
Alya dan Raisa sekarang berada di ruang tengah sedang menonton Drakor. Film yang di putar oleh mereka merupakan film romantis hingga membuat yang menontonnya baper sendiri.
"Uh manisnya sikap sang cowok jadi ingin punya pacar seperti itu." ucap Raisa
"Sudah mulai mengkhayal kan, dasar kamu ni Raisa." ucap Alya sambil memakan cemilan
"Gimana g mengkhayal, orang cowoknya aja bucin akut begitu. Jarang-jarang ada laki-laki seperti itu." sahut Raisa sambil mengambil cemilan yang di pegang oleh Alya
"Iya deh iya." ucap Alya mengalah agar tak terjadi perdebatan
"Al apa kamu dan kak Sean balikan?" tanya Raisa mulai kepo
"Tidak Sa, aku tetap dengan pendirian ku. Jujur aku takut sakit hati nantinya."
"Tapi aku lihat sepertinya kak Sean benar-benar cinta sama kamu. Buktinya saja dia sampai usaha berbagai macam agar bisa kembali pada mu."
"Biarkan saja Sa, aku ingin seperti ini dulu." ucap Alya sambil mengambil minuman di meja karena haus
"Kedepannya gimana?"
"Ya g gimana-gimana. Biarkan kedepannya tuhan yang mengatur toh aku lebih nyaman untuk berteman untuk saat ini."
"Aku akan selalu mendukung keputusan mu."
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Dalam kamar Indra Sean berbaring di ranjang sambil menatap langit-langit kamar mencoba mencari cara agar bisa bersama dengan Alya kembali.
"Dra menurut kamu aku harus pakai cara apa lagi ya supaya bisa jadian kembali dengan Alya?" tanya Sean masih dengan menatap langit-langit
"Aku juga tidak tahu Se, kan aku g pernah pacaran" ucap Indra tak beralih dari ponselnya dengan main game
"Oh iya ya, aku lupa jika lo selalu di tolak sama cewek yang lo suka." ucap Sean sambil tersenyum.
"Teruskan mengejeknya bila perlu sampai puas tuh mulut." ucap Indra
"Hehehe maaf Dra, gue bosen di kamar lo mending gue turun kebawah aja ah. Siapa tahu bisa pdkt sama Alya."
"Terserah kamu Se, suka-suka lo aja lah."
Sean langsung beranjak dari ranjang keluar dari kamar Indra menuju bawah untuk mencari keberadaan Alya. Sean mendengar suara berisik di ruang tengah lalu menghampiri sumber suara. Melihat Alya dan Raisa sedang asik mengobrol Sean mencoba duduk di sofa sedangkan Alya dan Raisa duduk di bawah di karpet bulu.
"Kalian suka nonton Drakor?." tanya Sean
"Ih kak Sean ngagetin aja" ucap Alya sambil menoleh ke samping
"Iya. Seperti jelangkung, untuk jantung aku g copot." ucap Raisa
" Mulai deh lebay nya" sahut Alya
" Maaf jika sudah buat kalian terkejut. Boleh gabung nonton"
"Tentu saja boleh kak." ucap Alya
"Tapi jangan berisik." timpal Raisa
"Oke" ucap Sean
Raisa dan Alya kembali memperhatikan layar televisi dan di ikuti oleh Sean.
"Al ceweknya di kasih bunga, jadi tambah ingin pacaran deh." ucap Raisa
"Kena marah kak Indra nanti, baru tau rasa kamu" jawab Alya
"Ya diam-diam saja lah supaya kakak g tahu." ucap Raisa membuka Snack chiki.
"Terserah kamu aja deh Sa. Pusing aku." ucap Alya sambil mengunyah chiki
"Ya kalau pusing tinggal minum obat" sahut Raisa
"Tadi bilang supaya diam g boleh berisik, lha sekarang mereka yang berisik sendiri. Definisi wanita selalu benar." ucap Sean dalam hati
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
"Gimana caranya gue bisa kembali lagi ya sama Sean? Dari kemarin-kemarin Sean g bisa gue hubungi lagi." ucap Grace pada Dilla sang sahabat
"Kenapa g lo coba aja kerumahnya siapa tahu Sean di rumah." ucap Dilla sambil menyeruput minumannya
"Udah Dil tapi selalu tidak di rumah, jadi bingung harus mencari di mana." ucap Grace
"Segitunya lo, Ampe mau cari ke mana-mana "
"Ya mau bagaimana lagi gue sudah terlanjur cinta " ucap Grace menyendok cake coklat
"Cinta? Seriusan lo bilang begitu? Setahuku kamu g pernah cinta deh ma cowok? Atau ada yang beda dari cowok ini?" tanya Dilla mulai penasaran.
"Sebenarnya gue udah dari SMA suka sama ni cowok tapi sayangnya dulu dia g pernah lirik gue sedikitpun." ucap Grace
"Lalu"
"Ya sekarang saat dia sudah mau sama gue, belum ada 2 bulan udah minta putus padahal gue masih ingin menghabiskan malam panas dengannya. G ada laki-laki sehebat dia yang bisa puasin gue"
"Gila lo Grac, masak hanya karena itu lo ngebet banget buat balikan." ucap Dilla
"Ya memang begitu kenyataannya Dil, gue sudah kecanduan sama sentuhannya"
"Lo g takut hamil Grace dengan melakukan hubungan **** itu?" tanya Dilla
"Ya pakai pengaman lah kalau g ya d keluarin di luar, emang lo g pernah bercinta?" tanya Grace dan Dilla hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban
"Di Zaman modern seperti sekarang lo g pernah bercinta? Lo ketinggalan zaman deh Dil, padahal semua itu rasanya enak tahu." ucap Grace sedikit frontal
"Gue penganut prinsip ketimuran, jadi hanya suami gue yang bisa melakukan itu."
"Ya ya gue percaya itu secara kan orang tua lo agamis banget."
"Benar ya kamu ucapkan jadi sejak dulu mereka menanamkan prinsip ketimuran."
"What ever."
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Sekarang Alya ingin pulang kerumahnya karena sudah sore. Alya tidak mau jika nanti kena marah oleh sang ibu. Alya meminta Raisa untuk mengantarkan pulang namun Sean menawarkan tumpangan, sebenarnya Alya ingin menolaknya namun merasa tak enak hati buat menolaknya jadi alhasil Alya pulang bersama Sean.
"Al tolong jangan jauhi aku ya, setidaknya jika kita tidak bisa pacaran kita masih bisa menjadi adik kakak." ucap Sean sambil membawa motornya dengan kecepatan sedang
"Iya kak, akan aku usahakan"
"Terimakasih Al"
"Sama-sama kak."
Mereka akhirnya diam saat dalam perjalanan Hinga tiba di rumahnya Alya. Alya turun dari motor lalu menyerahkan helm kepada Sean
"Terimakasih kak, sudah mengantarkan ku"
"Ya Al sama-sama. Kalau begitu aku pulang dulu."
"Hati-hati di jalan kak"
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Saat masuk ke dalam rumah Alya sudah di sambut Bu Salma yang kebetulan tadi melihat jika Alya di antar oleh seorang lelaki. Padahal tadi bilangnya kerumahnya Raisa tapi kenapa sekarang bisa pulang dengan laki-laki. Tak mau bertambah penasaran Bu Salma bertanya kepada Alya.
"Tadi kamu pamit mau kerumahnya Raisa tapi kenapa pulang bareng cowok? Apa kamu bohongi ibu nak?"
"Alya g bohong Bu, tadi memang Alya ke rumahnya Raisa dan kebetulan pulang bersama kak Sean karena tadi Raisa harus pergi ke rumah sakit karena sang nenek masuk rumah sakit Bu" jelas Alya dengan kebohongan
"Oh begitu, sekarang kamu mandi lalu bantu ibu siapkan makan malam ya."
"Iya Bu"
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️