Maafkan Aku Alya

Maafkan Aku Alya
bab 29_ cemburu


Sean sudah terbiasa dengan statusnya sekarang yang hanya menjadi teman untuk Alya. Bisa bicara bahkan pergi bersama itu sudah membuat Sean senang walaupun mereka pergi tidak hanya berdua saja melainkan bersama Raisa, Tama atau salah satu anggota black dragon.


"Al kamu nanti pulang sekolah main yuk, ajak Raisa sekalian" isi pesan Sean untuk Alya


"Main kemana Kak?" balas Alya


"Terserah sama kamu aja Al, aku mah ngikut mau kemana asalkan bisa pergi sama kamu."


"Nanti aku tanya Raisa dulu ya kak bisa pa tidaknya "


"Oke "


Selesai berbalas pesan Sean pergi ke suatu tempat karena ada hal penting yang harus di selesaikan nya dengan sindikat mafia.


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Saat sedang jam istirahat Alya dan Raisa pergi ke kantin sekolah. Mereka berdua memesan bakso untuk di makan siang ini.


"Sa nanti kita di ajak Kak Sean buat main, kamu mau tidak?"


"Sepertinya tidak bisa lho Al kan kita hari ini ada belajar kelompok di rumah Amora" ucap Raisa sambil menyeruput kuah bakso dengan sendok


"Oh iya ya Sa, aku sampai lupa." ucap Alya


"Kamu ini ya Al masih muda sudah pikun, apa kabar besok tua" ledek Raisa


"Kamu itu ya Sa, kalau urusan meledek paling jago"


"Hehehe udah mendarah daging kalau soal itu."


"Kalau begitu aku kabari Kak Sean dulu"


"hemm"


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Fahri sekarang sedang bertemu dengan Queen kekasihnya di sebuah cafe. Fahri sengaja mengajak Queen untuk bertemu karena Fahri ingin menunjukkan rumah barunya kepada Queen


"Sayang udah lama ya, maaf telat kesininya" ucap Fahri menghampiri Queen yang duduk sendirian di pinggir kaca.


"G terlalu lama kok yank, kamu mau pesan apa?" tanya Queen


"Tidak usah yank, lebih baik kita langsung pergi aja ya keburu nanti macet di jalan. Sebentar lagi sudah jam pulang kantor."


"Kamu g sabaran banget ya. Baiklah kalau begitu aku bayar dulu minuman ku" ucap Queen berdiri ingin ke kasir


"Biar aku saja yank, kamu nunggu aku di mobil"


"oke"


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Alya sudah minta izin kepada Bu Salma bahwa pulang sekolah harus belajar kelompok di rumah Amora. Alya berkelompok dengan Raisa, Amora, Bagas, Gani, dan Regan. Mereka mendapatkan tugas untuk membuat hasil karya dari bahan baku kardus bekas, tugas kali ini sengaja untuk membuat generasi muda peduli akan lingkungan dengan mengolah limbah dan mendaur ulang menjadi rupiah. Berharap bisa memotivasi warga lewat karya itu yang akan di pamerkan di festival kota nantinya.


"Wah hasilnya benar-benar bagus banget, pasti nanti g pada menyangka jika ini terbuat dari bahan kardus" ucap Amora


"Benar apa yang di bilang sama Amora ternyata Regan pintar ya buat karya dari kardus " timpal Raisa


"Ya kalian benar sekali. Bahkan Regan juga pintar menyembunyikan perasaannya selama ini" jawab Gani yang notabenenya sahabat dekat Regan


"Kalian tidak usah pedulikan ucap Gani, dia itu rada-rada korslet karena lapar" jawab Regan


"Sialan lo gan, gue bicara fakta kan" ucap gani


"Diem atau lo mau gue bakal buat lo menyesal." ucap Regan berbisik di telinga gani


Akhirnya Gani diam karena tahu jika Regan tak pernah main-main dengan ancamannya. Selesai membuat prakarya mereka pamit pulang dari rumah Amora. Gani sudah bilang kepada Raisa jika Alya harus pulang bersama Regan karena Gani ingin mendekatkan Regan dan Alya. Selama ini Regan suka sama Alya namun tak berani mengungkapkan perasaannya bahkan mendekati. Regan tahu jika Alya memiliki kekasih karena sering di antar jemput oleh seorang lelaki yang sama setiap harinya. Regan juga belum tahu jika Alya sudah putus dengan pacarnya.


"Al kamu pulang bareng Regan aja ya soalnya aku mau kerumahnya Tante ku" ucap Raisa memberi tahu


"G usah Sa. Aku bisa naik angkutan umum saja." jawab Alya


"Ini sudah sore Al bentar lagi juga malam, kamu sampai rumah akan kemalaman jika naik angkot." ucap Gani menimpali


"Sudah lebih baik pulang dengan Regan saja" sahut Raisa


"Baiklah jika Regan tak keberatan memberikan aku tumpangan." ucap Alya


"Sama sekali tidak Al, kalau begitu ayo aku antar pulang " sahut Regan dalam hati merasa bahagia punya kesempatan untuk berdua dengan Alya


❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Sepanjang perjalanan Regan selalu mengajak berbicara Alya bahkan sesekali membuat lelucon agar Alya tertawa. Melewati sebuah tempat tongkrongan anak muda Regan melajukan motornya sedikit pelan karena kenalpotnya grong, Alya dan Regan tak melihat jika Sean dan kawan-kawannya dari black dragon ada disana juga.


"Sean bukankah itu cewek lo ya? Di bonceng siapa tuh" ucap Hans menepuk bahu Sean dan menunjuk ke arah motor Regan yang sedang melintas. Merasa penasaran Sean melihat ke arah yang di tunjuk oleh Hans. Sean melihat Alya di bonceng laki-laki lain bahkan tertawa bersama dan hal itu membuat dadanya bergemuruh terbakar api cemburu.


"Apa karena laki-laki itu kamu menolak ku untuk balikan lagi Al? Apa hebatnya bocah itu ketimbang aku Al?" ucap Sean dalam hati


"Lo g mau ngejar trus nyuruh cewek lo buat turun terus lo kasih pelajaran buat tuh bocah? Berani-beraninya tu bocah boncengin cewek lo." ucap Derel mengompori


"Biarkan saja. Yang panting tak lebih itu" ucap Sean berusaha santai menyembunyikan rasa cemburunya


"Tumben lo membiarkan gitu aja, biasanya langsung bertindak." ucap Hans


"Gue g mau cewek gue marah karena sifat overprotektif gue. Sekarang gue lagi mencoba percaya padanya, dan gue yakin dia g bakalan berani selingkuh " ucap Sean sok bijak padahal dalam hatinya ketar-ketir takut jika Alya beneran berpacaran dengan orang lain.


"Terserah lo aja deh kalau begitu. Semoga tidak menyesal nantinya." ucap Derel


"Hemm" sahut Sean hanya dengan deheman saja


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Fahri membawa Queen ke rumah barunya yang cukup bagus tersebut. Queen masih bertanya-tanya rumah siapa ini dan kenapa Fahri mengajaknya kemari. Sebenarnya apa tujuan Fahri, dan kejutan apa yang di siapkan Fahri untuknya


"Sayang kenapa kita kemari? dan rumah siapa ini?" tanya Queen turun dari mobil dan memandang takjub rumah berlantai dua yang cukup bagus itu


"Ini akan menjadi rumah kita sayang. Di rumah ini nanti kita akan membangun sebuah keluarga kecil yang terdiri dari aku, kamu dan anak-anak kita nantinya" ucap Fahri memeluk pinggang Queen dari samping


"Serius rumah ini milik kamu?"


"Iya sayang kamu g percaya ya? Kalau begitu ayo kita masuk, akan aku tunjukkan di dalamnya" ucap Fahri membawa Queen berjalan menuju pintu utama tanpa melepaskan tangannya di pinggang Queen. Fahri langsung membuka rumah itu mengunakan kunci yang ada di saku celananya. Queen yang awalnya masih tak percaya jika rumah ini milik Fahri sekarang terbelalak matanya saat disana ada foto Fahri dan kedua orang tua angkatnya yang terpajang cukup besar di ruang tamu.


"Jadi ini rumahnya Fahri ! Selama ini tidak sia-sia aku mempertahankan hubungan ku dengan Fahri. Bakalan jadi orang kaya lagi dong aku. Sejak papa bangkrut hidupku cukup susah dan sebentar lagi itu semua akan berakhir dengan aku menikahi Fahri. Hahaha senangnya." ucap Queen dalam hati


❤️❤️❤️❤️❤️❤️