
Gisya menggeleng beberapa kali sebagai bentuk penolakan kerasnya saat dokter Irham mendekat ingin memeriksanya.
Melihat laki-laki, rasanya seperti melihat iblis. Bocah itu bahkan tak sadar menancapkan kuku-kukunya yang panjang tak terurus pada lengan Esta yang ia jadikan pegangan.
"Suruh dia pergi, jangan dekat-dekat. Ampun, sakit rasanya sangat sakit," Gisya terisak lalu mulai meraung. Menangis kencang...