
Keesokan hari di kampus Yuri terlihat baru sampai di kelasnya dengan berondongan pertanyaan yang di lontarkan oleh Intan dan Hani.
"Yuri lo kemana aja... Gw kangen tau" Ucap Intan sambil memeluk Yuri.
"Yuri kamu gapapa ? katanya sakit , kamu sakit apa ?!" Sambung Hani sambil memegang kepala Yuri.
"Iya kamu sakit apa Yuri ?" Lanjut Intan.
Yuri menggelengkan kepala nya "Duh kalian apa-apaan sih ? kalo ngomong satu napa ?!" Jelas Intan sambil membenarkan rambutnya.
Hani dan Intan menghentikan gerakannya dan mulai duduk memperhatikan Intan sambil menunggu penjelasan darinya dengan muka penasaran mereka.
"Duh please deh itu muka biasa aja kali" Ujar Intan.
"Ya habisnya kita penasaran banget Yuri , soalnya...." Intan menghentikan ucapannya sambil celingak celinguk ke kanan dan ke kiri.
"Soalnya apa ?" Yuri penasaran.
"Soalnya saat lo izin dua hari kemarin , Pak Bisma juga hadir" Intan bicara dengan serius sambil menatap Yuri.
Yuri terdiam dengan kaki sedikit bergetar lalu memalingkan pandangannya ke sembarang tempat.
"Me...Memangnya kenapa dia tidak hadir ?" Yuri sedikit gugup.
"Dia sakit katanya" Sambung Hani.
"Oh begitu" Ucap Yuri singkat.
Melihat ekspresi Yuri Hani dan Intan hanya saling memandang sambil memperhatikan Yuri yang terlihat gelisah.
"Lo kenapa Ri ?" Intan bertanya sedikit menyelidik.
"Hah..Gw gapapa kok kenapa emang ?" Yuri sedikit melebarkan matanya melihat Intan.
"Yakin lo gapapa ?" Intan masih penasaran.
Melihat Yuri yang terlihat sudah tak nyaman Hani langsung berinisiatif mengalihkan pembicaraan sambil menyenggol lengan Intan.
"Udah ah ngapain juga ngebahas tentang pak Bisma sih , sekarang lebih baik kita fokus belajar saja" Hani berkata sambil sesekali melihat Yuri.
"Ah gak asik banget sih lo Han , ini masalah Pak Bisma loh" Intan merengek.
"Ah dasarnya kamu suka gosip apa-apa yang berkaitan dengan Pak Bisma selalu saja jadi yang terdepan , giliran pelajaran aja bermalas-malasan" Tegas Hani yang membuat Yuri sedikit tertawa.
"Hehe..Pantengin gosip sama pelajaran kan beda Han" Ucap Intan sambil ketawa girang.
"Eh terus kamu ke kampus mau ngapain kalo bukan belajar?" Sambung Hani.
"Ngecengin cowok ganteng" Jawab Intan sambil cengengesan.
Hani dan Yuri hanya saling pandang dan menggelengkan kepalanya karena tak habis pikir dengan jawaban yang terlontar dari mulut Intan.
Beberapa menit kemudian saat mereka tengah asik berbincang-bincang sosok Bisma pun datang dengan setelan kemeja dan celana kain serba hitam serta rambut yang masih terlihat sedikit basah , membuat ketampanan Bisma semakin terlihat sempurna.
Semua orang terpana melihat kesempurnaan yang terpancar dari Bisma, termasuk Yuri yang sedari tadi terpana akan paras Bisma yang tampan bahkan seperti tak ada celah untuk hanya sebatas mencibir sosok yang satu ini.
"Anjir...Dua hari gak ketemu kenapa Pak Bisma bisa terlihat setampan itu ya ?" Bisik Intan yang sedari tadi melongo melihat Bisma.
"Ah lebay banget sih kamu" Ujar Hani.
"Han...Lo cewe normal kan ? masa gak demen liat pemandangan indah yang ada di depan kita ?!" Intan melirik sinis ke arah Hani.
"Halo...Aku cewek normal ya say, bahkan saking normalnya otak aku masih bisa di pakai mikir walaupun di depanku terlihat ada cowok ganteng kaya Pak Bisma" Ucap Hani sedikit menggoda Intan.
Yuri mengulum senyum mendengar perkataan Hani yang memang ada benarnya "Mampus loh kena skakmat sama si Hani".
"Ah ampun dah , kenapa gw kalah melulu ya sama anak satu ini ?!" Intan memegang kepalanya kesal.
.
.
Memang semua mahasiswa yang ada di jurusan Akuntansi khususnya kelas A yang tak lain ada Yuri di dalam daftarnya berada, sudah mengetahui watak Bisma yang sedikit keras dan sangat selektif dalam memberikan penilaian.
Namun tidak hari ini , entah kenapa Yuri tidak merasakan ketegangan yang biasanya dia rasakan saat mengikuti pelajaran Bisma , perasaan nyaman mendadak menghinggapi Yuri dan tanpa disadarinya di sela-sela pembelajaran masih berlangsung Bisma pun terkadang memperhatikan Yuri.
Tiga jam berlalu akhirnya pembelajaran pun selesai , sebelum menutup perkuliahan seperti biasa Bisma memberikan tugas yang akan di kumpulkan pada saat hari pertama ujian , setelah menjelaskan secara terperinci tanpa berlama-lama Bisma langsung pergi keluar meninggalkan kelas.
"Ah...Kenapa Pak Bisma kasih tugas di waktu yang berdekatan dengan waktu ujian sih , gak asik banget dah" Intan menyandarkan dirinya di kursi.
"Dia itu Dosen kita apapun yang dia putuskan mau tidak mau kita harus mengikutinya kan?" Seru Yuri sambil memasukan buku ke dalam tas miliknya.
"Tapi kan seharusnya Pak Bisma tau , waktu ujian kita tuh bentar lagi bukannya ngasih waktu buat belajar malah di tambah lagi sama tugas, bikin pusing saja" Intan memasukan buku ke dalam tas nya dengan perasaan kesal.
"Emang kalau gak di kasih tugas kamu bakalan belajar ?" Sambung Hani.
"Haha... Gak tau juga sih , tapi kan minimal beban pikiran kita jadi sedikit berkurang" Intan menghela nafas.
"Bisa mikir juga lo ternyata nyil ?!" Sindir Yuri sambil mengusap kepala Intan.
Intan mengerucutkan bibirnya "Ya bisa dong Ri , gw kan punya Brain".
Yuri dan Hani ketawa melihat tingkah Intan yang selalu bicara asal ceplos dengan tingkahnya yang lucu.
"Ah so inggris banget lo" Yuri mencubit pipi Intan dengan gemas.
"Ah lo demen banget sih cubit pipi gw ?" Intan berjalan dari belakang mengikuti Yuri dan Hani yang hendak berjalan keluar kelas.
"Hehe habisnya gw gemes banget sama lo Tan" Jelas Yuri singkat.
Hani menggelengkan kepalanya "Udah ayo kita ke perpus sekarang".
"Hah ngapain Han ?" Intan terkejut dengan ajakan Hani.
"Ya belajar lah , kita kan harus cari bahan buat ngerjain tugas dari Pak Bisma" Kata Hani sambil berjalan.
"Ah kenapa banyak sekali kata belajar yang keluar dari mulutnya hari ini ya ?" Bisik Intan.
"Udah ikutin aja , kaya gak tau aja Hani gimana" Balas Yuri.
Intan mengusap kepalanya lembut "Sabar ya kepalaku, karena bentar lagi ujian kita jadi harus bekerja lebih keras".
" Cup cup...Kamu tenang-tenang Di sana ya Brain". Yuri menepuk-nepuk kepala Intan pelan.
***
Saat Yuri dan teman-temannya tiba di perpustakaan , kondisi perpustakaan saat itu terlihat sangat sepi dan hanya mereka bertiga yang terlihat berada di sana ,mereka akhirnya memutuskan untuk berpencar mencari materi yang dapat membantu mereka menyelesaikan tugas yang telah di berikan oleh Bisma.
Namun saat Yuri tengah asik mencari dan memilih buku , tiba-tiba dari arah belakang Yuri seperti mendengar langkah kaki yang lama kelamaan semakin mendekat , karena perasaan Yuri menjadi semakin tidak enak , Yuri dengan perlahan mengeluarkan ponselnya lalu mutuskan untuk segera pergi dari perpustakaan.
Tetapi ketika Yuri hendak melangkahkan kakinya untuk keluar , mendadak seseorang dari arah belakang menarik tangan Yuri dan langsung membekap mulutnya hingga Yuri kesulitan untuk berteriak dan meminta Tolong.
.
.
.
\=\=\=> Hai teman teman... Jangan lupa untuk klik favorit , like , vote , dan komen di karya aku ya , biar karya ku bisa menjadi no 1 hehe🥰👋.
Terimakasih juga untuk semua teman teman pembaca yang sudah setia membaca karya ku dan memberikan supportnya🙏🙏 , dukungan kalian akan sangat berarti untuk perkembangan karya ku, jangan bosan untuk menunggu kelanjutan kisah Yuri ya☺☺see you🤗.