
Malam sudah sangat larut, waktu menunjukan pukul 23:30 tapi sepasang mata tajam milik pria bernama Angkasa Kalingga masih enggan terpejam.
Hatinya tengah gundah, perempuan cantik yang berstatus istrinya tengah demam tinggi. Sejak tadi suhu tubuhnya tak berubah, panas.
"Esta, bangun dulu. Kamu harus makan, supaya kamu bisa minum obat," ucap pria itu dengan lembut. Tangannya terulur, mengusap pipi panas sang istri dengan cemas.
Suara lirih itu terdengar dari mulut kecil istrinya, membuatnya semakin di dera rasa bersalah. Gadis itu mengigau, meracau ingin ikut bersa...