
setelah mereka datang ke tempat makan , restoran fuka untuk mengisi perut mereka, saat mereka keluar dari academy sihir hollyland.mereka menyempatkan diri mereka untuk makan di tempat yang di rekomendasikan oleh Jackson, yang berada di tengah kota hollyland.
di sebuah restoran saat makanan di sajikan oleh para maid restoran fuka.juga pemilik restoran fuka yang bernama nona fuka.
"tuan Yakuza,kenapa anda melamun, makanan nya sudah datang tinggal kita santap bersama-sama."tersenyum pada tuan yakuza.
lalu yakuza melihat nona fuka yang tersenyum.
"kenapa kamu duduk di sini,"
"apa tidak boleh saya di sini"terlihat kecewa.
"ah...boleh, silahkan makan di sini ...."
dalam hati Yakuza.
"kenapa setiap kali pergi, ketemu pasti ada wanita cantik,tapi tidak apa-apa lah... kalau begitu mari kita makan..."melirik nona fuka dan langsung memakan-makanan yang di sajikan.
lalu di sisi lain, Jackson makan dengan lahap,dan Will serta jeny.hanya melihat yakuza yang sedang duduk bersama sambil makan , kemudian mereka melihat nona fuka ingin menyuapi yakuza yang sedang makan.sambik berbicara berbisik-bisik di tempat makan.
"Will , seperti nya kita salah tempat!"menatap ke arah Yakuza dan nona fuka,sambil makan pasta.
"ah..., seperti yang di harapkan,kita tidak bisa bersaing secara sehat dengan yakuza, mereka bener-bener romantis."
tatapan mereka menjadi halusinasi dan tidak seperti yang di harapkan oleh mereka berdua.
lalu di sisi nona fuka yang sedang makan di sisi Yakuza, ingin menyuapi yakuza saat sedang makan,dan mencoba berinisiatif untuk menyuapi nya.
dalam hati nya nona fuka.
"aku ingin sekali menyuapi nya ,baiklah aku akan coba menyuapi daging sapi ini..."
lalu nona fuka mengambil Garpu Kecil,memotong daging dengan pisau,serta menyuapi yakuza dan menawari nya makanan nya.
"tuan,cobain daging sapi ini,ini steak yang enak di restoran fuka ini,boleh kah aku menyuapi tuan..."
dalam hati Yakuza saat di tawari makanan oleh nona fuka.
"kalau menolak aku takut jadi masalah,tapi sudahlah yang penting jangan seperti mereka bertiga."tersenyum.
"baiklah satu kali saja,..."lalu Yakuza memakan-makanan yang di tawarkan oleh nona fuka.
"a...a...,enak gak.."sambil tersenyum.
"Iyah ini enak sekali..."sambil mengunyah makanan dan berbicara.
beberapa menit kemudian waktu sudah berlalu dan mereka semua sudah menyelesaikan makanan nya,dan mereka berempat sudah mulai pergi untuk kembali ke asrama.
"akhirnya selesai juga,"Jeny terlihat kesal.
"ahh... bener-bener pemandangan yang mengenakan."Will terlihat murung.
lalu sisi lain Jackson terlihat Kenyang saat makan di restoran fuka.
"wah... kenyang juga, kalau begitu mari kita pulang,aku ingin tidur siang..."
"Ternyata kamu makan nya banyak Jackson"Yakuza terlihat kagum saat Jackson makan.
lalu yakuza meminta izin untuk pergi dan Yakuza membayar dengan harga 10gold pada nona fuka,saat hendak menerima Koin yang di berikan oleh Yakuza,nona fuka pertama menolak koin yang di berikan yakuza,lalu Yakuza memberikan nya Koin nya dengan tulus dan memohon...
"nona seperti nya,kita semua akan segera pergi dari sini,dan ini 10 koin emas."tersenyum pada nona fuka.
"tak usah,ini sebagai tanda terima kasih karena mau menemani ku makan di sini "menolak dengan lembut.
"kalau kamu gak mau ,saya tidak akan makan disini lagi..."menatap dengan tajam ke arah nona fuka.
kemudian nona fuka menerima nya.
"kalau terima kasih..."tersenyum dan berlinang air mata bahagia.
lalu drama itu di lihat oleh Will dan Jeny.dengan raut muka melongo terkesima oleh Yakuza dan nona fuka.serta hanya Jackson terlihat santai karena kekenyangan makan banyak di restoran fuka.
"baiklah sampai jumpa lagi"yakuza tersenyum pada nona fuka.
lalu nona fuka melambaikan tangan nya ke arah Yakuza saat pergi dari restoran nya.
"sampai jumpa lagi,jangan lupa makan lagi kesini"berteriak nona fuka pada Yakuza.juga di temani dua maid nya.
kemudian mereka semua meninggalkan restoran fuka dan kembali ke asrama putra academy untuk melakukan hal-hal yang lain nya.
"seperti nya Yakuza, nona fuka menyukai kamu..."
"kelihatan dari perhatian nya,dan juga mau duduk di sebelah kamu , bahkan menyuapi,aku juga ingin sekali di suapi sama nona fuka..."Will sedikit menghayal.
"kamu jangan halu Will,nona fuka sudah ada yang punya."
"aku juga tidak tahu apa-apa tentang wanita , sudah lah kita bahas nanti itu..."
dalam hati Yakuza...
"apa aku bisa mencintai seseorang di dunia ini...,kenapa aku bisa ada disini...,ini menyebal kan"
"cekrek..."suara korek api menyala.
"fiuh...wosh...."asap rokok yang keluar.
"lebih baik kita merokok...sambil jalan"
"aku lupa..., ternyata aku juga punya roko "Jeny tersenyum dan mulai mengambil rokok di dalam saku nya , kemudian menyalakan serta menghisap nya.
"aku juga mau...,"lalu Will juga ikut menghisap rokok.
lalu di sisi lain Jackson terlihat bahagia, karena sudah makan banyak dia tetap diam meski teman-teman nya mengobrol di sepanjang jalan sampai menuju asrama putra.
lalu beberapa menit kemudian mereka sampai di depan pintu gerbang masuk asrama academy.
"seperti nya aku akan pergi tidur"Jackson terlihat mengantuk...
saat mau berbicara, Jackson langsung pergi ke kamar nya.
"kelihatan nya dia lelah..."yakuza melihat Jackson pergi.
"dia memang seperti itu, kalau sudah makan pasti langsung tiduran...,fiuh..."Jeny menghela nafas.
"Jeny , Yakuza aku akan pergi ke kamar ku juga ini cocok untuk baca buku..., kalau begitu aku pergi ke kamar ku..."
"Will kamu juga pergi sih..."
"nanti sore kita kumpul lagi..."melambaikan tangan nya,sambil membelakangi yakuza dan Jeny.
"biarkan saja aku akan pergi berlatih..."
"kamu juga yakuza,... baiklah aku juga sih mau berlatih...tapi seperti nya aku ada urusan...., sampai jumpa lagi sore nanti...."berlari kencang dan masuk ke kamar nya ..
dalam hati Yakuza.
"ada apa mereka sih...,hari gini merek berbeda, yang satu tidur,baca buku dan terakhir gak jelas..., membingungkan."
lalu yakuza pergi ke kamar nya dan melihat apa nona Elisa, misa dan Rin sudah pergi...ke asrama putri...
disebuah lorong kamar academy sihir hollyland.
"tap...tap...tap..."suara langkah kaki yakuza.
"apa mereka pergi..,aku sudah menyuruh mereka boleh tinggal disini,tapi kan mereka sudah dewasa punya pemikiran sendiri"
saat Yakuza hendak masuk ke kamar nya ,dan dia perlahan menguping pintu untuk mendengar kan apa mereka sudah pergi apa belum.
"seperti nya, kamar ku kosong."saat mau masuk Yakuza terkejut melihat nona Elisa, misa, dan Rin.