Maafkan Aku Alya

Maafkan Aku Alya
bab 6


Sean menikmati cemilan sambil menonton film untuk mengusir rasa jenuhnya. Ini baru jam 9 malam jadi Sean belum merasakan ngantuk. Ingrid tiba-tiba datang dan duduk di sebelah Sean Ingrid mengunakan baju Sean yang sedikit kebesaran di tubuhnya. Ingrid yang sudah tertidur beberapa jam terusik tidurnya saat merasa lapar karena tadi sore hanya makan bakso saja.


"Kenapa belum tidur Sean?"ucap Ingrid memeluk pinggang Sean


"Belum mengantuk, kenapa bangun cantik?"


"Aku sebenarnya merasa lapar Se, apa ada makanan?"


"Hanya ada mie dan telur cantik, jika kamu lapar kamu bisa membuatnya. "


"Oke, apa kamu juga mau?"


"Boleh juga, buatkan satu untuk ku ya."


"Oke dengan senang hati."


Ingrid menuju dapur untuk membuatkan mie kuah yang di kasih telur. Dua mangkuk mie instan sudah tersaji di atas meja. Ingrid membawa nampan berisi mie itu ke tempat Sean berada. Memberikan salah satu mangkuk mie kepada Sean, mereka menikmati mie instan bersama. Selesai makan Ingrid membawa mangkuk ke dapur untuk di cuci.


Ingrid kembali menghampiri Sean yang masih menonton film di sana mereka menonton bersama.


"Sean boleh aku bertanya sesuatu?"


"Katakanlah apa yang ingin kamu tanyakan selagi aku bisa jawab aku akan menjawabnya."


"Apa kamu punya pacar?"


"Kenapa kamu menanyakan hal itu?"


"Aku ingin tahu saja, karena selama 1 bulan ini kita dekat dan aku takut kamu miliki kekasih. Aku g mau di tuduh pelakor. "


"Kamu tak perlu khawatir aku tidak memiliki kekasih, jadi hubungan kita aman."


Ingrid menatap wajah Sean lalu semenit kemudian Ingrid mencium bibir Sean m****** dengan lembut sehingga membuat Sean terhanyut dengan permainan Ingrid.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Masih terlelap dalam tidurnya karena semalaman bergadang untuk melakukan hubungan s** bersama Sean, Ingrid masih merasa enggan untuk membuka matanya. Semalam Ingrid dan Sean melakukan itu berulang kali dengan berbagai gaya. Jika Sean berhenti maka Ingrid akan memancing nafsunya dan mereka bisa melakukan lagi dan lagi sehingga area sensitif milik Ingrid sedikit bengkak akibat terus bermain namun Sean selalu siap siaga seolah sudah menyiapkan semuanya di sini. Bahkan salep untuk mengatasi bengkak dan lecet tersedia di villa ini. Tadi malam Sean langsung mengoleskan salep ke area sensitif milik Ingrid agar mengurangi bengkaknya dan ternyata obat itu berhasil menghilangkan bengkak itu.


Sean berada di balkon kamar menikmati pemandangan indah di pagi hari dengan meminum secangkir kopi, semalam Sean bercinta dengan Ingrid di kamar lantai 2. Ingrid meraba sebelahnya namun tak mendapatkan apapun. Ingrid membuka matanya mencari keberadaan sean, turun dari ranjang memakai kimono untuk mencari keberadaan Sean. Ingrid membuka kamar mandi dan tak mendapati Sean di sana lalu melihat pintu arah ke balkon terbuka Ingrid menuju ke sana


"Ternyata kamu disini." Ucap Ingrid duduk di sebelah Sean


"Kamu sudah bangun cantik, bagaimana dengan itu mu? Apa masih sakit?"


"Udah enggak Se, terimakasih sudah merawat ku tadi malam dan juga memberikan kenikmatan. Kapan kita akan pulang ke kota?"


"Sebentar lagi Grid, kenapa?"


"G papa Sean, sebenarnya aku ingin berlama-lama berduaan dengan mu menghabiskan malam panjang kita."


"Lain kali masih bisa cantik." Ucap Sean sambil mencium bibir Ingrid sekilas


"Beneran ya, awas aja kalau bohong."


Sean hanya tersenyum menanggapi omongan Ingrid karena Sean berniat untuk menjauhi Ingrid setelah tiba di kota. Bagi Sean ia akan melakukannya lagi dengan wanita yang sama jika mereka pacaran karena itu tandanya Sean memiliki rasa cinta tapi jika tidak maka hanya satu hari saja mereka bersama setelah itu Sean akan mencampakkannya begitu saja seakan habis manis sepah di buang.


Sean hanya menginginkan Alya untuk saat ini bahkan Sean begitu penasaran dengan Alya yang cukup cuek terhadapnya padahal Sean sudah menunjukkan sinyal-sinyal jika Sean ada rasa dengan Alya. Sean merasa tertantang untuk menaklukkan Alya yang notabennya masih belia alias gadis berusia 16tahun yang masih duduk di bangku SMA kelas satu.


🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷