya, tetapi lebih ke arah penyempurnaan teknik body refinement yang dilatih.


Ketika seseorang berlatih teknik tubuh normal dan berhasil menyelesaikan tahap tubuh, bisa dipastikan pelatihan itu tidak akan sempurna dan memiliki banyak ruang perbaikan.


Heaven's Gate berfungsi untuk memaksimalkan dan menyempurnakan kekurangan dari pelatihan itu, teknik ini mengandalkan 5 elemen dari spirit root yang dimiliki kultivator.


Memanfaatkan setiap elemen dari spirit root lima elemen, Heaven's Gate akan membuat anggota tubuh yang dilatih menjadi seperti elemen yang dipilih pada setiap tingkatnya.


Mengetahui makna sebenarnya dari teknik Heaven's Gate, maka Yin Jing memutuskan akan memberi teknik tubuh terbaik yang dia miliki.


Yin Jing yang merupakan kultivator terbaik aliran sesat pasti memiliki teknik tubuh terbaik pula, karena aliran sesat dikenal memiliki teknik tubuh lebih baik dari aliran ortodoks.


Berbeda dengan aliran ortodoks yang berfokus pada pelatihan qi dan menganggap pelatihan tubuh hanya sebatas pelengkap.


Aliran sesat sangat mementingkan pelatihan tubuh setara dengan pelatihan qi, ini dikarenakan para kultivator aliran sesat membutuhkan tubuh yang kuat, untuk berkultivasi dengan teknik kultivasi mereka yang terkenal ganas dan berbahaya.


Merasa sudah waktunya memulai pelatihan lagi, Yin Jing berdiri dan berkata.


"WuChang lanjutkan pelatihanmu."


"Huozhan aku tahu kamu terbiasa menggunakan tangan kosong dalam bertarung."


"Tetapi karena aku tidak memiliki magic weapon tipe sarung tangan, aku akan memberimu tongkat ini."


Mengeluarkan tongkat yang sepertinya terbuat dari logam kokoh, Yang Jian memberikannya kepada Huozhan. Bagaimana Yang Jian bisa memiliki tongkat pada dirinya itu karena alasan sentimental.


Dulu saat Yang Jian masih kecil, dia dan saudaranya berlatih dengan menggunakan tongkat kayu sebagai pengganti senjata. Dengan tongkat kayu itu mereka mulai memahami cara bertarung dengan senjata.


Setelah dia dan saudaranya menjadi dua kultivator terkuat di benua ini, Yang Jian selalu menyimpan tongkat panjang di dalam spatial ringnya.


Sebagai pendekar pedang, Yang Jian menyimpan senjata utamanya yaitu pedang, dan tongkat dari berbagai tingkat sebagai koleksi untuk mengenang masa kecilnya.


Menggenggam tongkat yang diberikan Yang Jian, Huozhan mulai menimbang dan mengayunkannya agar terbiasa dengan senjata terbarunya itu.


Tongkat ini sedikit lebih panjang dari biasanya, yaitu sekitar 2 meter. Senjata ini juga bukan tongkat biasa, melainkan magic weapon normal-profound tier.


Di Fertile Star Continent magic weapon memiliki berbagai tingkatan, yaitu mortal, profound, spirit, dan essence.


Lalu tingkatan ini dibagi tiga sesuai dengan kualitasnya, yaitu normal, high, dan super, namun ada beberapa tingkatan lainnya seperti low untuk produk setengah jadi dan supreme yang masih di perdebatkan keberadaannya.


Selain memberikan senjata ke Huozhan, Yang Jian juga membagikan beberapa benda yang berguna ketika qi Huozhan habis dan saat dia terluka.


Memastikan semua persiapan telah selesai, Yang Jian menyuruh Huozhan agar segera berangkat.


"Baiklah semua persiapan sudah lumayan lengkap, kamu bisa memulainya sekarang."


"Ingat satu hal Huozhan, keselamatan adalah yang terpenting, mengerti."


Mengangguk mengerti Huozhan segera melangkah maju. Walaupun dia mempersiapkan banyak barang terlihat Huozhan tidak memegang apapun ditangannya bahkan tongkat panjangnya, karena semua barang itu tersimpan aman di cincin kecil yang terpakai di jari Huozhan.


Jarak menuju gua di atas itu cukup jauh dan juga menanjak, jalannya terbuka dengan dikelilingi pepohonan dan lebarnya dapat memuat sekitar sepuluh orang sekaligus.


Baru beberapa langkah sudah ada satu yang akan menjadi lawan pertama Huozhan, melihat penantangnya hanya tingkat 1 qi gathering Huozhan tidak mengeluarkan senjata barunya.


"Serigala kecil tolong minggir dan biarkan aku lewat."


"Grrr..."


"Apa kamu marah, baik aku akan memberimu pelajaran karena tidak mendengarkan aku."


"Tapi kamu bisa tenang, karena aku tidak akan membunuhmu sebab aku tidak memakan daging serigala."


Serigala yang tersinggung dari kalimat Huozhan, langsung loncat menerkam anak berusia 10 tahun tersebut.


Huozhan hanya mengangkat satu tangannya ketika serigala itu melompat ke arahnya, melihat Huozhan meremehkannya serigala itu akan tersenyum sebelum sesuatu mencekik lehernya.


Huozhan mencengkeram leher demonic beast itu layaknya memegang ayam mati, merasa serigala di tangannya telah kehilangan kesadaran Huozhan langsung membuangnya tanpa membunuhnya.


Huozhan bilang dia tidak akan membunuhnya, tentu alasannya karena dia belum pernah memakan daging serigala dan dia belum mau mencobanya.


Melanjutkan langkahnya Huozhan telah bertemu banyak demonic beast dari tingkat 1 qi gathering hingga tingkat 4, sebelumnya dia sudah bisa membunuh demonic beast tingkat 4 saat masih di tahap Huotian.


Beberapa kali Huozhan terluka akibat serangan serigala, karena mereka sekarang tidak hanya muncul satu persatu melainkan mulai datang dengan kelompok.


Untungnya dia memiliki tubuh yang cukup kuat, sehingga luka-lukanya tidak cukup dalam dan dia juga memastikan agar lukanya tidak berada di daerah vital.


Pada saat ini demonic beast yang menghalanginya berada di tingkat 5, sekarang dia yakin demonic beast yang menjaga gua itu semuanya berjenis serigala.


Menghadapi demonic beast tingkat 5 Huozhan tidak takut, Huozhan yakin dengan qi gathering tingkat satunya, dia dapat mengalahkan lawannya itu.


Masih tanpa magic weaponnya, Huozhanlah yang memulai serangan. Dengan kepala lebih tinggi, Huozhan bergerak dengan cepat dan meluncurkan serangan tinju ke kepala serigala tersebut.


Melihat pukulan penuh Huozhan, serigala itu dengan licik menghindar kebawah dan membidik kaki anak itu. Melihat lawannya mengincar kakinya, Huozhan membiarkan serigala itu menerkam kakinya.


Ketika kakinya akan digigit, Huozhan langsung memeluk punggung serigala itu. Mencengkeramnya dengan kuat, Huozhan mengangkatnya ke atas dan langsung melempar binatang buas tersebut kebelakang.


Tidak menunggu serigala itu untuk bangkit, Huozhan langsung bergegas ke arah jatuh serigala itu dan mengayunkan kakinya dari atas ke bawah pada kepala hewan itu.


Menahan kakinya tetap di atas kepala serigala, Huozhan menambah tekanan pada kakinya hingga terdengar suara rengekan sedih dari bawah.


Menarik kakinya Huozhan lalu menendang serigala itu hingga membentur pohon. Menabrak pohon dengan keras serigala itu berdiri dengan linglung, merasa ketakutan demonic beast itu langsung berbalik dan berlari kabur dengan goyah.


Di kejauhan seorang mengawasi Huozhan dengan tenang, terlihat di wajahnya dia cukup takjub dengan pertarungan Huozhan.


Orang awam mungkin akan menilai pertarungan Huozhan itu membosankan, karena tidak ada serangan indah serta kejam hingga darah berceceran.


Tetapi bagi seorang ahli, teknik pertempuran anak itu penuh dengan perhitungan. Ketika menghadapi demonic beast tingkat satu hingga tiga, dia hanya menggunakan energi sesedikit mungkin.


Baru ketika dia menghadapi lawan tingkat empat, Huozhan mulai menggunakan energi yang lebih besar.


Kehebatan Huozhan bukan hanya penggunaan energi, tetapi juga di tekniknya. Dia bertarung dengan sangat efisien, karena dia tidak berusaha membunuh lawannya maka tidak perlu menggunakan serangan mewah.


Teknik yang dia gunakan hanya berupa pukulan, tendangan, cekikan, serta bantingan. Semua teknik ini digunakannya dengan tujuan memberi tekanan pada tubuh lawan, hingga akhirnya lawan kehilangan kendali tubuhnya atau mungkin kehilangan kesadaran.


Pada saat melawan demonic beast tingkat empat, Huozhan melakukan sesuatu yang belum pernah dia lakukan dalam pertarungan sebelumnya, yaitu tipuan.


Serangan pertamanya yang berupa tinju hanyalah sebuah tipuan, tujuan dari tinju itu adalah membuat lawannya lengah, sehingga dia dapat memenangkan pertarungan yang seharusnya sulit itu dengan mudah.


Tapi yang paling membuat kagum Yang Jian adalah Huozhan sendiri, kemampuan anak itu selalu meningkat seiring waktu berjalan, seolah-olah dia akan bertambah lebih kuat dalam setiap pertemuannya.


"Aku baru sadar, Huozhan ini tidak memiliki teknik beladiri apapun."


"Jangankan menghabiskan qinya, dia bahkan belum pernah menyalurkan qi ke tubuhnya sama sekali."


Memandang ke sosok Huozhan yang memiliki tubuh besar dibandingkan seumurannya, anak yang ceria ini pasti akan menjadi kultivator dengan tubuh terkuat.


Dia mungkin bisa mengalahkan lawan pada tingkat yang sama dengannya, hanya dengan menggunakan kekuatan tubuhnya. Pada dia menggunakan qinya, maka mengalahkan kultivator dengan tingkat kultivasi lebih tinggi tidaklah mustahil.


Memikirkan tubuh istimewa kedua anak itu, Yang Jian semakin penasaran. Dia telah tenang karena WuChang sudah memiliki manual kultivasi yang cocok dengan tubuhnya.


Sekarang tinggal Huozhan yang belum mendapatkan manual kultivasinya. Anak itu telah berlatih sampai puncak tahap body refinement dengan teknik kultivasi yang dia sendiri tidak tahu.


Selama ini dia hanya berlatih sesuai dengan apa yang diajarkan kakeknya, Yang Jian telah melihat teknik itu tetapi tidak dapat menemukan keistimewaan dari teknik tersebut.


Jika ada yang istimewa dari teknik tubuh Huozhan, maka itu adalah tekniknya yang sangat mendasar bahkan dibandingkan teknik lainnya.


Yang Jian dan saudaranya pun curiga, bahwa teknik itu merupakan teknik kuno dari zaman dahulu. Walaupun tidak bisa memastikannya, Yang Jian yakin bahwa teknik itu hanya dibuat khusus untuk tubuh istimewa Huozhan.


Jadi, selain Huozhan tidak ada yang akan bisa berlatih dengan teknik itu, bahkan saudaranya sendiri yaitu WuChang.


Yang Jian berharap hadiah itu akan membantu mereka, karena dia yakin kakek itu pasti tidak akan membiarkan bakat cucunya disia-siakan.


Meninggalkan pikirannya, Yang Jian kembali fokus ke Huozhan. Saat ini Huozhan sedang beristirahat setelah melawan tiga serigala tingkat 5.


Huozhan yang berhasil mengalahkan tiga demonic beast tingkat lima sekaligus, sedang merawat luka yang dideritanya dan luka ini cukup serius dibanding luka sebelumnya.


Merasa akan sulit melanjutkan dengan tangan kosong, Huozhan mengeluarkan senjata barunya.


Tongkat normal-profound tier itu sekarang terasa nyaman di tangan Huozhan, sebelum mulai menanjak Huozhan telah berlatih dengan mengayunkan-ayunkan tongkat itu.


Mulai mengayunkan tongkatnya lagi, kini Huozhan siap pada penantang selanjutnya.


...