Pak Dosen I Love You

Pak Dosen I Love You
episode 6


Yuri keluar dengan muka masam , dia tak habis pikir kenapa orang itu bisa menjadi dosen ?.


Pikiran nya tiba tiba di penuhi oleh alsan ada apa dengan dosen killer itu.


Hani menyambut yuri dengan sejuta pertanyaan yang akan di tanyakan seputar apa yang terjadi antara mereka berdua di ruangan itu.


"ri , kenapa pa bisma manggil kamu ke ruangan nya ?".


"Tau tuh dosen aneh...aku di suruh ke ruangan nya cuman mau ngasih kartu pengenal siswa aja" Ucap yuri emosi.


"Hah gitu doang ? tapi ko lama banget ?" Hani heran.


"Jangan kan kamu , aku aja heran cuman buat ngasih ginian doang aku udah kaya di interogasi kaya penjahat tau ga !" Yuri emosi.


"Emang di interogasi apaan ?" Kembali hani bertanya.


"Udah ah jangan bahas dosen itu lagi , kesel aku buang buang waktu aja" Yuri bicara sambil berjalan dan sedikit menghentakkan kaki nya.


"Yasudah kita ke kosan aku aja yuk ? Seni , Intan , Sela udah nungguin kita dari tadi" Ajak hani.


"Oke... sebelum ke kosan kita beli dulu minuman ya , panas nih kepala gara gara nahan emosi dari tadi" Ajakan yuri di balas anggukan oleh hani.


Yuri dan hani mulai membeli makanan dan minuman untuk di bawa pulang ke kosan hani , hal ini sudah biasa di lakukan oleh mereka jika waktu istirahat atau di saat jadwal kuliah senggang , mereka membawa makanan banyak karena Seni dan Sela sangat doyan makan , apalagi sela yang bisa menghabiskan 2 porsi bakso sekaligus.


"Eh coba tanya sama sela dia mau pesan apa lagi ? mumpung kita masih disini" Tanya yuri


"Bentar aku telpon dulu ya !!" Sambung hani.


"Halo sel... sebelum kita ke kosan kamu mau pesan apa lagi ?".


"Aku mau makan nasi padang , boleh nitip ga ? ".


"Oh yasudah... nasi padang mau pake apa aja ?".


"Biasa lah han , rendang ama sambel nya yang buanyaak ya !".


"Oke" Hani menutup telpon nya.


"Han dia mau beli nasi padang ?" Tanya yuri.


"Iya ri , ayo kita beli sekarang" Ajak hani.


Saat yuri dan hani berjalan menuju toko nasi padang , seperti biasa mereka ngobrol sambil ketawa ketiwi dan kebiasaan jelek nya yuri , saat sedang ngobrol sambil berjalan mau dengan siapa pun itu , dia tidak pernah memperhatikan pandangan nya ke depan , padahal sering sekali teman teman nya mengingatkan namun selalu tidak di gubris nya. Sampai kejadian menabrak seseorang pun seperti sudah menjadi kebiasaan.


BRUUK


ADUH !


Yuri dan hani mulai menatap ke arah depan , dan betapa terkejut nya mereka berdua saat melihat orang yang di tabrak nya.


ASTAGA !!!!


Yuri dan hana syok karena selain menabrak nya , yuri juga tak sengaja menjatuhkan minuman ke baju nya yang tak lain adalah dosen wali mereka Pak Dimas Putra Santoso.


"Ya alloh pak saya minta maaf " Yuri sambil mencoba mengeluarkan tisu dari tas nya.


"...." Hani cuman bisa melongo tanpa mengucapakan sepatah kata pun sambil menutup mulut nya.


"... " Dimas tak kalah melongo nya karena syok ada minuman dingin yang jatuh ke kemeja nya.


"Pak aduh...gimana ini ?" Yuri gugup dan mencoba membersihkan kotoran di kemeja dimas.


"Nabrak orang sedang jalan udah jadi pekerjaan sambilan mu ya ?" Bisma mulai sadar dari lamunan nya , dan tak sengaja memegang tangan yuri yang mencoba untuk membersihkan kemeja dimas.


Pemandangan yang baru saja terjadi membuat yuri terkesima dan tanpa sadar memandang wajah bisma dalam jarak yang lumayan dekat , adegan ini membuat siapa saja yang melihat nya iri , pasalnya kapan lagi kan bisa menatap dosen tampan dari dekat terus dosen itu memegang tangan kita .Hani pun di buat melongo liat pemandangan yang ekstra di depan nya.


"Ma... maaf saya tidak sengaja" Bisma langsung melepaskan tangan yuri , dan langsung berjalan mundur menjauhi yuri.


Yuri tak kalah kaget " harusnya saya pak yang minta maaf karena teledor menjatuhkan minuman ke baju bapak"


"Saya tidak apa apa , saya bisa bersihkan sendiri" Bisma mulai kikuk namun berusaha tetap menjaga image dingin nya.


"Kalo gitu ini tisu nya saya kasih ke bapa aja " Yuri menawarkan tisu ke bisma.


"Tidak usah , saya akan ganti baju jadi tidak perlu tisu" Tambah bisma kembali ketus.


"Tapi pak..." Sambut yuri


"Cengengesan ?" Yuri sedikit melotot.


Hani yang tau yuri akan mulai meluapkan api kemarahan nya pun langsung menyela.


"Iya pak sekali lagi kami minta maaf , kami juga janji ga bakalan mengulang kejadian kaya barusan pak" Hani mulai memegang tangan yuri dan mengajak nya untuk pergi.


"Ck... dasar gadis ceroboh" Bisma kesal dan segera berjalan ke arah toilet untuk membersihkan diri.


"Duh han kenapa langsung pergi sih , urusan aku sama dosen killer itu belum beres" Yuri terus mengoceh.


"Yuri kamu harus sadar , dia itu sekarang dosen kita kamu jangan macam macam sama dia" Hani mengingatkan.


"Tapi dia itu menyebalkan sekali hani , tadi kamu dengar sendiri kan di bilang aku cengengesan tau" Yuri mulai meluapkan emosinya.


"Udah kita ke kosan aku sekarang !" Hani menggandeng tangan yuri.


Setibanya di kosan dia melihat teman teman yang lainnya sedang asik dengan ponsel nya masing masing , tanpa melihat wajah yuri yang sudah memerah.


"Kenapa lo ri ?" Tanya Intan heran.


"Pake nanya lagi , gw lagi kesel" Jawab yuri emosi.


"Abis di tolak cowo ya lo ? hehe" Ceplos sela.


Yuri melotot " Idih enak aja , ga ada ya di kamus gw di tolak cowo , yang ada mereka di tolak sama gw"


AHAHAHAHAHAHA


Mereka semua tertawa tak terkecuali hani.


"Idih seneng yaa lo pada ngetawain gw ?! , awas aja lo semua" Yuri masuk dan mulai menimpuk mereka satu persatu menggunakan bantal yang tergeletak di kasur milik hani.


"Aaahh yuriiii jangaaaannn , itu bantal kesayangan aku !"


Hani mencoba melerai.


Perang bantal terus berlangsung hingga beberapa menit sampai akhir nya berhenti karena ponsel yuri berbunyi.


Bzzt Bzzt Bzzt...


Mahendra Calling...


"Duh laki gw nelpon" Yuri langsung mengangkat ponsel nya.


Seni dan sela kompak bicara "Kapan lo kawin nya ri ?".


"Ssstt... udah diem kalian berdua" Hani memberikan isyarat untuk mereka berdua diam.


"Halo ynk ?"


"Halo... kamu udah keluar belum ? aku udah di depan kampus kamu say".


"Oh...iya tunggu ynk aku ke sana sekarang" Yuri menutup ponsel nya.


Setelah beres beres yuri langsung keluar dan memakai sepatu " bebep ku aku duluan yah , calon aku udah jemput nih".


"Yasudah hati hati ya" Sahut mereka.


Yuri berlari sambil tersenyum bahagia karena sudah tidak sabar untuk bertemu pujaan hati nya, dari kejauhan yuri melihat sosok yang sangat di rindukan nya sedang bersandar di mobil pribadinya , yuri langsung menambah kecepatannya berlari nya dan langsung memegang tangan kekasihnya .


"Sayang...udah dari tadi nunggu nya ?" Yuri tersenyum sumringah.


"Ya alloh ngagetin aja sayang , aku kirain siapa" Mahendra menyambut senyum yuri dan langsung mengusap kepala nya dengan manja.


"Emang kamu pikir siapa nih ?" Mulut yuri mengerucut.


"Bukan siapa siapa sayang , aku kan cuman punya kamu" sambil mencubit pipi yuri.


"Yasudah kita pulang sekarang yuk ?" Ajak yuri.


"Siap sayang" Mahendra mengangguk dan mulai membukakan pintu mobil untuk yuri.


\=> jangan lupa untuk like dan vote novel ini ya🥰🥰👋